Bulog Kebut 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Turun Langsung Kawal Pengiriman dari Makassar

Journalist Independent
jagung dari Sulsel dikirim ke Jawa
Penampakan jagung dari Sulsel dikirim ke Jawa yang sudah di atas kapal. (dok. Journalist Independent)

Selain memastikan ketersediaan pasokan, program SPHP jagung juga diarahkan untuk membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau.

Melalui program ini, jagung pakan disediakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp5.500 per kilogram hingga tingkat peternak melalui mekanisme penyaluran yang telah ditetapkan.

Program tersebut secara khusus ditujukan kepada peternak mikro melalui koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan.

Ketersediaan jagung dengan harga yang telah ditetapkan diharapkan dapat membantu peternak mengendalikan biaya pakan. Pasalnya, biaya pakan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjalankan usaha peternakan, terutama bagi peternak skala mikro.

Dengan distribusi yang dipercepat dan harga yang terjangkau, program SPHP jagung diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung ketersediaan telur dan daging ayam bagi masyarakat.

Pengiriman Tetap Perhatikan Stok di Sulawesi Selatan

Di tengah percepatan pengiriman ke Pulau Jawa, BULOG juga memastikan kebutuhan jagung di daerah asal tetap menjadi perhatian.

Berdasarkan laporan saat peninjauan, stok jagung di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 18.000 ton. Selain itu, masih terdapat potensi tambahan pasokan dari panen berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada November mendatang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan distribusi antardaerah. BULOG berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasokan di wilayah tujuan dan ketersediaan stok di daerah sentra produksi.

Dengan demikian, pengiriman jagung untuk peternak mikro di Pulau Jawa dapat terus dipercepat tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Selatan.

BULOG juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, pelaku logistik, serta koperasi dan kelompok peternak agar proses distribusi berjalan lancar dan jagung SPHP dapat diterima oleh peternak yang memenuhi persyaratan.

Percepatan pengiriman dari Makassar ini menjadi bagian dari upaya BULOG menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan bahan baku pakan ternak. Mobilisasi dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan NTB diharapkan dapat memperkuat pasokan di Pulau Jawa, terutama bagi peternak mikro yang membutuhkan dukungan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.

Melalui langkah tersebut, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi jagung SPHP agar berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran. Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu peternak menjaga keberlangsungan usahanya, tetapi juga mendukung stabilitas pasokan telur dan daging ayam bagi masyarakat. (sya)