Anggota Kopassus Letda Jihad Ahmad Al Rasyid Tewas Tertembak di Solo

Journalist Independent
Anggota Kopassus Letda Jihad Ahmad Al Rasyid Tewas Tertembak
Anggota Kopassus Letda Jihad Ahmad Al Rasyid Tewas Tertembak.

Journalist Independent, SORONG – Seorang anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, meninggal dunia setelah mengalami insiden penembakan saat bertugas di Solo, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa korban ditembak oleh rekan sejawatnya.

Namun, pihak Kopassus membantah spekulasi bahwa insiden tersebut merupakan penembakan yang disengaja. Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, menyatakan bahwa peristiwa itu diduga terjadi akibat kelalaian dan ketidaksengajaan ketika senjata api meletus di gudang senjata.

‘’Pihak Kopassus membantah spekulasi adanya penembakan sengaja oleh rekan sejawat dalam insiden tersebut,’’ujar Kolonel Indra dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Menurut keterangan pihak Kopassus, insiden tertembaknya Letda Jihad terjadi di gudang senjata. Rekaman kamera pengawas atau CCTV disebut menjadi salah satu sumber informasi dalam menjelaskan kejadian tersebut.

Untuk memastikan proses hukum berjalan secara transparan, Kopassus menyatakan bahwa perkara tersebut akan dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta untuk penyelidikan lebih mendalam.

Pelimpahan ini menjadi langkah penting untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan Letda Jihad meninggal dunia. Penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan bagaimana insiden tersebut berlangsung, siapa saja yang berada di lokasi, serta faktor yang menyebabkan senjata api meletus.

Dalam perkara yang melibatkan anggota militer, proses penyelidikan oleh aparat yang berwenang diperlukan untuk mengumpulkan keterangan, memeriksa bukti, dan menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin maupun tindak pidana.

Keterangan mengenai dugaan kelalaian yang disampaikan pihak Kopassus belum dengan sendirinya menjadi kesimpulan akhir mengenai pertanggungjawaban pihak tertentu. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan fakta dan langkah hukum selanjutnya.

Jenazah Dimakamkan Secara Militer di Sorong

Setelah meninggal dunia, jenazah Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Baca Juga  Nyawa Mahasisiwa Asal Bone Hilang Diujung Badik di jalan Boulevard, Polisi Selidiki Pelaku

Kedatangan jenazah almarhum dikawal langsung oleh Dangrup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra. Prosesi pemakaman secara militer tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada anggota Kopassus yang meninggal dunia.

Letda Jihad diketahui merupakan anggota Batalyon 26 Grup 2 Kopassus yang bermarkas di Kandang Menjangan, Surakarta, Jawa Tengah. Ia bertugas di lingkungan satuan tersebut sebelum mengalami insiden yang berujung pada kematiannya.

Kepergian Letda Jihad juga menyisakan duka bagi keluarga. Korban merupakan putra kedua dari Kepala Penerangan Korem 181/Praja Vira Tama (Kapenrem 181/PVT) Sorong, Mayor Inf Triyana, dan Zainab Jelfoom, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kota Sorong.

Penyelidikan Diharapkan Mengungkap Penyebab Insiden

Kasus meninggalnya Letda Jihad menjadi perhatian karena melibatkan senjata api di lingkungan satuan militer. Penanganan perkara ini membutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kronologi kejadian dan penyebab senjata meletus.

Rekaman CCTV, keterangan saksi, kondisi senjata, serta hasil pemeriksaan teknis dapat menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan perkara. Pemeriksaan tersebut juga diperlukan untuk menguji keterangan awal yang menyebut insiden terjadi karena kelalaian dan ketidaksengajaan.

Di sisi lain, dugaan bahwa korban sengaja ditembak oleh rekannya belum dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa dukungan hasil penyelidikan. Begitu pula, kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan senjata perlu didasarkan pada bukti yang telah diperiksa.

Kopassus menyatakan perkara akan ditangani lebih lanjut oleh Denpom Surakarta. Hasil pemeriksaan diharapkan memberikan kejelasan mengenai kronologi, faktor penyebab, dan kemungkinan adanya pelanggaran prosedur dalam insiden yang merenggut nyawa Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid tersebut. (*)