Journalist Independent, MAKASSAR – Situasi pascatawuran di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung pada penangkapan seorang remaja berinisial Ilham (18).
Polisi menemukan ketapel dan anak panah busur yang dibawa pemuda tersebut ketika petugas menyisir lokasi tawuran pada Minggu dini hari, 11 Oktober 2026.
Ilham menarik perhatian petugas saat melintas menggunakan sepeda motor bersama seorang rekannya. Ia terlihat memegang busur ketika polisi masih berjaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Rekannya berhasil melarikan diri saat petugas melakukan pengamanan, sedangkan Ilham tidak dapat menghindari pemeriksaan.
Panit 2 Opsnal Polsek Makassar, Aiptu Abdul Rais, mengatakan petugas menduga Ilham berkaitan dengan aksi tawuran yang baru saja terjadi di kawasan tersebut. Polisi kemudian mengamankan remaja itu untuk memeriksa keterlibatannya sekaligus menelusuri alasan ia membawa senjata tersebut.
“Dia diduga ikut dalam tawuran. Setelah anggota tiba, dia datang dengan motor terus dia pegang busurnya,” ujar Abdul Rais kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).
Penangkapan tersebut berlangsung ketika polisi melakukan penyisiran di sekitar Jalan Gunung Bawakaraeng. Petugas masih berada di lokasi setelah menerima informasi mengenai tawuran. Kehadiran polisi bertujuan mengantisipasi kemungkinan kelompok yang terlibat kembali berkumpul atau melanjutkan bentrokan.
Pemadaman Listrik Saat Polisi Menyisir Lokasi
Abdul Rais menjelaskan, kondisi jalan yang gelap akibat pemadaman listrik menjadi salah satu situasi yang menyertai penangkapan tersebut. Saat itu, anggota Polsek Makassar masih bersiaga di sekitar lokasi, tetapi Ilham diduga tidak menyadari keberadaan petugas.
“Mereka sudah selesai tawuran, kami melakukan penyisiran tetapi mati lampu di lokasi. Dia tidak lihat anggota sementara stand by, terus dia pegang busurnya,” kata Rais.
Kondisi tersebut membuat polisi mencurigai gerak-gerik Ilham ketika melintas sambil membawa busur. Petugas kemudian mengamankannya untuk memastikan tujuan remaja itu berada di kawasan yang baru saja mengalami tawuran.
Polisi belum menyampaikan secara terperinci kelompok mana saja yang terlibat dalam bentrokan sebelumnya. Meski begitu, petugas menduga Ilham memiliki kaitan dengan potensi penyerangan terhadap kelompok bermotor di Makassar.
Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan apakah Ilham benar-benar terlibat dalam tawuran sebelumnya atau datang dengan tujuan lain. Dugaan polisi mengenai keterlibatannya menjadi bagian dari pemeriksaan yang harus didukung keterangan dan bukti.
Rekan Ilham Melarikan Diri
Saat kejadian, Ilham tidak berkendara seorang diri. Ia dibonceng oleh rekannya menggunakan sepeda motor ketika melintas di lokasi. Namun, situasi berubah setelah polisi melakukan pengamanan terhadap pemuda yang membawa busur tersebut.
Menurut Abdul Rais, rekan Ilham berhasil melarikan diri. Polisi belum mengungkap identitas orang tersebut maupun menjelaskan apakah petugas telah mengetahui keberadaannya.
“Dia dibonceng motor. Kalau untuk temannya itu berhasil kabur,” tutur Rais.
Keberadaan rekan Ilham menjadi salah satu hal yang dapat membantu polisi mengungkap rangkaian kejadian secara lebih utuh. Keterangan orang yang bersama Ilham berpotensi menjelaskan tujuan perjalanan mereka, asal senjata yang dibawa, serta kemungkinan hubungan keduanya dengan kelompok yang terlibat tawuran.
Meski demikian, informasi mengenai identitas rekan tersebut dan langkah kepolisian untuk mencarinya belum dijelaskan lebih lanjut. Polisi juga belum memaparkan apakah ada orang lain yang diamankan dalam penanganan kasus ini.
Ilham Mengaku Membawa Busur untuk Membela Diri
Dalam pemeriksaan awal, Ilham disebut memberikan alasan bahwa ia membawa busur karena merasa terancam akan diserang kelompok geng motor. Ia mengklaim senjata tersebut diperlukan untuk melindungi dirinya dari kemungkinan serangan.
Namun, polisi menilai alasan itu bertentangan dengan dugaan petugas mengenai tujuan kedatangannya ke lokasi. Abdul Rais menyebut Ilham justru diduga hendak menyerang kelompok bermotor, bukan sekadar mengantisipasi ancaman terhadap dirinya.
“Dia alasannya mau diserang geng motor padahal dia yang mau menyerang geng motor,” jelas Rais.
Pernyataan tersebut menggambarkan perbedaan antara keterangan awal Ilham dan dugaan polisi. Untuk memastikan duduk perkara, penyidik perlu mendalami keterangan remaja tersebut, memeriksa barang bukti, serta mengumpulkan informasi lain yang berkaitan dengan tawuran.
Pengakuan bahwa seseorang membawa senjata untuk membela diri tidak dengan sendirinya memastikan tujuan maupun tingkat keterlibatannya dalam suatu tindak pidana. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menguji keterangan tersebut berdasarkan fakta yang ditemukan penyidik.
Polisi Sita Ketapel dan Anak Busur
Dalam penangkapan itu, polisi menyita dua jenis barang bukti, yakni satu buah ketapel dan satu anak busur. Petugas membawa Ilham bersama barang bukti tersebut ke Markas Polsek Makassar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Penyidik akan mendalami asal-usul senjata, tujuan membawa perlengkapan tersebut, serta kemungkinan kaitannya dengan tawuran yang terjadi sebelum penangkapan. Keterangan Ilham juga perlu dicocokkan dengan informasi dari saksi dan hasil penyisiran petugas di lokasi.
Hingga keterangan yang disampaikan Abdul Rais, polisi belum memaparkan hasil akhir pemeriksaan maupun status hukum lanjutan terhadap Ilham. Rincian mengenai kelompok yang diduga menjadi sasaran dan identitas rekan yang kabur juga belum terungkap.
Kasus ini kembali menyoroti risiko tawuran dan penggunaan senjata berbahaya di jalanan Kota Makassar.
Polisi masih perlu memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh agar dugaan keterlibatan setiap pihak dapat dinilai berdasarkan bukti, bukan semata-mata asumsi.
Masyarakat yang mengetahui informasi terkait tawuran tersebut dapat membantu aparat dengan menyampaikan keterangan yang relevan melalui jalur resmi.
Sementara itu, perkembangan penanganan perkara Ilham masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Polsek Makassar.
Hingga saat ini diketahui pihak kepolisian khususnya dari polsek makassar juga masih melakukan serangkaian penyidikan guna memastikan penanganan perkara tersebut (*)






