NEWS  

Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar, Tak Mau ke Sulsel?

Journalist Independent
Acara Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda
Pengganti peresmian SR menjadi peringatan 1 tahun sekolah rakyat dan sumpah pemuda. (dok. Izza/JI)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Presiden Prabowo Subianto batal datang ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk meresmikan 100 Sekolah Rakyat tahap II, Rabu (28/10/2026).

Peresmian yang semula dijadwalkan berlangsung di GOR Sudiang, Makassar, itu berubah menjadi peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Pantauan Journalist Independent di sekitar GOR Sudiang, sejumlah spanduk bertuliskan “Peresmian 100 Sekolah Rakyat” masih terpasang di sepanjang jalan menuju lokasi kegiatan.

Namun, agenda yang berlangsung di dalam gedung bukan peresmian oleh Presiden Prabowo, melainkan peringatan satu tahun program tersebut yang dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Meski Presiden tidak hadir, pemerintah tetap menyampaikan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat tahap II. Dari 100 titik sekolah permanen yang dibangun, sebanyak 93 sudah beroperasi dan memiliki siswa. Sementara tujuh lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Yang sudah beroperasional per hari ini 93 Sekolah Rakyat, dan yang sebagian masih dalam proses. Mungkin ada 1 November 2026 yang mulai masuk,” kata Gus Ipul seusai kegiatan di GOR Sudiang, Rabu.

Gus Ipul tidak menjelaskan lebih lanjut alasan ketidakhadiran Prabowo dalam kegiatan tersebut.

Tujuh sekolah masih dalam pembangunan

Gus Ipul menjelaskan, pembangunan 100 Sekolah Rakyat tahap II tersebar di berbagai daerah. Proses pembangunan di luar Pulau Jawa membutuhkan waktu lebih panjang, terutama karena kendala distribusi logistik.

Menurut dia, pemerintah akan melanjutkan pembangunan sekolah permanen pada tahun mendatang.

“Jadi tahun ini 100 titik, dan insyaallah tahun depan 100 titik lagi,” ujarnya.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai sarana untuk membuka kesempatan bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan.

Baca Juga  Kebakaran Lahan di Poso Hanguskan 10 Hektare, Warga dan TNI Bergerak

Gus Ipul menyebut Presiden Prabowo berharap setiap daerah memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat permanen.

Gedung sekolah tersebut direncanakan dapat menampung sekitar 2.000 siswa untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Harapan Bapak Presiden, setiap daerah memiliki satu Sekolah Rakyat permanen,” katanya.

Meski peresmian di Makassar tidak berlangsung sesuai agenda awal, pemerintah memastikan pembangunan dan pengoperasian sekolah tetap berjalan.

Total 182 titik layani 44 ribu siswa

Hingga saat ini, Sekolah Rakyat terdiri atas 100 titik sekolah permanen dan 82 Sekolah Rakyat rintisan. Dengan demikian, terdapat 182 titik yang melayani sekitar 44 ribu siswa di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui mekanisme penjangkauan langsung. Pemerintah berupaya memastikan anak-anak yang membutuhkan tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Dalam peringatan satu tahun penyelenggaraan program yang mengusung tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” itu, Gus Ipul juga memaparkan sejumlah capaian siswa.

Menurut data Kemensos, siswa Sekolah Rakyat telah meraih 11 prestasi internasional dan lebih dari 200 prestasi nasional. Selain itu, lebih dari 1.100 siswa mencatatkan prestasi di bidang olahraga, seni, dan sains.

Kemensos juga menyampaikan perkembangan lulusan tingkat SMA tahun ini. Sebanyak 12 siswa disebut telah memperoleh kepastian setelah lulus, terdiri atas tujuh siswa yang diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa penuh dan lima siswa yang langsung bekerja sesuai minat serta bakat mereka.

Pemerintah berharap capaian tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki peluang untuk berkembang ketika memperoleh akses pendidikan dan pendampingan yang memadai.

Orang tua siswa juga mendapat bantuan

Selain pendidikan, program Sekolah Rakyat turut disertai pemberdayaan keluarga siswa. Kemensos menyebut seluruh keluarga siswa dipastikan menerima bantuan sosial.

Baca Juga  Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri, Ini Rekam Jejak Kariernya di Kepolisian

Lebih dari 10.000 rumah orang tua siswa juga telah mendapatkan bantuan perbaikan melalui program bedah rumah. Sementara itu, lebih dari 11.000 orang tua menerima bantuan modal usaha dan lebih dari 9.000 orang tua memperoleh layanan rehabilitasi sosial melalui program ATENSI.

Pemberdayaan keluarga tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga, sehingga anak-anak dapat menjalani pendidikan dengan lebih baik.

Bagi pemerintah, upaya memutus rantai kemiskinan tidak cukup dilakukan hanya dengan menyekolahkan anak. Kondisi keluarga juga perlu mendapat perhatian agar anak tidak kembali menghadapi persoalan ekonomi yang menghambat pendidikannya.

Gubernur Sulsel singgung MBG dan kemiskinan

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.

Ia menilai program tersebut memberi perhatian kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. Sudirman juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari program pemerintah yang menurutnya berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami apresiasi menghidupkan kembali Sekolah Rakyat. Bapak saya adalah alumni Sekolah Rakyat. Tidak banyak pemimpin di daerah dan nasional yang berpikir anak-anak yang memiliki kemampuan terbatas dan di bawah rata-rata,” paparnya.

Sudirman mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan akan terus mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

Menurut Sudirman, program tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di GOR Sudiang dihadiri sekitar 7.000 peserta secara langsung, mulai dari siswa, orang tua, kepala sekolah, guru, tenaga pendidik hingga unsur pendamping sosial Kemensos. Puluhan ribu peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari Sekolah Rakyat dan sentra Kemensos di berbagai daerah.

Baca Juga  Kapolri Suyudi kembali Mutasi 12 Perwira, Berikut Daftarnya

Sejumlah siswa turut menampilkan tarian tradisional, karate, pencak silat, baris variasi, drama teatrikal, serta pembacaan puisi dan teks Sumpah Pemuda.

Di tengah rangkaian peringatan tersebut, rencana peresmian oleh Presiden Prabowo yang tidak terlaksana menjadi sorotan. Sementara itu, pemerintah menyampaikan bahwa dari 100 sekolah permanen tahap II yang direncanakan, sebagian besar telah mulai beroperasi dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.