Suyudi Ario Seto dan Jejak Pemberantasan Narkoba Sebelum Jadi Kapolri

Journalist Independent
Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., C.I.R.R.
Kapolri Jenderal Polisi Dr. H. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., C.I.R.R.

JAKARTA – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membawa rekam jejak panjang dalam pemberantasan narkoba sebelum dipercaya memimpin Polri. Dalam periode sekitar dua bulan, BNN di bawah kepemimpinannya mengungkap peredaran sekitar 8 ton narkoba dengan sejumlah modus dan jenis barang bukti.

Pengungkapan itu mencakup narkotika dalam bentuk ganja, ketamine, hingga liquid yang digunakan dalam rokok elektronik. Perubahan modus peredaran narkoba menjadi salah satu perhatian Suyudi, terutama setelah munculnya zat narkotika dan new psychoactive substances (NPS) dalam cairan vape.

Ungkap 8 Ton Narkoba dalam Dua Bulan

Dalam rangkaian pengungkapan tersebut, aparat mengamankan sekitar 3,37 ton ganja, 1,3 ton ketamine, 2,6 ton liquid methamphetamine, serta sekitar 800 kilogram ketamine hydrochloride (HCL).

Jumlah keseluruhan barang bukti itu mencapai sekitar 8 ton narkoba. Pengungkapan tersebut dilakukan melalui operasi bersama dan pengembangan kasus peredaran narkotika di sejumlah wilayah.

Suyudi sebelumnya juga menyoroti perubahan pola distribusi narkoba yang tidak lagi hanya menggunakan bentuk konvensional. Cairan vape menjadi salah satu medium baru yang ditemukan mengandung zat terlarang.

Ribuan Sampel Liquid Vape Positif Narkotika

BNN melakukan pemeriksaan terhadap 1.745 sampel liquid vape. Hasil pemeriksaan menunjukkan 1.716 sampel positif mengandung narkotika atau NPS.

Dari jumlah tersebut, 1.552 sampel atau sekitar 88,9 persen terdeteksi mengandung etomidate. Temuan itu memperlihatkan adanya perkembangan modus baru dalam penyalahgunaan zat melalui produk rokok elektronik.

Suyudi kemudian mendorong langkah pencegahan, termasuk meminta lingkungan penerbangan memperketat larangan penggunaan rokok elektronik karena adanya temuan kandungan zat narkotika dalam liquid vape.

Suyudi Fokus pada Perubahan Modus Narkoba

Selain pengungkapan barang bukti dalam jumlah besar, BNN juga mengungkap laboratorium clandestine yang memproduksi atau mencampurkan NPS ke dalam liquid vape.

Etomidate menjadi salah satu zat yang ditemukan dalam perkembangan kasus tersebut. BNN menilai perubahan modus ini membutuhkan pengawasan dan penindakan yang mengikuti perkembangan teknologi serta pola konsumsi masyarakat.

Jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan Suyudi Ario Seto dalam penanganan kejahatan narkotika sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan sebagai Kapolri. (*)