Journalist Independent, SLEMAN – PSS Sleman akhirnya memetik kemenangan meyakinkan setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor 3-0 dalam lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). Hiromu Tanaka menjadi bintang tuan rumah lewat dua golnya, sedangkan Matheus Fornazari memastikan kemenangan melalui sundulan pada penghujung pertandingan.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Super Elang Jawa untuk memperbaiki perjalanan mereka pada awal musim. Setelah melewati tiga pertandingan pertama tanpa kemenangan, PSS akhirnya menunjukkan ketajaman di depan gawang sekaligus menjaga pertahanan agar tidak kebobolan.
Sebaliknya, PSM Makassar harus pulang tanpa membawa poin. Juku Eja kesulitan mengimbangi efektivitas serangan tuan rumah dan gagal memanfaatkan kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan sepanjang pertandingan.
Sejak peluit awal berbunyi, kedua tim berusaha mengambil inisiatif permainan. PSM mencoba membangun serangan untuk menekan pertahanan PSS, sedangkan tuan rumah perlahan menemukan ritme permainan dan membuka sejumlah peluang di area pertahanan tim tamu.
PSS kemudian memanfaatkan momentum pada pertengahan babak pertama. Permainan yang semakin terorganisasi membantu tuan rumah menekan pertahanan PSM hingga akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-34.
Hiromu Tanaka menyelesaikan peluang di depan gawang dan membawa PSS unggul 1-0. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain tuan rumah, sekaligus memaksa PSM mengubah pendekatan permainan untuk mencari gol penyeimbang.
PSM berusaha merespons sebelum turun minum, tetapi lini pertahanan PSS mampu menjaga keunggulan. Hingga wasit mengakhiri babak pertama, skor tetap bertahan 1-0 untuk Super Elang Jawa.
Memasuki babak kedua, PSM meningkatkan upaya untuk mengejar ketertinggalan. Tim asal Makassar itu membutuhkan gol cepat agar memiliki peluang kembali ke dalam pertandingan. Namun, PSS tidak membiarkan lawannya mengembangkan permainan dengan leluasa.
Tuan rumah tetap menjaga intensitas permainan dan menunggu kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal.
Pada menit ke-85, Tanaka kembali mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang PSS itu melepaskan tendangan terarah ke sudut gawang PSM yang gagal dihentikan penjaga gawang lawan. Gol keduanya mengubah kedudukan menjadi 2-0 dan semakin memperberat upaya Juku Eja untuk mengejar ketertinggalan.
Dua gol Tanaka sekaligus menegaskan perannya sebagai pembeda dalam pertandingan tersebut. PSS mampu memaksimalkan peluang pada momen penting, sementara PSM belum menemukan jawaban untuk menembus pertahanan tuan rumah.
PSS bahkan belum berhenti menyerang setelah unggul dua gol. Pada menit ke-90+2, Matheus Fornazari menyambut peluang melalui sundulan dan mencetak gol ketiga bagi tuan rumah. Gol tersebut memastikan PSS menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil ini memperlihatkan efektivitas penyelesaian akhir PSS. Tanaka menyumbangkan dua gol, sedangkan Fornazari melengkapi kemenangan melalui gol penutup yang semakin menegaskan dominasi tuan rumah pada penghujung laga.
Pieter Huistra Apresiasi Kerja Keras Pemain
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengapresiasi persiapan dan kerja keras para pemain yang menurutnya berkontribusi besar terhadap kemenangan atas PSM Makassar.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Internasional Maguwoharjo, Huistra menjelaskan bahwa timnya memanfaatkan masa persiapan selama tiga minggu untuk membenahi performa dan mematangkan strategi menghadapi Juku Eja.
“Kami memiliki waktu tiga minggu untuk mempersiapkan pertandingan ini dan kami memanfaatkannya dengan sangat baik,” katanya.
Menurut Huistra, para pemain menjalani latihan dengan intensitas tinggi selama periode tersebut. Tim pelatih menggunakan waktu persiapan untuk meningkatkan kesiapan fisik, memperbaiki permainan, dan membangun pemahaman taktik sebelum kembali menjalani pertandingan kompetitif.
Ia menilai kemenangan atas PSM menjadi hasil nyata dari proses latihan tersebut. Penampilan para pemain di lapangan juga membuatnya puas karena PSS mampu menjalankan permainan dengan baik dan mengamankan tiga poin.
“Menurut saya, kerja keras selalu membuahkan hasil. Hari ini kita bisa melihat tim bermain sangat baik, performa yang bagus, dan saya rasa kami sangat layak mendapatkan tiga poin ini,” ujarnya.
Huistra menilai kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tambahan poin, tetapi juga membangun kepercayaan diri pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Semangat dan energi positif di dalam tim menjadi modal yang ingin terus dipertahankan.
“Sekarang kami memiliki semangat, intensitas, serta energi yang sangat baik. Menyongsong pertandingan berikutnya, ini minggu yang menyenangkan,” katanya.
PSS Bangkit, PSM Perlu Berbenah
Kemenangan 3-0 memberikan kesempatan bagi PSS untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara Super League 2026/2027. Berdasarkan laporan klasemen seusai pertandingan, tambahan tiga poin membawa Super Elang Jawa naik ke peringkat ke-12.
Sementara itu, PSM Makassar berada di posisi ke-15 dengan koleksi dua poin. Hasil di Sleman menambah pekerjaan rumah bagi tim tamu untuk memperbaiki efektivitas serangan dan menemukan konsistensi permainan pada pertandingan selanjutnya.
Meski demikian, hasil satu pertandingan belum menentukan perjalanan kedua tim sepanjang musim. PSS tetap perlu menjaga konsistensi agar kemenangan ini menjadi titik awal kebangkitan, bukan sekadar hasil positif sesaat. Di sisi lain, PSM harus mengevaluasi performa untuk kembali bersaing dan memperbaiki posisi di klasemen.
Bagi Super Elang Jawa, kemenangan atas PSM menjadi suntikan kepercayaan diri setelah awal musim yang sulit. Dua gol Tanaka, penyelesaian akhir Fornazari, serta kerja keras pemain sepanjang pertandingan memberi PSS bekal penting untuk melanjutkan persaingan di Super League 2026/2027.
PSS kini memiliki momentum untuk membangun tren positif. Namun, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kemenangan di Maguwoharjo bukan hanya hasil dari persiapan yang matang, melainkan juga awal dari permainan yang lebih konsisten sepanjang kompetisi. (*)





