Journalist Independent.com, MAKASSAR – Cuaca di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu, 28 Oktober 2026, diprakirakan cerah berawan pada pagi hari sebelum berubah berawan pada siang hingga malam. Sejumlah daerah juga berpotensi diguyur hujan ringan, sementara warga di Makassar dan sejumlah wilayah lain perlu mewaspadai udara panas.
Berdasarkan prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari di sebagian wilayah Luwu Utara, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Wajo, dan Sidrap.
Potensi hujan masih berlanjut pada dini hari, terutama di sebagian wilayah Luwu, Luwu Utara, Wajo, dan Sidrap. Sementara itu, kondisi cuaca pada malam hari diprakirakan berawan.
BBMKG mencatat suhu udara di Sulawesi Selatan berkisar 19–36 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60–100 persen. Angin bertiup dari utara hingga tenggara dengan kecepatan 10–35 kilometer per jam.
Waspada Angin Kencang dan Udara Panas
Selain potensi hujan, BBMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Bantaeng, Gowa, dan Jeneponto.
Warga di daerah tersebut diimbau berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan ketika melintasi kawasan yang rawan terdampak angin kencang.
Peringatan juga diberikan terkait potensi udara panas di sejumlah wilayah, termasuk Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Bone, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Warga disarankan mencukupi kebutuhan cairan dan mengurangi paparan sinar matahari langsung ketika cuaca terasa terik.
Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat berada pada kisaran 15,6–55,4 mikrogram per meter kubik, dengan kategori sedang.
Prakiraan cuaca tersebut diterbitkan Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 06.30 WITA.
Masyarakat dapat memantau pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id.
Kualitas Udara Makassar Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar Rabu (14/10/2029) pada pagi hari mencapai 156,5 µg/m3, masuk kategori sangat tidak sehat.
Angka itu terus meningkat. Sejak dini hari tadi, Rabu (14/10/2026), mencapai 127,7 µg/m3, meningkat pada pagi hari 158,7 µg/m3.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan bahwa kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
“Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat,” ucapnya, Rabu (14/10/2026).






