Harga Suzuki Jimny Bekas Oktober 2026, Unit Lama Masih Diburu

Journalist Independent
Harga Suzuki Jimny
Penampakan Suzuki Jimny. (dok. HO)

Journalist Independent.com, JAKARTA — Suzuki Jimny menjadi salah satu SUV compact yang memiliki daya tarik tersendiri di pasar otomotif Indonesia. Desain mengotak yang identik dengan karakter mobil off-road, dimensi ringkas, serta kemampuan melibas berbagai medan membuat kendaraan ini tetap diminati, termasuk dalam kondisi bekas.

Menariknya, usia kendaraan tidak selalu membuat harga Suzuki Jimny turun secara signifikan. Mobil yang diproduksi beberapa tahun lalu masih ditawarkan dengan harga ratusan juta rupiah. Bahkan, untuk unit keluaran terbaru dan varian tertentu, banderolnya bisa mendekati harga mobil baru.

Berdasarkan iklan aktif di sejumlah platform jual beli daring per Oktober 2026, harga Suzuki Jimny bekas produksi 2019 hingga 2025 berada di kisaran Rp325 juta sampai Rp530 juta. Rentang harga tersebut mencakup Jimny 3 pintu dan 5 pintu, dengan perbedaan banderol yang dipengaruhi tahun produksi, varian, kondisi kendaraan, serta kelengkapan yang ditawarkan penjual.

Bagi calon pembeli, kondisi ini menjadi pertimbangan tersendiri. Di satu sisi, Jimny bekas menawarkan kesempatan memiliki SUV dengan kemampuan menjelajah medan yang tidak dimiliki semua mobil compact. Di sisi lain, calon pembeli perlu lebih cermat menghitung anggaran karena selisih harga antara unit bekas dan mobil baru pada beberapa tahun produksi terbilang tidak terlalu jauh.

Harga Suzuki Jimny Bekas Masih Bertahan

Pasar mobil bekas Suzuki Jimny memperlihatkan bahwa kendaraan ini memiliki daya tarik yang cukup kuat. Unit produksi 2019, misalnya, masih ditawarkan mulai Rp325 juta. Sementara itu, sejumlah unit produksi 2025 dipasarkan di kisaran Rp399 juta hingga Rp405 juta.

Untuk Jimny 3 pintu produksi 2019, harga yang ditawarkan berada di rentang Rp325 juta hingga Rp395 juta. Pada produksi 2020, banderolnya berkisar Rp339,5 juta sampai Rp395 juta.

Memasuki produksi 2021, harga yang tercantum dalam iklan aktif berada di kisaran Rp365 juta hingga Rp455 juta. Adapun unit produksi 2022 ditawarkan sekitar Rp340 juta sampai Rp390 juta.

Untuk produksi yang lebih muda, Jimny 3 pintu tahun 2023 berada di kisaran Rp371 juta hingga Rp384 juta. Unit tahun 2024 dipasarkan sekitar Rp390 juta sampai Rp400 juta, sedangkan produksi 2025 berada di kisaran Rp399 juta hingga Rp405 juta.

Sementara itu, Suzuki Jimny 5 pintu produksi 2024 memiliki rentang harga yang lebih lebar, yakni Rp385 juta hingga Rp530 juta. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya membandingkan varian dan kondisi kendaraan secara langsung sebelum menentukan pilihan.

Berikut daftar kisaran harga Suzuki Jimny bekas berdasarkan tahun produksi dan model.

| Model dan tahun produksi | Kisaran harga bekas |

| Jimny 3 pintu 2019 | Rp325–395 juta |
| Jimny 3 pintu 2020 | Rp339,5–395 juta |
| Jimny 3 pintu 2021 | Rp365–455 juta |
| Jimny 3 pintu 2022 | Rp340–390 juta |
| Jimny 3 pintu 2023 | Rp371–384 juta |
| Jimny 3 pintu 2024 | Rp390–400 juta |
| Jimny 3 pintu 2025 | Rp399–405 juta |
| Jimny 5 pintu 2024 | Rp385–530 juta |

Perlu dicatat, angka tersebut merupakan kisaran harga penawaran dalam iklan aktif per Oktober 2026, bukan harga transaksi yang sudah disepakati antara penjual dan pembeli. Harga akhir masih dapat berubah setelah proses negosiasi dan pemeriksaan kendaraan.

Kondisi mesin, jarak tempuh, riwayat servis, kelengkapan dokumen, varian, hingga lokasi penjualan juga menjadi faktor yang memengaruhi harga masing-masing unit.

Spesifikasi Suzuki Jimny 5 Pintu, Mesin 1.462 cc dan Penggerak 4WD

Selain model 3 pintu yang lebih dahulu dikenal di Indonesia, Suzuki Jimny 5 pintu menawarkan pilihan bagi konsumen yang membutuhkan akses kabin lebih praktis. Penambahan dua pintu belakang membuat mobil ini lebih mudah digunakan untuk membawa penumpang, terutama ketika baris belakang kerap dimanfaatkan.

Dari sisi dapur pacu, Suzuki Jimny 5 pintu menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.462 cc dengan konfigurasi empat silinder dan teknologi Variable Valve Timing (VVT).

Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 104,7 PS pada putaran 6.000 rpm. Sementara itu, torsi puncaknya mencapai 138 Nm pada 4.400 rpm.

Karakter mesin ini dipadukan dengan dua pilihan transmisi, yakni otomatis empat percepatan dan manual lima percepatan. Konsumen bisa menyesuaikan pilihan berdasarkan kebiasaan berkendara serta kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Salah satu daya tarik utama Jimny terletak pada sistem penggerak empat roda All Grip Pro. Sistem ini menyediakan mode 2H, 4H, dan 4L yang dapat digunakan sesuai kondisi medan dan prosedur pengoperasian kendaraan.

Mode tersebut memberi fleksibilitas ketika mobil digunakan di jalan beraspal maupun medan yang membutuhkan traksi lebih baik. Namun, pengemudi tetap perlu memahami fungsi setiap mode agar sistem penggerak digunakan secara tepat.

Pada bagian kaki-kaki, Suzuki Jimny menggunakan konstruksi gardan kaku dengan pegas koil. Untuk pengereman, mobil ini mengandalkan cakram berventilasi di bagian depan dan tromol di belakang.

Kombinasi tersebut mendukung karakter Jimny sebagai SUV yang dirancang untuk menghadapi kondisi jalan beragam. Ground clearance 210 mm juga menjadi salah satu keunggulan ketika mobil harus melewati jalan berbatu atau permukaan tidak rata.

Meski memiliki kemampuan menjelajah medan, Jimny tetap perlu dipilih berdasarkan kebutuhan. Konsumen yang menggunakannya sebagai kendaraan harian perlu mempertimbangkan kapasitas kabin, kenyamanan perjalanan jarak jauh, serta konsumsi bahan bakar yang dipengaruhi kondisi jalan dan gaya berkendara.

Dengan demikian, keputusan membeli Jimny tidak cukup hanya didasarkan pada desain dan kemampuan off-road. Kesesuaian kendaraan dengan aktivitas sehari-hari juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.

Mengapa Harga Suzuki Jimny Bekas Masih Tinggi?