2 Pelaku Penikaman Mahasiswa Asal Bone di Makassar Hingga Meninggal Ditangkap

Journalist Independent
Dua pria yang diduga terlibat dalam penikaman mahasiswa pelayaran di Jalan Boulevard, Makassar, diamankan tim gabungan Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar. (Ist)
Dua pria yang diduga terlibat dalam penikaman mahasiswa pelayaran di Jalan Boulevard, Makassar, diamankan tim gabungan Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar. (Ist)

JournalistIndependent, MAKASSAR – Dua pria yang diduga terlibat dalam penikaman mahasiswa pelayaran asal Kabupaten Bone hingga meninggal dunia di Makassar akhirnya diamankan di Kabupaten Takalar, Rabu (28/10/2026).

Kedua pria tersebut masing-masing berinisial I (21) dan MA (23). Keduanya diamankan setelah tim gabungan kepolisian melakukan penyelidikan terhadap kasus penikaman yang terjadi di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Penangkapan berlangsung pada Rabu pagi oleh tim gabungan Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Polsek Panakkukang.

Operasi penangkapan tersebut dipimpin Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata. Setelah diamankan, kedua terduga pelaku dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman kasus.

Kasus yang menewaskan korban berinisial S itu terjadi pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 04.00 Wita. Korban diketahui merupakan pelajar atau mahasiswa asal Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Peristiwa tersebut terungkap setelah pihak keluarga menerima kabar mengenai pengeroyokan yang dialami korban. Berdasarkan laporan kepolisian, pelapor menerima telepon dari saudara korban sekitar pukul 05.00 Wita.

Melalui sambungan telepon tersebut, pelapor mendapatkan informasi bahwa korban telah menjadi korban pengeroyokan. Pelapor kemudian menghubungi teman korban untuk memastikan kondisi sekaligus mencari tahu keberadaan S.

Teman korban selanjutnya mengarahkan pelapor menuju Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar. Setibanya di rumah sakit, pelapor mendapati korban bernama Sopyan telah meninggal dunia.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Panakkukang. Laporan itu menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Tim gabungan kemudian menelusuri keberadaan para terduga pelaku berdasarkan informasi yang diperoleh selama proses penyelidikan. Hasilnya, petugas mendapatkan petunjuk bahwa kedua pria tersebut berada di wilayah Kabupaten Takalar.

Baca Juga  Terungkap Modus Pembunuhan Wanita di Kosan Jakarta Timur, Korban Dipancing Pelaku

Petugas lalu bergerak menuju Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Di lokasi tersebut, polisi mengamankan M.A. yang diduga turut terlibat dalam penganiayaan terhadap korban.

Sementara itu, I yang diduga sebagai pelaku utama dalam penikaman tersebut diketahui telah menyerahkan diri. Ia mendatangi Polsek Polongbangkeng Utara sekitar pukul 09.00 Wita pada hari yang sama.

Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata, mengungkapkan bahwa pemeriksaan awal telah menghasilkan pengakuan mengenai dugaan keterlibatan kedua pria tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku I mengakui menikam korban menggunakan sebilah badik sebanyak tiga kali,” katanya

Sementara MA, lanjut dia mengakui ikut melakukan penganiayaan dengan membanting dan memukul korban.

“Keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami peran masing-masing dalam kejadian tersebut,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Berawal dari Cekcok Seusai dari Tempat Hiburan Malam

Berdasarkan keterangan awal para terduga pelaku, peristiwa tersebut bermula ketika mereka meninggalkan salah satu tempat hiburan malam sekitar pukul 03.40 Wita.

Setelah keluar dari tempat hiburan malam tersebut, keduanya menuju area parkir untuk mengambil sepeda motor. Pada saat itu, I mengambil sebilah badik yang sebelumnya disimpan di bawah sadel sepeda motornya.

Situasi kemudian memanas ketika terjadi cekcok antara kelompok terduga pelaku dan teman-teman korban. Pertengkaran tersebut diduga menjadi awal rangkaian peristiwa yang berujung pada penikaman terhadap S.

Melihat rekannya terlibat pertengkaran, I kemudian mengeluarkan badik yang diselipkan di pinggang sebelah kiri. Senjata tajam tersebut selanjutnya digunakan untuk menyerang korban di lokasi kejadian.

Dalam pemeriksaan awal, I mengakui telah menikam korban sebanyak tiga kali. Dua tikaman mengenai paha kanan, sedangkan satu tikaman lainnya mengenai betis kanan korban.

Badik yang digunakan dalam penyerangan tersebut dilaporkan sempat tertancap di betis kanan korban. Setelah melakukan penikaman, kedua terduga pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

Baca Juga  Ingin Tahu Jadwal Listrik Padam di Wilayah Anda? Ini Cara Mengeceknya

Selain dugaan penikaman yang dilakukan I, MA. juga mengakui keterlibatannya dalam penganiayaan terhadap korban. Ia mengaku membanting korban dan memukul bagian pelipis korban sebanyak satu kali.

Pengakuan kedua terduga pelaku tersebut masih didalami penyidik untuk mengungkap secara terperinci rangkaian kejadian. Polisi juga perlu memastikan peran masing-masing pihak berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.

Polisi Amankan Pakaian dan Sarung Badik

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyerangan terhadap korban.

Barang bukti yang diamankan meliputi satu lembar kaus hitam dan satu lembar celana jins abu-abu. Kedua pakaian tersebut diduga dikenakan I ketika kejadian berdasarkan hasil penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Selain pakaian, polisi juga mengamankan satu buah sarung badik berwarna cokelat. Barang tersebut diduga berkaitan dengan senjata tajam yang digunakan dalam penikaman terhadap korban.

Kepada petugas, I menerangkan bahwa sarung badik tersebut telah dibuang di bawah halte bus di Jalan Poros Takalar, Kabupaten Takalar. Keterangan itu menjadi bagian dari informasi yang didalami penyidik dalam proses pengungkapan perkara.

Hingga saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di posko Resmob Polda Sulsel. Penyidik mendalami peran masing-masing, termasuk dugaan penikaman dan penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa asal Kabupaten Bone tersebut meninggal dunia.

Polisi juga masih mengembangkan hasil pemeriksaan awal dan mencocokkannya dengan barang bukti yang telah diamankan. Pendalaman tersebut diperlukan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh serta menentukan pertanggungjawaban hukum masing-masing terduga pelaku.

Peristiwa Awal

Seorang mahasiswa berinisial S (23), asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah mengalami luka tikaman dalam keributan di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026.

Baca Juga  Antrean Solar di Makassar Memanjang, Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan Distribusi

Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WITA itu kini ditangani polisi untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Korban mengalami luka serius hingga mengeluarkan banyak darah setelah terlibat keributan dengan sejumlah orang.

Sebelum meninggal dunia, S sempat dibawa oleh rekan-rekannya ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa mahasiswa asal Bone tersebut tidak tertolong setelah akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dani Ardin, mengatakan kejadian bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya hendak pulang setelah mengunjungi salah satu tempat hiburan malam (THM).

Rombongan tersebut menggunakan mobil Honda Jazz sebelum melintas di Jalan Boulevard.

Situasi berubah ketika kendaraan yang mereka tumpangi tiba-tiba dihampiri seorang pria yang identitasnya belum diketahui.

Kehadiran pria tersebut kemudian diikuti oleh turunnya korban dari kendaraan, sebelum beberapa rekannya turut keluar untuk mengetahui situasi yang sedang berlangsung.

“Kendaraan saksi tiba-tiba dihampiri oleh seorang pria yang tidak dikenal identitasnya. Korban kemudian turun dari mobil dan disusul oleh rekan-rekannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang.

Berdasarkan laporan penyelidikan, S turun melalui pintu depan sebelah kiri mobil. Salah seorang rekannya kemudian mengikuti korban dan menyaksikan langsung ketika mahasiswa tersebut terlibat adu mulut dengan pria yang sebelumnya menghampiri kendaraan mereka.

Perdebatan antara korban dan pria tersebut kemudian berkembang menjadi keributan setelah beberapa orang lainnya datang mendekati S. Dalam situasi yang semakin memanas itu, korban diduga didorong oleh sejumlah orang hingga terjatuh. (MA)