Brentford Hancurkan Chelsea 3-0 dan Melompat ke Peringkat Ketiga Liga Inggris

Journalist Independent
Brentford Hancurkan Chelsea 3-0.
Penyerang Brentford Igor Thiago (9) merayakan gol ke gawang Chelsea pada laga Liga Inggris di Stadion Gtech Community, London, Jumat (18/9/2026) waktu setempat.

JAKARTA — Brentford mencatat kemenangan meyakinkan saat menjamu Chelsea pada pekan kelima Liga Inggris 2026/2027. Bermain di Gtech Community Stadium, Jumat (18/9/2026) malam waktu setempat, tuan rumah mencetak tiga gol pada babak kedua untuk menundukkan The Blues dengan skor 3-0.

Jaidon Anthony membuka keunggulan Brentford pada menit ke-61. Igor Thiago menggandakan skor pada menit ke-83, sebelum Fabio Carvalho memastikan kemenangan melalui gol pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+4. Ketiga gol tersebut mengakhiri perlawanan Chelsea yang gagal memaksimalkan sejumlah peluang pada awal pertandingan.

Hasil ini membawa Brentford mengoleksi sembilan poin dari lima pertandingan dan menempati peringkat ketiga klasemen sementara. Catatan tersebut sekaligus menjadi awal terbaik Brentford sejak berkompetisi di Premier League, melampaui pencapaian delapan poin dari lima laga pada musim 2021/2022.

Sebaliknya, Chelsea harus menerima kekalahan yang memperpanjang tren negatif mereka di liga. Tim asuhan Xabi Alonso itu gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan Premier League terakhir dan masih menghadapi persoalan di lini pertahanan. Kekalahan di markas Brentford juga membuat Chelsea tertahan di peringkat ketujuh dengan tujuh poin dari lima laga.

Chelsea sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup agresif. Pedro Neto mendapat kesempatan untuk membawa tim tamu unggul ketika pertandingan memasuki menit-menit awal. Ia melepaskan tembakan setelah menerima bola di dalam area serangan, tetapi kiper Brentford, Caoimhin Kelleher, berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Morgan Rogers kemudian mencoba memanfaatkan bola yang lepas dari penguasaan Chelsea untuk melanjutkan serangan. Namun, penyelesaiannya tidak menghasilkan gol. Brentford mampu bertahan menghadapi tekanan awal dan perlahan membangun serangan melalui pergerakan pemain sayap serta kombinasi dari lini tengah.

Kedua tim sempat saling mencari celah sepanjang babak pertama. Chelsea berusaha memanfaatkan penguasaan bola untuk membongkar pertahanan tuan rumah, sedangkan Brentford mengandalkan serangan langsung dan bola mati. Meski beberapa peluang tercipta, tidak ada tim yang mampu memecah kebuntuan hingga wasit mengakhiri 45 menit pertama dengan skor 0-0.

Baca Juga  Tak Pernah Tembus 3 Besar, Harry Kane Kini Raih Ballon d'Or 2026

Memasuki babak kedua, Brentford meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah mulai lebih berani menekan pertahanan Chelsea dan memanfaatkan situasi bola mati untuk menciptakan ancaman. Jaidon Anthony sempat menyundul bola ke arah gawang, tetapi peluang tersebut tidak menghasilkan gol.

Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Brentford memperoleh tendangan sudut yang dieksekusi Mikkel Damsgaard menuju tiang jauh. Jannik Schuster menyambut bola dan mengarahkannya kembali ke depan gawang, sehingga Anthony mendapat kesempatan menyelesaikan peluang dari jarak dekat melalui sundulan.

Gol tersebut menjadi pembuka keunggulan Brentford sekaligus gol pertamanya bersama klub itu. Publik tuan rumah pun menyambut keberhasilan Anthony memecah kebuntuan dalam pertandingan yang sebelumnya berlangsung ketat.

Chelsea berusaha merespons dengan meningkatkan tekanan. Cole Palmer mencoba membuka ruang di area pertahanan Brentford, sementara Neto juga berupaya mencari peluang dari sisi lapangan. Namun, penyelesaian akhir tim tamu belum cukup efektif untuk mengubah kedudukan.

Brentford justru menunjukkan disiplin ketika menghadapi tekanan. Para pemain bertahan menjaga posisi dan berusaha membatasi ruang gerak penyerang Chelsea. Ketika memperoleh kesempatan menyerang, tuan rumah mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan untuk melancarkan serangan balik.

Keunggulan Brentford bertambah pada menit ke-83. Kevin Schade bergerak melewati pertahanan Chelsea dan melepaskan tembakan yang masih dapat ditepis kiper Emiliano Martínez. Bola muntah kemudian jatuh ke jalur Igor Thiago, yang bergerak cepat untuk menyelesaikannya menjadi gol kedua tuan rumah.

Gol tersebut membuat Chelsea menghadapi tugas semakin berat. Mereka harus mengejar defisit dua gol dalam waktu yang tersisa, sementara Brentford semakin percaya diri mempertahankan keunggulan. Upaya tim tamu untuk memperkecil skor justru membuka ruang yang dapat dimanfaatkan pemain Brentford.

Baca Juga  Luka Modric Bawa Kroasia Menang Dramatis atas Ceko di Nations League

Pada menit ke-90+4, Carvalho menutup pertandingan dengan gol ketiga. Pemain pengganti itu menyambut umpan silang mendatar Schade dari sisi kiri. Setelah bola melewati pemain bertahan Chelsea, Carvalho menyelesaikannya dari jarak dekat untuk memastikan skor akhir 3-0. Tidak ada gol balasan hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut memiliki arti khusus bagi Brentford. Klub berjuluk The Bees itu mencatat kemenangan kandang pertama atas Chelsea di Premier League dan memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka di Gtech Community Stadium menjadi delapan pertandingan liga, sejak Februari 2026. Hasil tersebut memperkuat posisi Brentford di papan atas pada awal musim.

Bagi Chelsea, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Xabi Alonso. Selain gagal mencetak gol, tim London Barat tersebut kembali kebobolan tanpa mampu menjaga gawangnya tetap bersih. Laporan pertandingan mencatat Chelsea telah melewati 21 pertandingan liga tanpa clean sheet, sebuah catatan yang menyoroti masalah konsistensi pertahanan mereka.

Hasil akhir di Gtech Community Stadium pun menegaskan perbedaan efektivitas kedua tim. Chelsea sempat mengancam pada babak pertama, tetapi Brentford tampil lebih tajam setelah turun minum. Tiga gol pada babak kedua mengantarkan tuan rumah meraih sembilan poin dari lima pertandingan sekaligus mempertahankan momentum positif pada awal Premier League musim 2026/2027.