Baterai iPhone 18 Pro Max Tembus 20 Wh, Apple Siapkan Solusi

Baterai iPhone 18 Pro Max Tembus 20 Wh, Apple Siapkan Solusi.
iPhone 18 Pro Max. Apple disebut menggunakan sistem firmware untuk membatasi kapasitas baterai selama proses pengiriman karena kapasitas baterainya berada di atas 20 Wh.

JAKARTA โ€” Apple menyiapkan cara khusus untuk mengirim iPhone 18 Pro Max yang memiliki baterai berkapasitas lebih dari 20 watt-hour (Wh). Perusahaan menggunakan firmware untuk membatasi kapasitas baterai selama perangkat berada dalam proses pengiriman.

Langkah tersebut berkaitan dengan aturan pengiriman internasional yang memberikan persyaratan tambahan terhadap perangkat dengan baterai sel tunggal berkapasitas di atas 20 Wh. Informasi ini dilaporkan GSM Arena pada Minggu (20/9/2026).

Alih-alih mengurangi kapasitas fisik baterai, Apple memilih mengatur penggunaannya melalui perangkat lunak. Sistem tersebut menjaga kapasitas baterai iPhone 18 Pro Max tetap berada di bawah ambang 20 Wh sejak perangkat meninggalkan pabrik hingga tiba di tangan konsumen.

Kapasitas Baterai di Atas 20 Wh

Berdasarkan informasi kapasitas baterai yang beredar, iPhone 18 Pro Max versi Amerika Serikat dengan konfigurasi eSIM memiliki kapasitas terukur 5.567 mAh. Jika dikonversi, kapasitas tersebut setara sekitar 21,75 Wh.

Sementara itu, versi Eropa yang masih menggunakan slot kartu SIM fisik memiliki baterai berkapasitas 5.391 mAh atau sekitar 21,06 Wh.

Kedua versi tersebut sama-sama berada di atas batas 20 Wh yang menjadi perhatian dalam aturan pengiriman internasional.

Apple kemudian menggunakan firmware untuk menyesuaikan kapasitas yang dapat digunakan selama perangkat berada dalam perjalanan. Sistem itu bekerja sejak ponsel keluar dari pabrik dan akan mempertahankan pembatasan sampai perangkat diterima konsumen.

Setelah pengguna mengaktifkan iPhone 18 Pro Max untuk pertama kali, pembatasan tersebut otomatis dilepas. Kapasitas penuh baterai kemudian kembali tersedia.

Dengan mekanisme ini, Apple tidak perlu mengubah kapasitas fisik baterai hanya untuk memenuhi ketentuan selama proses distribusi.

Ada Solusi Saat iPhone Harus Dikirim Kembali

Apple juga menyiapkan mekanisme untuk perangkat yang sudah diaktifkan tetapi harus kembali dikirim. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika pengguna mengembalikan perangkat, melakukan perbaikan, melakukan tukar tambah, atau menyerahkan perangkat kepada orang lain.

Apple menyediakan fitur Prepare to Ship untuk kebutuhan tersebut.

Fitur ini akan mengurangi energi baterai hingga berada di bawah ambang 20 Wh. Sistem sekaligus menetapkan batas pengisian daya agar kapasitas baterai tetap berada dalam batas yang diperlukan selama proses pengiriman.

Setelah proses pengiriman selesai, pembatasan tersebut dapat dibatalkan sehingga kapasitas penuh baterai kembali tersedia.

Untuk pengiriman tertentu, seperti perangkat yang masuk proses perbaikan, tukar tambah, atau pengembalian, Apple juga menyebut batas pengisian dapat ditetapkan pada level 80 persen selama 14 hari.

Bukan Karena Baterai Tidak Aman

Apple menegaskan mekanisme tersebut berkaitan dengan persyaratan pengiriman, bukan karena baterai iPhone 18 Pro Max tidak aman untuk digunakan.

Perusahaan bahkan menyediakan panduan khusus bagi pengguna agar perangkat dapat memenuhi ketentuan sebelum dikirim.

Cara tersebut memungkinkan Apple mempertahankan baterai berkapasitas lebih besar pada iPhone 18 Pro Max tanpa harus melakukan perubahan perangkat keras hanya untuk memenuhi persyaratan distribusi.

Penggunaan firmware juga membuat pembatasan hanya berlaku ketika perangkat berada dalam proses pengiriman. Setelah ponsel sampai dan diaktifkan, kapasitas baterai dapat digunakan secara penuh.

Langkah Apple ini menunjukkan bagaimana perangkat lunak dapat digunakan untuk menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan logistik. Aturan pengiriman baterai yang berpotensi membatasi penggunaan sel berkapasitas besar tidak harus diatasi dengan mengurangi kapasitas fisik baterai.

Pada iPhone 18 Pro Max, Apple memilih mempertahankan kapasitas baterai tersebut sekaligus mengatur penggunaannya pada tahap distribusi melalui sistem perangkat lunak. (*)