PSM Makassar Selamat dari Penalti, Bungkam Persebaya 1-0 dan Merangkak ke Posisi 10

Journalist Independent
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya

Journalist Independent, MAKASSAR — PSM Makassar menjaga keunggulan tipis setelah melewati ujian berat pada menit-menit akhir pertandingan melawan Persebaya Surabaya.

Kiper Muhammad Ardiansyah menjadi salah satu penentu kemenangan Juku Eja setelah dua kali menggagalkan eksekusi penalti Alex Martins dalam laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis, 22 Oktober 2026.

PSM menutup pertandingan dengan kemenangan 1-0. Hasil ini menjadi tambahan penting bagi tim berjuluk Juku Eja untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara, sekaligus memberikan dorongan setelah menghadapi tekanan dari Persebaya sepanjang pertandingan.

Tambahan tiga poin membawa PSM Makassar naik ke peringkat ke-10 dengan koleksi delapan poin. Sementara itu, Persebaya Surabaya harus turun ke posisi kesembilan dengan sembilan poin. Selisih kedua tim kini hanya satu angka, sehingga persaingan di papan tengah masih terbuka.

Ardiansyah Jadi Penyelamat PSM Makassar

Pertandingan di Parepare berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim berusaha menemukan celah untuk mencetak gol, tetapi rapatnya pertahanan membuat peluang yang tercipta belum menghasilkan perubahan skor hingga babak pertama berakhir.

PSM dan Persebaya sama-sama harus bekerja keras membangun serangan. Tuan rumah berusaha memanfaatkan dukungan penonton di Stadion Gelora BJ Habibie, sedangkan tim tamu berupaya membawa pulang poin dari kandang Juku Eja.

Memasuki babak kedua, Persebaya mendapatkan peluang berbahaya melalui Alex Martins. Penyerang tersebut nyaris membawa Bajul Ijo unggul, tetapi bola yang dilepaskannya hanya membentur mistar gawang PSM. Kesempatan itu menjadi peringatan bagi tuan rumah bahwa keunggulan bisa berpindah kapan saja jika lini belakang kehilangan konsentrasi.

PSM kemudian mendapatkan keuntungan dari situasi yang tidak direncanakan. Gol yang menentukan kemenangan justru lahir melalui kesalahan pemain Persebaya sendiri.

Gol Bunuh Diri Yuran Fernandes Menentukan Hasil

Momen penentu terjadi ketika Lars Veldwijk mengirimkan umpan ke area pertahanan Persebaya. Yuran Fernandes berusaha memotong aliran bola untuk mengamankan gawangnya, tetapi antisipasinya tidak berjalan sesuai rencana.

Bola yang mengenai Yuran justru mengarah ke gawang Persebaya. Gol bunuh diri tersebut membuat PSM unggul 1-0 dan mengubah jalannya pertandingan.

Bagi PSM, gol itu menjadi kesempatan untuk mengamankan keunggulan sekaligus mengurangi risiko dengan menjaga kedisiplinan pertahanan. Namun, keunggulan satu gol belum cukup membuat pertandingan berjalan tenang hingga peluit akhir.

Persebaya tetap berusaha mencari gol penyama kedudukan. Tekanan tim tamu membuat PSM harus bertahan lebih dalam, terutama ketika waktu pertandingan memasuki masa tambahan.

Situasi semakin menegangkan ketika Agung Mannan melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di kotak penalti. Wasit kemudian menunjuk titik putih dan mengeluarkan kartu merah untuk Agung. PSM pun menghadapi ancaman kehilangan kemenangan yang sudah berada di depan mata.

Dua Kali Penalti Alex Martins Gagal

Persebaya mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Alex Martins. Namun, Muhammad Ardiansyah mampu membaca arah tendangan dan menggagalkan kesempatan pertama tersebut.

Drama belum selesai. Wasit memutuskan penalti harus diulang sehingga Persebaya memperoleh kesempatan kedua untuk menyelamatkan pertandingan.

Tekanan terhadap PSM semakin besar karena keunggulan tipis mereka kembali dipertaruhkan. Apabila penalti kedua berhasil masuk, Persebaya berpeluang membawa pulang satu poin dari Parepare meskipun sempat tertinggal akibat gol bunuh diri.

Ardiansyah kembali menunjukkan ketenangannya. Kiper PSM itu sekali lagi mampu membaca arah bola dan menggagalkan tendangan Alex Martins. Dua penyelamatan tersebut menjaga keunggulan tuan rumah sampai pertandingan berakhir.

Keberhasilan menggagalkan dua eksekusi penalti menjadi bagian paling menentukan dari kemenangan PSM. Selain menjaga skor tetap 1-0, aksi Ardiansyah memperlihatkan pentingnya konsentrasi penjaga gawang ketika tim berada dalam situasi tertekan.

PSM Perbaiki Posisi di Klasemen Super League

Kemenangan atas Persebaya memberikan tambahan tiga poin bagi PSM Makassar dalam persaingan BRI Super League 2026/2027. Dengan delapan poin, Juku Eja kini menempati peringkat ke-10 klasemen sementara.

Persebaya yang gagal memanfaatkan peluang penalti harus menerima kekalahan dan turun ke posisi kesembilan dengan sembilan poin. Meski kalah, tim asal Surabaya tersebut masih unggul satu angka dari PSM.

Perbedaan tipis itu membuat hasil pertandingan di pekan-pekan berikutnya berpotensi mengubah posisi kedua tim. Bagi PSM, kemenangan di Parepare menjadi modal untuk terus memperbaiki peringkat, meski konsistensi permainan tetap dibutuhkan agar mereka tidak kembali kehilangan poin.

Hasil ini juga memperlihatkan bahwa efektivitas memanfaatkan peluang dan kemampuan bertahan dalam tekanan dapat menjadi pembeda. PSM tidak mencetak gol melalui rangkaian serangan yang berakhir sempurna, tetapi mampu menjaga keunggulan dari gol bunuh diri lawan.

Di sisi lain, Persebaya harus mengevaluasi kegagalan mengonversi peluang menjadi gol, terutama saat mendapatkan hadiah penalti pada penghujung pertandingan. Dua kesempatan dari titik putih tidak berhasil mengubah keadaan.

Susunan Pemain PSM Makassar dan Persebaya

PSM Makassar tampil dengan formasi 4-2-3-1. Muhammad Ardiansyah mengawal gawang, didukung Mufli Hidayat, Aloisio Neto, Nenad Lalic yang digantikan Navarone Foor pada menit ke-88, serta Victor Luiz di lini pertahanan.

Di sektor tengah, Sergio Aguero digantikan Resky Fandi pada menit ke-56, sedangkan Stefan Jevtoski keluar untuk Agung Mannan pada menit ke-88. Lini serang diisi Fahrul Aditia yang digantikan Rasyid Bakri pada menit ke-78, Luka Bulatovic, Rizky Eka, dan Lars Veldwijk.

PSM berada di bawah arahan Darije Kalezic. Sementara itu, Persebaya menggunakan formasi 4-3-3 dengan Reza Arya sebagai penjaga gawang. Lini belakang dihuni Syahrul Lasinari, Risto Mitrevski, Yuran Fernandes, dan Jefferson Silva.

Rachmat Irianto, Diogo Ramalho, serta Gledson Paixao mengisi lini tengah. Sementara Ricky Pratama, Miguel Pereira, dan Yann Mabella menjadi pilihan di lini depan. Persebaya ditangani Bernardo Tavares.

Kemenangan 1-0 di Stadion Gelora BJ Habibie memastikan PSM Makassar mengamankan poin penuh setelah melalui akhir pertandingan yang menegangkan.

Gol bunuh diri Yuran Fernandes membuka jalan bagi Juku Eja, sedangkan dua penyelamatan Ardiansyah dari penalti Alex Martins memastikan tiga poin tetap berada di Parepare. (*)