Journalist Independent.com, MAKASSAR – Peredaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi perhatian di tengah kebutuhan masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. Untuk memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan tidak disalahgunakan, Perum Bulog bersama Satgas Pangan Polrestabes Makassar dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar turun langsung memantau penjualan beras di pasar tradisional.
Dalam kunjungan tersebut, Bulog memastikan stok beras SPHP di sejumlah kios yang bermitra melalui Rumah Pangan Kita (RPK) masih tersedia. Penjualan juga disebut berjalan lancar, dengan pemesanan rata-rata mencapai 1–2 ton untuk setiap kios.
Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan beras SPHP benar-benar sampai kepada masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan, bukan disalahgunakan atau dicampur dengan beras jenis lain untuk memperoleh keuntungan lebih besar.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Faris Sudirman AR, menyebutkan persediaan beras yang dikuasai saat ini mencapai sekitar 80.000 ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan, termasuk menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Ramadan.
“Kami turun bersama teman-teman dari Satgas Pangan Polrestabes Makassar dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota ini memastikan bahwa pendistribusian dan stok yang ada di pasar-pasar itu tersedia. Kami juga melihat di lapangan bahwa penjualan-penjualan yang dilakukan teman-teman RPK yang bermitra dengan Bulog itu alhamdulillah lancar dan aman,” ujarnya usai berkunjung ke pasar-pasar, di Makassar, Kamis (29/10/2026).
Pastikan Beras SPHP Tidak Disalahgunakan
Pengawasan distribusi menjadi penting karena beras SPHP disalurkan pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Karena itu, penjualan di tingkat pengecer perlu mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dalam kunjungan ke pasar, Bulog bersama Satgas Pangan dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar memeriksa ketersediaan stok sekaligus memastikan aktivitas penjualan di kios mitra berjalan sebagaimana mestinya.
Langkah ini juga penting untuk mencegah penyimpangan dalam distribusi. Beras SPHP yang diperuntukkan bagi masyarakat harus dijual sesuai ketentuan, bukan dicampur dengan beras lain atau dikemas ulang dengan cara yang menyesatkan konsumen.
Meski demikian, dalam kunjungan tersebut Bulog menyatakan penjualan di RPK yang dipantau berjalan lancar dan aman. Tidak ada keterangan mengenai temuan praktik pengoplosan dalam pemeriksaan tersebut.
Karena itu, pemantauan pasar ini lebih menjadi langkah pengawasan untuk memastikan distribusi dan penjualan beras SPHP tetap sesuai aturan.
Satu Kios Bisa Habiskan 2 Ton dalam Sepekan
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap beras SPHP terlihat dari jumlah pemesanan di tingkat kios. Bulog menyebutkan, rata-rata pemesanan beras SPHP mencapai 1–2 ton untuk setiap RPK.
Jumlah tersebut umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan penjualan selama sekitar satu minggu. Namun, di sejumlah kios, persediaan bahkan bisa habis sebelum sepekan.
“Kadang kala biasanya mereka stok 1 sampai 2 ton itu untuk satu minggu biasanya. Kadang kala juga belum sampai satu minggu sudah habis. Karena memang beras SPHP ini dicari oleh masyarakat. Di samping harganya murah, kualitasnya juga alhamdulillah luar biasa,” jelas Faris.
Kondisi tersebut menunjukkan beras SPHP masih menjadi pilihan masyarakat, terutama bagi konsumen yang ingin memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dengan permintaan yang terus berjalan, kelancaran distribusi menjadi salah satu hal yang perlu dijaga. Kekosongan stok di tingkat pengecer dapat menyulitkan masyarakat yang mengandalkan beras SPHP untuk kebutuhan sehari-hari. Faris pun memastikan pemantauan dilakukan untuk menjaga agar pasokan dari gudang hingga ke kios penjualan tetap berjalan.
Ada 300 RPK di Makassar
Untuk memperluas jangkauan penjualan, Bulog Makassar memiliki sekitar 300 Rumah Pangan Kita yang tersebar di Kota Makassar.
Menurut perwakilan Bulog, hampir seluruh RPK yang dipantau pada hari kunjungan tersebut melakukan transaksi. Jaringan ini menjadi salah satu jalur distribusi beras SPHP agar masyarakat dapat memperoleh beras melalui kios-kios yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Bulog juga mengingatkan seluruh mitra RPK agar menjalankan penjualan sesuai ketentuan. Kemitraan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga tanggung jawab dalam menjaga distribusi pangan agar tepat sasaran.
Salah satu RPK yang dikunjungi, RPK Dentiro, disebut menjadi percontohan bagi Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Kantor Cabang Makassar, dengan dukungan Satgas Pangan dan Dinas Ketahanan Pangan.
Bulog berharap model pengelolaan tersebut dapat diterapkan di RPK lainnya sehingga pelayanan dan penjualan beras kepada masyarakat semakin tertata.
“RPK Dentiro ini merupakan RPK percontohan. Percontohan itu Kantor Wilayah Sulselbar dan Kantor Cabang Makassar dibantu oleh teman-teman Satgas Pangan dan Dinas Ketahanan Pangan. RPK ini menjadi percontohan dan alhamdulillah ke depannya semua RPK nanti akan menjadi termodelnya seperti ini,” kata Faris.





