Pohon Pinus Bekas Karhutla Tumbang di Malino Gowa, Antrean Kendaraan Capai 1 Kilometer

Journalist Independent
Pohon pinus yang diduga terdampak Karhutla tumbang dan menutup Jalan Poros Malino–Benteng Tinggia, Kabupaten Gowa, Sabtu (31/10/2026).
Pohon pinus yang diduga terdampak Karhutla tumbang dan menutup Jalan Poros Malino–Benteng Tinggia, Kabupaten Gowa, Sabtu (31/10/2026).

Journalist Independent, GOWA – Pohon pinus tumbang menutup seluruh badan Jalan Poros Malino–Benteng Tinggia, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sabtu (31/10/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menyebabkan akses kendaraan terputus sementara dan memicu antrean hingga sekitar satu kilometer.

Batang pohon yang melintang di tengah jalan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Kondisi itu sempat menghambat aktivitas pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung menuju kawasan wisata Malino tersebut.

Mendapatkan laporan mengenai kejadian itu, personel piket fungsi Polsek Tinggimoncong Polresta Gowa langsung bergerak menuju lokasi. Penanganan dipimpin KSPKT II Aiptu Syafaruddin bersama sejumlah personel kepolisian.

Setibanya di lokasi, petugas segera berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mengevakuasi pohon yang menghalangi badan jalan. Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong menggunakan gergaji mesin atau senso.

Petugas bersama warga memotong batang pohon menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipindahkan. Ranting-ranting yang berserakan juga dibersihkan untuk memastikan tidak ada material yang tersisa dan membahayakan pengguna jalan.

Upaya evakuasi tersebut berlangsung dengan melibatkan kepolisian dan masyarakat sekitar. Kerja sama itu mempercepat proses pembersihan sehingga akses jalan yang sebelumnya tertutup dapat segera dibuka kembali.

Plt. Kapolsek Tinggimoncong IPTU Haris mengatakan, personelnya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai pohon tumbang.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat sekaligus mempercepat pembukaan kembali akses jalan yang sempat terputus.

“Kami bergerak cepat bersama masyarakat untuk membersihkan material pohon yang menutupi badan jalan agar akses lalu lintas dapat segera kembali normal,” imbuhnya.

Setelah seluruh material pohon berhasil disingkirkan, kendaraan roda dua dan roda empat akhirnya dapat melintas.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kepedulian semua pihak, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” bebernya.

Baca Juga  Bareskrim Bongkar Modus Bakar Lahan, 72 Orang Jadi Tersangka Karhutla

 

Pohon pinus tersebut diduga tumbang karena kondisi batang yang telah mengalami pelemahan.

Kerusakan itu diperkirakan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa pekan sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pohon di kawasan Tinggimoncong diduga mengalami kerusakan setelah terdampak kebakaran.

Pohon dengan kondisi batang yang melemah berpotensi tumbang, terutama ketika menghadapi perubahan cuaca dan kondisi angin.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur yang memiliki banyak pepohonan.

Ia menyebut, potensi pohon tumbang perlu diantisipasi karena beberapa pohon pinus diduga mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan sebelumnya.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi pengendara maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur tersebut.

“Kami mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi pohon tumbang. Apalagi, terdapat sejumlah pohon pinus yang diduga telah mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Polisi Koordinasi dengan Instansi Terkait

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Tinggimoncong berencana berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait.

Salah satu pihak yang akan dilibatkan adalah Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pepohonan di sepanjang Jalan Poros Malino.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi pohon-pohon tua, mati, maupun mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Penanganan terhadap pohon yang dinilai berisiko juga diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali menghambat arus lalu lintas.

Langkah antisipasi dinilai penting mengingat kawasan Tinggimoncong memiliki banyak pepohonan di sepanjang jalur poros.

Terlebih, memasuki musim penghujan, kondisi pohon yang telah mengalami kerusakan perlu mendapatkan perhatian dari instansi berwenang.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut.

Baca Juga  Gangguan Pembangkit Picu Pemadaman Listrik di Gowa, PLN Antisipasi Pengaturan Beban

Peristiwa pohon tumbang itu juga tidak menimbulkan kerugian materiil, meskipun sempat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kami berharap melalui koordinasi dan kerja sama semua pihak, potensi bahaya dapat diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya. (MA)