Journalist Independent.com, MAKASSAR – Sebanyak Rp1,66 triliun per September 2026 anggaran negara dari APBN habis untuk menganggarkan pembangunan sembilan sekolah rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Sulsel, Hari Utomo, mengatakan pembangunan SR di Sulsel masih ada proses pembangunan.
“Kalau pagu anggaran untuk Sekolah Rakyat tahun 2026 ini sekitar Rp1,79 triliun dan yang sudah terealisasi hingga September 2026 itu sebesar Rp1,66 triliun. Anggaran Rp1,79 triliun itu untuk 16 Sekolah Rakyat,” ujarnya pula.
Hari Utomo menyampaikan, program Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat ini menggunakan skema multi years contract dari tahun 2025 hingga 2026. Penyaluran pembayaran untuk pembangunan itu dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Makassar I.
Ia mengungkapkan awalnya Sekolah Rakyat di Provinsi Sulsel hanya ditargetkan sebanyak 14 saja, namun sudah ada dalam perencanaan pembangunan dan telah disetujui sebanyak 16 sekolah, karena besarnya dukungan tersebut.
“Kalau target awal itu di Sulsel memang hanya 14 Sekolah Rakyat, tapi pada tahun 2026 ini sudah ada 16 dan 9 di antaranya dalam pembangunan. Targetnya, Sekolah Rakyat itu akan menampung sekitar 3.970 siswa,” ungkap Hari.
Adapun 9 Sekolah Rakyat yang berjalan itu berada di Kota Makassar, Sinjai, Takalar, Bone, Sidrap, Wajo, Barru, Tana Toraja, dan Soppeng.
Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya yang masuk prioritas pembangunan yang direncanakan dimulai pada tahun 2027, antara lain di Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Selayar, Pangkep, Toraja Utara, dan Enrekang.
100 Sekolah Rakyat Dibangun 2026
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, dari 100 sekolah rakyat yang dibangun di tahap 2 (2026) ini sudah ada 93 yang dioperasikan dan sudah punya siswa. Selebihnya masih dalam proses penyelesaian.
“Yang dalam proses pembangunan itu 100, tapi yang sudah beroperasional per hari ini 93 sekolah rakyat, dan yang sebagiannya masih dalam proses. Mungkin ada 1 November 2026 yang mulai masuk,” kata Gus Ipul sapaannya usai acara, Rabu (28/10/2026).
Ia mengungkap, pembangunan sekolah rakyat di luar Jawa ini memerlukan waktu yang lebih lama, karena logistik yang lebih jauh.
“Jadi tahun ini 100 titik, dan InsyaAllah tahun depan 100 titik lagi,” ujar Gus Ipul.
Harapan Presiden Prabowo Subianto kata Gus Ipul setiap daerah memiliki 1 pembangunan permanen sekolah rakyat
“Diharapkan gedung sekolah rakyat ini 2 ribu siswa, SD, SMP dan SMA. Harapan bapak Presiden setiap daerah memiliki 1 sekolah rakyat permanen,” sebutnya. (iz)






