Dua Remaja di Polman Dibacok OTK, Motor Korban Dibakar

Journalist Independent
Ilustrasi motor dibakar.
Ilustrasi motor dibakar.

POLMAN – Dua remaja berinisial PU (15) dan TO (19) menjadi korban serangan orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kedua korban diserang menggunakan senjata tajam saat mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Mapilli.

Dalam salah satu kejadian, pelaku bahkan membakar sepeda motor yang ditinggalkan korban setelah melarikan diri dari lokasi.

Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan motif para pelaku.

“Korban ada dua orang, pelakunya OTK, masih diselidiki,” kata Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Sandy menjelaskan, dua penyerangan tersebut terjadi di lokasi berbeda dengan jarak waktu sekitar dua jam. Peristiwa pertama menimpa PU di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Minggu (27/9) sekitar pukul 23.00 Wita.

Saat itu, PU sedang berboncengan bersama dua rekannya. Mereka kemudian berhenti di tepi jalan setelah sepeda motor yang digunakan menabrak seekor kucing.

Ketika korban hendak kembali menaiki kendaraan, sejumlah pengendara motor tiba-tiba datang dari arah belakang. Salah seorang pelaku kemudian menyerang PU menggunakan senjata tajam.

“Saat korban hendak naik ke sepeda motor usai memindahkan bangkai kucing yang ditabraknya, tiba tiba dari arah belakang ada beberapa motor langsung berhenti kemudian salah satu pelaku langsung mengayunkan samurai ke arah punggung korban sebanyak satu kali,” terangnya.

Serangan tersebut membuat PU dan dua rekannya panik. Mereka memilih melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor di lokasi kejadian.

Pelaku kemudian membakar kendaraan tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memadamkan api setelah para pelaku meninggalkan tempat.

“Setelah melakukan penganiayaan pelaku membakar sepeda motor yang digunakan korban. Warga lalu memadamkan api yang membakar motor korban setelah pelaku pergi,” ujarnya.

Korban Kedua Disabet Parang

Penyerangan berikutnya terjadi beberapa jam kemudian. Korban TO diserang saat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Senin (28/9) sekitar pukul 01.00 Wita.

Saat kejadian, TO tengah berboncengan dengan rekannya berinisial FA. Korban sempat mendengar seseorang memanggil namanya ketika sedang berkendara.

TO baru menyadari dirinya menjadi sasaran serangan setelah merasakan luka akibat senjata tajam.

“Dalam perjalanan, korban sempat mendengar ada orang memanggil namanya, setelah itu menyadari dirinya telah terkena sabetan senjata tajam jenis parang,” ucap Sandy.

Akibat serangan tersebut, TO mengalami luka terbuka pada bagian bahu. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis untuk mengobati luka yang dideritanya.

Polisi masih mendalami kedua kasus tersebut untuk mengidentifikasi para pelaku sekaligus mengetahui motif penyerangan. Kedua korban juga telah diarahkan untuk membuat laporan resmi di Polres Polman.

“Kedua korban telah diarahkan ke Polres Polman untuk membuat laporan secara resmi, sementara identitas para pelaku masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.