SULSEL  

149 Los dan Kios Pasar Sentral Batu-batu Soppeng Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Pembakaran

Journalist Independent
kebakaran di pasar batu-batu Soppeng
Kebakaran di pasar batu-batu Soppeng, Sulsel. (dok. istimewa)

Journalist Independent, SOPPENG — Kebakaran hebat yang melanda Pasar Sentral Batu-batu di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menyisakan kerusakan parah pada ratusan tempat usaha pedagang.

Sebanyak 142 los dilaporkan hangus, sementara tujuh kios lainnya mengalami kerusakan ringan. Polisi kini menyelidiki dugaan pembakaran yang menyeret seorang pria berinisial MA (29).

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 18.57 Wita. Api melalap bagian tengah pasar hingga sebagian besar bangunan tempat pedagang berjualan tidak dapat diselamatkan. Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, Iptu Firman, mengatakan jumlah los dan kios yang terdampak diketahui berdasarkan laporan kepala pasar. Polisi masih memetakan kerusakan untuk menghitung total kerugian material akibat kebakaran tersebut.

“Sebanyak 142 los terbakar habis, tujuh kios terdampak ringan,” kata Firman, Minggu, 25 Oktober 2026.

Di tengah besarnya kerusakan, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran itu menjadi pukulan berat bagi para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas jual beli di Pasar Sentral Batu-batu.

Kebakaran Pasar Batu-batu Diduga Berawal dari Perselisihan

Penyelidikan polisi mengarah pada dugaan pembakaran yang dilakukan MA. Berdasarkan pemeriksaan awal, pria tersebut mengaku membakar pasar setelah merasa sakit hati karena mendapat gertakan dari seseorang yang disebut mengancam akan memukulnya.

Firman menjelaskan, MA diduga meninggalkan lokasi setelah perselisihan tersebut. Terduga pelaku kemudian disebut mengutarakan ancaman akan membakar pasar apabila orang yang berselisih dengannya tidak datang meminta maaf hingga pukul 19.00 Wita.

“Dia mengaku membakar pasar karena merasa sakit hati setelah digertak,” ujar Firman.

Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan akhir mengenai penyebab kebakaran. Polisi perlu mencocokkan pengakuan MA dengan keterangan saksi, kondisi tempat kejadian perkara, serta hasil pemeriksaan barang bukti.

Baca Juga  Jelang 2024 NRL Launching Produk Baru Anti Kulit Kusam, Millenial Makassar Sambut Positif

Dugaan motif yang berkaitan dengan persoalan pribadi juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana api bisa membesar hingga menghanguskan sebagian besar area pasar. Untuk menjawabnya, penyidik masih membutuhkan hasil pemeriksaan teknis dan pendalaman terhadap rangkaian kejadian sebelum api muncul.

Polisi belum merinci secara lengkap bagaimana api pertama kali menyala dan menyebar di antara los serta kios. Pemeriksaan di lokasi diharapkan membantu mengungkap titik awal kebakaran dan memperjelas kronologi peristiwa.

MA Diamankan di Rumah, Polisi Sita Botol Bekas Pertalite

Tim URC Resmob Polres Soppeng mengamankan MA di rumahnya di Kecamatan Marioriawa pada Sabtu malam, sekitar pukul 22.00 Wita. Berdasarkan keterangan polisi, pria tersebut tidak melakukan perlawanan ketika petugas datang untuk mengamankannya.

Dalam penanganan perkara ini, polisi turut menyita botol bekas bahan bakar jenis pertalite dan sebuah korek api. Kedua barang tersebut diamankan sebagai bagian dari barang bukti yang akan diperiksa untuk membantu mengungkap dugaan pembakaran.

Meski demikian, keberadaan barang-barang tersebut belum dengan sendirinya membuktikan seluruh rangkaian peristiwa. Penyidik masih perlu memastikan hubungan barang bukti dengan kejadian di Pasar Sentral Batu-batu melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak Laboratorium Forensik juga dilibatkan dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan forensik menjadi salah satu tahapan penting untuk membantu menentukan asal api dan menguji dugaan bahwa kebakaran terjadi akibat tindakan sengaja.

Polisi masih mengembangkan perkara tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Hasil pemeriksaan saksi, barang bukti, dan temuan teknis di lokasi nantinya menjadi bagian dari dasar penanganan hukum.

Dugaan Gangguan Kejiwaan MA Masih Menunggu Bukti Medis

Selain mendalami dugaan pembakaran, penyidik juga menelusuri informasi mengenai kondisi kejiwaan MA. Menurut Firman, warga setempat menyebut pria tersebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sedang menjalani pengobatan rawat jalan.

Baca Juga  Enam Armada Damkar Dikerahkan Padamnkan Kebakaran Pasar Batu-Batu Soppeng, Bagian Tengah Hangus

Namun, informasi dari lingkungan tempat tinggalnya belum cukup untuk memastikan kondisi medis yang bersangkutan. Polisi masih berupaya mendapatkan dokumen resmi dari rumah sakit atau pihak yang menangani pengobatan MA.

“Kondisinya harus dibuktikan dengan surat dari rumah sakit atau pihak yang menangani,” kata Firman.

Pemeriksaan medis tersebut penting agar penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan warga dalam menilai kondisi MA. Dugaan gangguan kejiwaan perlu diperiksa berdasarkan informasi medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kondisi kesehatan seseorang juga tidak boleh langsung disimpulkan hanya berdasarkan perilaku atau pengakuan tertentu. Penilaian mengenai kondisi kejiwaan membutuhkan pemeriksaan tenaga profesional dan dokumen pendukung yang relevan.

Dalam proses hukum, penyidik perlu memisahkan pemeriksaan mengenai peristiwa kebakaran dari penilaian mengenai kondisi medis terduga pelaku. Keduanya berkaitan dengan penanganan perkara, tetapi membutuhkan pembuktian yang berbeda.

Polisi masih mendalami keterangan MA untuk mengetahui secara lebih jelas apa yang terjadi sebelum dan sesudah kebakaran. Hasil pemeriksaan medis, jika telah diperoleh, dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai ketentuan hukum.

Pedagang Menghadapi Dampak Kerusakan Pasar

Pasar Sentral Batu-batu berada di Dusun Tanete, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Kebakaran pada Sabtu malam itu membuat sebagian besar area di bagian tengah pasar mengalami kerusakan paling parah.

Seorang warga Batu-batu bernama Hasan menggambarkan besarnya kebakaran yang terjadi malam itu. Menurutnya, hampir seluruh kios di area pasar terdampak, dengan kerusakan terberat berada di bagian tengah.

“Hampir semua kios terbakar, bagian tengah paling parah,” ujarnya.

Gambaran tersebut sejalan dengan laporan awal mengenai 142 los yang hangus dan tujuh kios yang mengalami kerusakan ringan. Namun, besarnya kerugian ekonomi belum dapat dipastikan karena pendataan terhadap bangunan dan dampak kebakaran masih berlangsung.

Baca Juga  AKP M. Thamrin Pugar Tembok Kokoh Mapolsek Biringkanaya

Bagi pedagang, kerusakan tempat usaha berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi dalam waktu yang tidak singkat. Los dan kios bukan sekadar bangunan, melainkan tempat menyimpan barang dagangan, melayani pembeli, serta memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Besarnya dampak terhadap masing-masing pedagang juga bergantung pada kondisi tempat usaha dan barang yang tersisa setelah kebakaran. Karena itu, pendataan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui skala kerusakan secara lebih akurat.

Sampai Minggu, polisi belum merinci nilai kerugian material yang ditimbulkan. Petugas masih melakukan pemetaan, terutama pada bagian tengah pasar yang dilaporkan mengalami kerusakan paling berat.

Polisi Lanjutkan Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga kini, penyelidikan masih berfokus pada dugaan pembakaran, pemeriksaan barang bukti, pendalaman keterangan MA, serta pencarian dokumen medis yang diperlukan.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik juga menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kebakaran.

Penetapan kesimpulan mengenai motif dan rangkaian kejadian perlu menunggu proses pembuktian. Pengakuan awal terduga pelaku harus diuji bersama bukti lain agar penyidik memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut.

Di sisi lain, pendataan kerusakan pasar masih dibutuhkan untuk mengetahui besarnya kerugian yang dialami para pedagang.

Angka 149 los dan kios yang terdampak menjadi gambaran awal skala kebakaran, tetapi nilai kerugian material belum tersedia.

Kebakaran Pasar Sentral Batu-batu kini menyisakan dua persoalan besar, yakni pengungkapan penyebab kejadian dan pemulihan aktivitas ekonomi para pedagang.

Sementara penyidik melanjutkan pemeriksaan, masyarakat masih menunggu kepastian mengenai hasil penyelidikan serta langkah berikutnya setelah ratusan tempat usaha terdampak api. (*)