Driver Ojol Maxim di Sukabumi Kritis Usai Ditembak di Belakang Kepala, Dua Pelaku Diburu

Journalist Independent
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi

Journalist Independent, SUKABUMI – Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban penembakan saat menunggu pesanan pelanggan pada Minggu dini hari, 25 Oktober 2026.

Korban bernama Zaldhi, 24 tahun, ditemukan terkapar bersimbah darah di kawasan perempatan Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai mitra pengemudi Maxim itu mengalami luka serius setelah diduga ditembak menggunakan senjata api tepat di bagian belakang kepala. Hingga Minggu malam, Zaldhi masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut mengundang perhatian para pengemudi ojol di Sukabumi. Mereka khawatir setelah beredar dugaan bahwa pelaku penembakan berkaitan dengan kelompok geng motor. Namun, kepolisian membantah dugaan tersebut dan mengarahkan penyelidikan pada kemungkinan aksi yang telah direncanakan.

Kasus ini kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Dua orang yang diduga terlibat masih dalam pengejaran, sementara penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kejadian di lokasi penembakan.

Polisi Dalami Dugaan Penembakan yang Direncanakan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas serta motif kedua terduga pelaku.

Ia menegaskan, berdasarkan analisis awal kepolisian, penembakan tersebut tidak mengarah pada aksi geng motor.

“Terduga dua orang masih dalam penyelidikan. Yang jelas bukan geng motor,” ujar Hartono.

Menurut dia, penyidik mendalami dugaan bahwa penembakan terhadap pengemudi Maxim itu telah direncanakan sebelumnya. Meski demikian, kepolisian belum mengungkap motif yang melatarbelakangi serangan tersebut.

Penyidik juga masih perlu memastikan rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan terluka. Informasi mengenai keberadaan kedua terduga pelaku, cara mereka mendekati korban, serta kemungkinan adanya persoalan pribadi akan menjadi bagian dari pendalaman perkara.

Baca Juga  Polisi Tetapkan Pria di Bogor Tersangka Pencabulan Dua Anak Tirinya

Dugaan penggunaan senjata api juga menjadi perhatian dalam penyelidikan. Polisi perlu memastikan jenis senjata yang digunakan, arah tembakan, serta bukti-bukti lain yang dapat membantu mengungkap bagaimana serangan itu terjadi.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah korban mengenal para pelaku atau pernah memiliki persoalan dengan seseorang sebelum kejadian.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menghubungkan kasus tersebut dengan kelompok tertentu sebelum kepolisian mengumumkan hasil penyelidikan.

Korban Ditemukan Setelah Rekannya Mengantar Penumpang

Ketua Umum Komunitas Maxim atau Maximus Sukabumi, Hata Fahrizal, mengungkapkan Zaldhi merupakan pengemudi ojol yang berdomisili di Sukabumi. Saat kejadian, korban sedang menunggu pesanan pelanggan bersama seorang rekannya bernama Ilham.

Situasi berubah ketika Ilham berangkat untuk mengantarkan penumpang. Zaldhi berada di lokasi tersebut ketika rekannya meninggalkan tempat itu untuk menjalankan pekerjaannya.

Namun, saat Ilham kembali ke lokasi, kondisi yang ditemuinya sudah berbeda. Zaldhi telah tergeletak dengan tubuh bersimbah darah.

“Pas Ilham berangkat mengantar penumpang, pas pulang lagi ke TKP ternyata korban sudah terkapar berlumuran darah,” kata Hata.

Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi penting untuk menyusun kronologi kejadian. Rentang waktu ketika Ilham meninggalkan lokasi hingga kembali dapat membantu penyidik mempersempit waktu terjadinya penembakan.

Polisi juga dapat mendalami keterangan orang-orang yang berada di sekitar perempatan Jalan Stasiun Timur pada dini hari. Kesaksian warga, pengemudi lain, maupun rekaman kamera pengawas jika tersedia berpotensi membantu mengidentifikasi pergerakan pelaku.

Meski demikian, belum ada informasi terperinci mengenai berapa lama korban berada di lokasi sebelum ditemukan terluka atau apakah ada orang yang menyaksikan langsung penembakan tersebut.

Kondisi korban yang mengalami luka serius membuat pengungkapan perkara ini semakin mendesak. Selain mengusut pelaku, aparat juga perlu memastikan seluruh bukti di tempat kejadian perkara dapat mendukung proses penyidikan.

Baca Juga  Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Makassar: 104 Orang Ditangkap, Ada Bandar

Diduga Ditembak di Bagian Belakang Kepala

Informasi yang disampaikan komunitas pengemudi ojol menyebutkan bahwa pelaku diduga menggunakan senjata api untuk menyerang Zaldhi. Tembakan tersebut dilaporkan mengenai bagian belakang kepala korban.

Hata membenarkan adanya informasi mengenai dugaan penggunaan senjata api dalam kejadian itu.

“Informasi iya senjata api,” ujarnya.

Namun, jenis senjata, jumlah tembakan, dan detail luka yang dialami korban masih memerlukan konfirmasi dari hasil penyelidikan kepolisian serta pemeriksaan medis.

Penembakan terhadap pengemudi yang sedang menunggu pesanan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai alasan korban menjadi sasaran. Apakah serangan tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi, pekerjaan, atau motif lainnya masih belum diketahui.

Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai latar belakang kejadian. Oleh karena itu, dugaan mengenai motif maupun identitas pelaku perlu menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, para pengemudi ojol berharap kasus tersebut segera terungkap agar mereka dapat kembali bekerja tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap keselamatan di jalan.

Pekerjaan sebagai pengemudi transportasi daring membuat mereka harus berpindah dari satu titik ke titik lain, termasuk menunggu pesanan pada malam hingga dini hari. Kondisi itu menyebabkan keamanan lingkungan dan akses terhadap penerangan jalan menjadi persoalan yang penting bagi para pekerja sektor transportasi.

Komunitas Ojol Minta Jalan Minim Penerangan Diperhatikan

Selain mendesak polisi menangkap kedua terduga pelaku, komunitas pengemudi ojol di Sukabumi meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi penerangan jalan, terutama di kawasan yang masih minim pencahayaan.

Permintaan tersebut muncul setelah penembakan di perempatan Jalan Stasiun Timur. Para pengemudi menilai penerangan yang memadai dapat membantu meningkatkan visibilitas pengguna jalan sekaligus memudahkan masyarakat mengenali situasi di lingkungan sekitar.

Bagi pengemudi ojol, jalan yang terang bukan sekadar menunjang kenyamanan berkendara.

Baca Juga  Sempat Digerebek Bersama Dua PSK, Arief Hanya Diperiksa sebagai Saksi

Penerangan juga membantu mereka melihat kondisi sekitar ketika berhenti untuk menunggu pesanan atau menjemput penumpang.

Kawasan yang gelap dapat menyulitkan pengguna jalan mengenali orang maupun kendaraan yang berada di sekitarnya. Karena itu, pemeriksaan lampu penerangan jalan umum dan penambahan fasilitas di titik yang membutuhkan dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan.

Meski penerangan jalan tidak serta-merta mencegah tindak kriminal, kondisi lingkungan yang lebih terang dapat mendukung pengawasan dan membantu saksi mengenali kejadian apabila terjadi insiden.

Pemerintah setempat diharapkan mengevaluasi titik-titik jalan yang minim pencahayaan, termasuk kawasan yang kerap digunakan pengemudi ojol untuk menunggu pesanan pada malam hari.

Sementara itu, kepolisian masih memiliki pekerjaan utama untuk mengungkap kasus penembakan tersebut. Penangkapan kedua terduga pelaku diharapkan dapat menjelaskan motif serangan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya.

Kasus yang menimpa Zaldhi menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja transportasi daring perlu mendapat perhatian, terutama ketika mereka menjalankan pekerjaan pada jam-jam rawan.

Pengungkapan perkara secara tuntas dan perbaikan keamanan lingkungan menjadi dua hal yang dinantikan komunitas ojol di Sukabumi. (*)