Journalist Independent, PAREPARE – Ulang tahun sang ibu menjadi motivasi khusus bagi Muh Ardiansyah ketika mengawal gawang PSM Makassar menghadapi Persebaya Surabaya.
Kiper Juku Eja itu menjawab momen istimewa tersebut dengan penampilan gemilang, termasuk menggagalkan dua eksekusi penalti Alex Martins dalam pertandingan pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis, 22 Oktober 2026.
PSM Makassar akhirnya mengamankan kemenangan 1-0 atas Persebaya. Hasil tersebut terasa semakin berharga karena Ardiansyah harus menghadapi tekanan besar pada penghujung pertandingan, ketika timnya kehilangan satu pemain dan mendapat hukuman penalti setelah wasit meninjau tayangan VAR.
Bagi Ardiansyah, keberhasilan menjaga gawang PSM tetap aman bukan sekadar pencapaian di lapangan. Penampilan itu sekaligus menjadi hadiah yang ingin ia persembahkan kepada ibunya yang sedang merayakan ulang tahun pada tanggal yang sama.
“Hari ini hari spesial buat saya. Saya memberikan kado ulang tahun buat mama saya,” ujar Ardiansyah setelah pertandingan.
Ia menyebut tanggal 22 Oktober sebagai hari kelahiran sang ibu. Momen tersebut menjadi dorongan emosional yang membuatnya ingin tampil maksimal ketika menghadapi salah satu lawan PSM di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dua Kali Gagalkan Eksekusi Alex Martins
Aksi paling menentukan Ardiansyah terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua. Persebaya memperoleh kesempatan menyamakan kedudukan melalui titik penalti setelah wasit Yudi Nurcahya meninjau insiden di kotak terlarang menggunakan video assistant referee (VAR).
Pelanggaran yang dilakukan bek PSM, Agung Mannan, menjadi pangkal keputusan tersebut. Insiden itu awalnya tidak langsung berujung pada hukuman penalti. Namun, protes pemain Persebaya mendorong wasit memeriksa kembali kejadian melalui tayangan VAR.
Setelah peninjauan, wasit menyatakan terjadi pelanggaran oleh Agung Mannan. Bek PSM tersebut kemudian menerima kartu merah, sementara Persebaya mendapat hadiah tendangan penalti pada menit ke-90+3.
Situasi itu menempatkan PSM dalam posisi sulit. Selain harus menghadapi ancaman gol dari titik putih, tim tuan rumah juga harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang berkurang.
Alex Martins maju sebagai eksekutor penalti Persebaya. Ardiansyah berhasil mengantisipasi tendangan pertama. Akan tetapi, eksekusi tersebut harus diulang berdasarkan keputusan wasit sehingga ancaman terhadap gawang PSM belum berakhir.
Pada kesempatan berikutnya, Ardiansyah kembali menunjukkan ketenangan. Ia berhasil menggagalkan tendangan kedua Alex Martins dan mempertahankan keunggulan PSM hingga pertandingan berakhir.
Dua penyelamatan dalam satu rangkaian situasi penalti itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam kemenangan Juku Eja. Jika Persebaya berhasil mencetak gol, hasil pertandingan bisa berubah, terlebih PSM sedang berada dalam tekanan setelah kehilangan Agung Mannan.
Kepercayaan Diri Jadi Kunci Penyelamatan
Ardiansyah mengakui dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan wasit yang membuat penalti pertama harus diulang. Ia memilih berkonsentrasi menghadapi kesempatan kedua daripada larut dalam situasi yang terjadi di lapangan.
“Soal penalti tadi yang dianulir wasit, saya tidak tahu keputusan wasit bagaimana. Berkat kepercayaan diri dan dukungan teman-teman, alhamdulillah bisa mengantisipasinya,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya menjaga konsentrasi seorang penjaga gawang ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial. Setelah berhasil menggagalkan eksekusi pertama, Ardiansyah tetap harus mengendalikan emosinya karena keputusan pengulangan membuat lawan kembali memiliki peluang mencetak gol.
Dalam situasi seperti itu, tekanan bukan hanya datang dari penendang. Kiper juga harus menghadapi konsekuensi apabila gagal, terutama ketika tim sedang mempertahankan keunggulan tipis dan waktu pertandingan hampir habis.
Ardiansyah mengaku berusaha memberikan seluruh kemampuannya untuk membantu PSM meraih tiga poin. Motivasi untuk membahagiakan sang ibu menjadi dorongan tambahan, tetapi keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama para pemain yang terus berjuang sepanjang laga.
“Hari ini saya termotivasi bermain dengan semangat. Saya memberikan segalanya,” ujarnya.
Gol Bunuh Diri Yuran Fernandes Jadi Penentu
Kemenangan PSM atas Persebaya ditentukan melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes. Gol tersebut membuat Juku Eja unggul 1-0 dan menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
PSM harus mempertahankan keunggulan tersebut hingga peluit akhir. Tekanan Persebaya pada penghujung laga membuat peran Ardiansyah semakin penting, terutama setelah keputusan VAR berujung pada kartu merah Agung Mannan dan hadiah penalti bagi tim tamu.
Keberhasilan mempertahankan keunggulan menunjukkan bahwa kemenangan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh jumlah gol yang dicetak.
Dalam pertandingan dengan selisih satu gol, kemampuan menjaga keunggulan dan memanfaatkan peluang lawan yang gagal bisa menjadi faktor penentu.
Bagi PSM, tiga poin dari pertandingan kandang ini juga memberikan tambahan penting dalam persaingan Super League 2026/2027.
Hasil positif tersebut menjadi modal bagi tim untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus menjaga kepercayaan diri setelah menghadapi pertandingan yang menuntut konsentrasi hingga detik terakhir.
Ardiansyah tidak mengambil seluruh pujian untuk dirinya sendiri. Ia menilai kemenangan atas Persebaya merupakan hasil kerja kolektif pemain dan dukungan dari tim pelatih.
“Alhamdulillah, kami berhasil mendapat tiga poin di kota tercinta. Kerja keras dan kekompakan tim serta arahan pelatih sangat penting,” tuturnya.
Dukungan Suporter Tambah Semangat Juku Eja
Selain mengapresiasi rekan setim dan pelatih, Ardiansyah turut memberikan penghargaan kepada suporter yang hadir langsung di Stadion Gelora BJ Habibie. Dukungan dari tribune dinilainya memberikan energi tambahan bagi pemain ketika pertandingan berlangsung semakin menegangkan.
Atmosfer kandang menjadi salah satu unsur penting bagi PSM dalam menghadapi Persebaya. Ketika lawan memperoleh peluang penalti pada masa tambahan waktu, para pemain harus tetap menjaga fokus untuk mengamankan hasil pertandingan.
Ardiansyah pun menyampaikan terima kasih kepada pendukung yang terus memberikan semangat sepanjang laga.
“Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semuanya yang sudah hadir mendukung kami di stadion,” katanya.
Kemenangan 1-0 tersebut menjadi hasil yang membahagiakan bagi Juku Eja sekaligus momen pribadi yang sulit dilupakan oleh sang penjaga gawang.
Ia bukan hanya membantu PSM mengamankan tiga poin di Parepare, melainkan juga memberikan hadiah ulang tahun kepada ibunya melalui penampilan yang menentukan.
Dua penalti yang berhasil digagalkan Alex Martins menjadi bukti ketenangan Ardiansyah saat menghadapi tekanan besar.
Di tengah persaingan Super League, penampilan seperti itu dapat menjadi modal penting bagi kiper PSM untuk mempertahankan kepercayaan pelatih dan membantu tim meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya. (*)




