Malam Ini Makassar Ditargetkan Nyala Semua, PLN Pastikan Pemulihan Dikebut

Journalist Independent
Ilustrasi Petugas PLN melakukan penanganan jaringan listrik. Pemadaman di sejumlah wilayah Gowa pada Minggu malam terjadi akibat gangguan darurat pada pembangkit.

MAKASSAR – PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan pasokan listrik di Makassar setelah pemadaman bergilir mengganggu aktivitas warga selama beberapa hari. Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, berharap seluruh wilayah Kota Makassar kembali mendapat pasokan listrik pada malam Sabtu (5/9/2026).

Harapan tersebut disampaikan Niki saat menanggapi perkembangan kondisi kelistrikan di Makassar. Ia menyatakan PLN terus berupaya memulihkan pasokan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa terganggu pemadaman.

“Malam ini insya Allah Makassar nyala semua 🙏🏻,” ujar Niki.

Pernyataan itu membawa harapan bagi warga yang beberapa hari terakhir harus menyesuaikan kegiatan rumah tangga maupun pekerjaan dengan jadwal pemadaman. Namun, penggunaan frasa “insya Allah” menunjukkan bahwa pernyataan tersebut merupakan harapan pemulihan, bukan kepastian bahwa seluruh wilayah akan menyala secara bersamaan pada waktu yang sama.

Sebelumnya, PLN menargetkan kondisi kelistrikan kembali seperti sediakala pada 5 September 2026. Target itu disampaikan ketika pemadaman bergilir masih berlangsung di sejumlah wilayah Makassar dan daerah sekitarnya. Hingga Sabtu, PLN masih melakukan pemulihan dan optimalisasi sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan atau Sulbagsel.

Gangguan pasokan dalam beberapa hari terakhir berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan. Pekerjaan tersebut mencakup fasilitas pembangkit dan infrastruktur pendukung sistem kelistrikan. Ketika kemampuan pasokan belum mencukupi kebutuhan sistem, PLN perlu mengatur beban agar keseimbangan antara pasokan dan konsumsi listrik tetap terjaga.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah sebelumnya menjelaskan bahwa pemeliharaan salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di IPP Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) berdampak terhadap ketersediaan daya listrik. Berkurangnya pasokan dari pembangkit tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pengaturan beban di sejumlah wilayah.

Baca Juga  Nahas Wanita di Makassar Diduga Dilecehkan dan Dirampok Oknum Pengemudi Ojol, Pelaku Diburu Polisi

PLN juga menegaskan bahwa pemadaman bergilir yang diberlakukan pada periode tersebut berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas kelistrikan, bukan semata-mata akibat fenomena El Nino atau penurunan debit air di pembangkit listrik tenaga air. Pemeliharaan jaringan, gardu, transformator, dan peralatan pendukung menjadi bagian dari pekerjaan yang dilakukan untuk menjaga keandalan sistem.

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN melakukan optimalisasi pembangkit yang tersedia sekaligus menyesuaikan pengaturan beban berdasarkan kondisi sistem. Langkah tersebut diperlukan agar pasokan yang terbatas dapat dikelola secara terukur sambil menunggu kemampuan pembangkit kembali membaik.

Pada Sabtu, PLN menyampaikan bahwa satu unit PLTU Jeneponto berkapasitas 125 MW telah kembali beroperasi dan memasok listrik ke sistem. Meski demikian, kemampuan sejumlah pembangkit lain masih belum optimal sehingga pasokan listrik di sistem Sulbagsel tetap memerlukan pengelolaan secara hati-hati. <Cite refs={[“turn805152search0″,”turn805152search5”]}/>

Kondisi itu menjelaskan mengapa beroperasinya kembali satu unit pembangkit tidak otomatis berarti seluruh pemadaman langsung berakhir. PLN masih harus memperhitungkan ketersediaan daya, kebutuhan pelanggan, serta kestabilan sistem sebelum memutuskan pengaturan pasokan di setiap wilayah.

Dampak pemadaman dirasakan masyarakat yang bergantung pada listrik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Aktivitas rumah tangga, usaha kecil, pekerjaan yang menggunakan perangkat elektronik, hingga pelayanan masyarakat berpotensi terganggu ketika pasokan terputus. Warga juga perlu menyesuaikan jadwal kegiatan dengan waktu pemadaman dan penyalaan kembali.

Bagi pelaku usaha, kepastian pasokan listrik turut menentukan kelancaran operasional. Peralatan produksi, pendingin makanan, mesin kasir, dan perangkat komunikasi membutuhkan listrik agar dapat bekerja normal. Karena itu, pemulihan pasokan menjadi kebutuhan penting, terutama bagi usaha yang tidak memiliki sumber listrik cadangan.

PLN sebelumnya menyebut pemadaman bergilir di sejumlah wilayah dapat berlangsung sekitar satu hingga empat jam per hari, bergantung pada kebutuhan pengaturan beban dan kondisi sistem. Pengaturan dilakukan secara bergantian agar dampak pemadaman tidak terus-menerus terkonsentrasi di wilayah yang sama.

Baca Juga  Diduga Lecehkan Siswi, Guru SMA 2 Makassar Berdalih Hanya Bercanda

Meski begitu, harapan agar seluruh Makassar menyala pada Sabtu malam perlu dibedakan dari kepastian berakhirnya seluruh pekerjaan pemeliharaan. Pada hari yang sama, sejumlah wilayah Makassar masih tercantum dalam jadwal pekerjaan kelistrikan yang diterbitkan unit layanan PLN. Waktu pemadaman maupun penyalaan kembali dapat menyesuaikan kondisi sistem dan kebutuhan keselamatan petugas di lapangan.

Karena itu, warga tetap perlu memeriksa informasi resmi PLN untuk mengetahui perkembangan pasokan di lingkungan masing-masing. Jadwal pemadaman di satu wilayah tidak selalu sama dengan wilayah lain, sehingga informasi umum mengenai pemulihan sistem belum tentu menggambarkan kondisi setiap titik secara terperinci.

PLN terus berupaya mempercepat penanganan agar kondisi kelistrikan kembali stabil. Namun, sampai seluruh proses pemulihan selesai dan pasokan tersedia secara memadai, kemungkinan pengaturan beban masih perlu diperhitungkan sesuai perkembangan sistem.

Pernyataan terbaru Niki menjadi sinyal bahwa PLN menargetkan pemulihan yang lebih menyeluruh pada Sabtu malam. Meski demikian, realisasi target tersebut tetap bergantung pada kondisi pasokan dan kestabilan sistem kelistrikan yang sedang ditangani.

Masyarakat kini menantikan hasil upaya tersebut setelah beberapa hari menghadapi pemadaman bergilir. Kepastian bahwa seluruh wilayah telah kembali mendapat pasokan normal baru dapat dinilai berdasarkan kondisi aktual dan informasi lanjutan dari PLN, bukan semata-mata dari target pemulihan yang disampaikan.