Sebelum bertolak ke Aceh untuk mengecek lokasi laboratorium sabu, Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamine HCl di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara.
Barang bukti tersebut ditaksir bernilai Rp3,48 triliun dan ditemukan dari kapal MT Global 168.
Dalam operasi itu, aparat gabungan mengamankan delapan awak kapal yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Taiwan.
“Delapan awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Jumat siang.
Suyudi merinci, delapan awak kapal tersebut memiliki tugas berbeda dalam mengoperasikan kapal.
Tersangka IC berperan sebagai nakhoda sekaligus kapten kapal. RS menjabat sebagai Chief Officer, sedangkan JA bertugas sebagai Kepala Kamar Mesin atau Chief Engineer. Adapun IAE merupakan Masinis 2 atau *Second Engineer*.
Tersangka JMR berperan sebagai oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan dan pembersihan mesin kapal. Sementara itu, RF, DPB, dan YCY yang merupakan warga negara asing bertugas sebagai juru mudi atau Able Seaman.
Pengungkapan penyelundupan tersebut bermula dari deteksi intelijen yang menemukan anomali pada rute pergerakan kapal MT Global 168. Kapal itu terpantau melintasi perairan Selat Malaka hingga kawasan Laut Andaman.
Aparat kemudian mencegat kapal tersebut di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, sebelum mengawalnya menuju Dermaga Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 58 karung berisi ketamine HCl dengan berat total 1,16 ton. Selain narkotika tersebut, aparat turut mengamankan kapal MT Global 168 dan 14 unit ponsel milik para tersangka.
Pengungkapan di Belawan dan penggerebekan laboratorium sabu di Pidie menjadi dua operasi besar yang disampaikan Suyudi dalam rangkaian penindakan terhadap dugaan jaringan narkotika lintas negara.
Suyudi menegaskan, rangkaian operasi tersebut merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkotika transnasional, mulai dari pengungkapan jalur penyelundupan hingga penindakan terhadap lokasi yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika. (na)






