Identitas Mayat di Kanal CPI Makassar Terungkap, Oei Thian Po Ditemukan dengan Luka di Kepala

Journalist Independent
Penemuan mayat pria di kanal kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan.
Penemuan mayat pria di kanal kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan.

Journalist Independent, MAKASSAR – Penemuan mayat pria di kanal kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan, menyisakan sejumlah pertanyaan setelah polisi menemukan luka pada bagian tubuh korban.

Kepolisian telah mengungkap identitas pria tersebut sebagai Oei Thian Po, 58 tahun, warga Perumahan Green River View, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.

Kapolsek Tamalate Kompol Muh Idris menyampaikan identitas korban setelah tim kepolisian melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan.

Petugas juga menemukan luka di bagian belakang kepala serta jari tangan kanan korban. Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab luka maupun kaitannya dengan kematian pria tersebut.

“Identitas korban Oei Thian Po, alamat Perum Green River View Jalan Rosemary, Kelurahan Barombong,” ujar Idris dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2026.

Temuan luka itu menjadi bagian penting dalam penyelidikan kepolisian. Namun, petugas masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tindak pidana atau karena penyebab lain.

Idris menjelaskan, tim identifikasi atau Inafis Polrestabes Makassar bersama tim kedokteran kepolisian atau Dokpol Polda Sulawesi Selatan telah mendatangi tempat kejadian perkara. Mereka memeriksa kondisi tubuh korban dan mengumpulkan temuan awal untuk mendukung proses penyelidikan.

“Dari hasil olah TKP oleh tim ditemukan adanya luka pada kepala bagian belakang mayat serta pada jari tangan sebelah kanan,” bebernya.

Polisi belum menyatakan adanya unsur pembunuhan dalam peristiwa tersebut. Luka yang terlihat pada tubuh korban masih memerlukan penilaian lebih lanjut agar penyidik dapat mengetahui penyebab dan waktu terjadinya luka tersebut.

“Namun belum dapat dipastikan apakah luka tersebut didapatkan dari hasil kejahatan,” kata Idris.

Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan melakukan penyelidikan lebih lanjut apabila keluarga korban menyampaikan keberatan atau menemukan hal yang perlu dipertanyakan terkait kematian Oei Thian Po. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan peristiwa yang menimpa korban secara lebih menyeluruh.

Baca Juga  Gempa M5,3 Guncang Manggarai NTT, Getaran Terasa di 6 Wilayah

Sekuriti dan Warga yang Memancing Menemukan Mayat

Sebelum identitas korban terungkap, penemuan mayat di kanal CPI Makassar bermula dari laporan sekuriti kawasan dan warga yang sedang memancing ikan di sekitar lokasi. Mereka melihat sesosok pria tergeletak di area kanal pada Senin pagi, 26 Oktober 2026.

Temuan tersebut segera menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar kanal. Menyadari ada seseorang yang tergeletak tanpa menunjukkan tanda kehidupan, mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk meminta penanganan.

Paur Doksik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan Ipda Sultan membenarkan informasi mengenai penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan, laporan dari sekuriti CPI dan warga yang memancing menjadi awal bagi petugas untuk mendatangi lokasi.

“Dari informasi mayat tanpa identitas yang ditemukan sekuriti CPI dan warga yang sedang memancing ikan sekitar kanal CPI, melihat sesosok mayat tersebut langsung menghubungi pihak polsek,” ujar Sultan dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2026.

Setelah menerima laporan, personel Polsek Tamalate yang dipimpin Kapolsek bersama Kanit Reskrim segera menuju tempat kejadian perkara. Petugas kemudian melakukan penanganan awal dengan bantuan tim Dokpol Polda Sulawesi Selatan dan Inafis Polrestabes Makassar.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan awal di sekitar lokasi sebelum membawa jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan berikutnya. Proses tersebut bertujuan memastikan identitas korban sekaligus mendokumentasikan kondisi tubuhnya ketika ditemukan.

“Begitu sampai di daratan pinggir kanal, kita lakukan identifikasi awal di tempat dulu bersama tim (Dokpol Biddokkes Polda Sulsel) dan Inafis Polrestabes Makassar dan membawa ke kamar mayat RS Bhayangkara Makassar,” jelas Sultan.

Petugas selanjutnya membawa jenazah ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Langkah itu memungkinkan tim terkait melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kebutuhan penanganan kasus.

Baca Juga  Pengendara Motor Meninggal Usai Tabrak Dump Truk Parkir di Jalan Serang-Tangerang

Polisi Periksa Temuan Luka pada Tubuh Korban

Ketika pertama kali ditemukan, korban belum diketahui identitasnya. Petugas hanya memiliki gambaran awal mengenai perkiraan usia, tinggi badan, kondisi rambut, serta pakaian dan aksesori yang dikenakan pria tersebut.

Korban diperkirakan berusia sekitar 45 hingga 50 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 160 sentimeter. Ia memiliki rambut hitam lurus yang berdiri. Ciri-ciri tersebut menjadi informasi awal untuk membantu proses identifikasi sebelum polisi memastikan nama dan alamat korban.

Saat ditemukan, korban mengenakan jaket biru bercorak dan kaus berkerah berwarna kuning. Ia juga memakai celana panjang cokelat muda serta jam tangan hitam di tangan kiri.

Informasi mengenai pakaian dan ciri fisik itu membantu petugas mencatat kondisi korban saat ditemukan. Setelah pemeriksaan dan proses identifikasi berjalan, polisi mengungkap bahwa pria tersebut merupakan Oei Thian Po, warga Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.

Terungkapnya identitas korban menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus penemuan mayat di kanal CPI. Meski begitu, identifikasi nama belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai kejadian tersebut.

Penyidik masih perlu mendalami penyebab kematian, termasuk menilai temuan luka di kepala bagian belakang dan jari tangan kanan. Polisi juga belum memastikan apakah luka itu muncul sebelum korban meninggal atau berkaitan dengan kondisi lain.

Hingga keterangan awal disampaikan pada Senin, 26 Oktober 2026, kepolisian belum mengumumkan kesimpulan mengenai penyebab kematian Oei Thian Po. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan agar petugas dapat menyampaikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan dari kondisi jenazah ketika ditemukan.

Kasus ini pun menjadi perhatian karena penemuan mayat bermula dari aktivitas warga di sekitar kanal CPI. Laporan cepat dari sekuriti dan pemancing memungkinkan polisi segera mendatangi lokasi, mengevakuasi jenazah, serta memulai proses identifikasi dan pemeriksaan awal. (*)

Baca Juga  Tragedi Tiga Petugas Damkar Pangkep Gugur dalam Kecelakaan Saat Menuju Lokasi Karhutla