GAZA — Serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan Basir al-Barsh, putra Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Barsh. Kabar tersebut disampaikan otoritas kesehatan Gaza setelah sejumlah serangan terjadi di wilayah utara hingga tengah Gaza.
Basir tewas dalam serangan yang menghantam kawasan Jabalia di Gaza utara pada Sabtu (19/9/2026). Reuters melaporkan militer Israel menyatakan Basir termasuk orang yang menjadi target dalam serangan terhadap sejumlah militan pada hari itu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai operasi tersebut.
Dalam pemakaman putranya, Munir al-Barsh menyebut kematian Basir sebagai “kelanjutan dari kejahatan” Israel, menurut laporan AFP.
Basir Tewas di Jabalia
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan serangan udara menewaskan Basir al-Barsh di kawasan pengungsian di Jabalia. Laporan Al Jazeera menyebut Basir merupakan putra sulung Munir al-Barsh dan tewas setelah serangan pesawat nirawak di kawasan barat kamp pengungsi Jabalia.
Jenazah Basir kemudian dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa. Sejumlah rekaman yang diperoleh kantor berita menunjukkan Munir al-Barsh berada di rumah sakit saat jenazah putranya tiba.
Peristiwa tersebut kembali menambah duka bagi Munir. Reuters melaporkan ia sebelumnya kehilangan seorang putri dalam serangan udara Israel pada Desember 2023.
Anak 10 Tahun Ikut Tewas
Selain Basir, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun turut meninggal akibat luka yang dideritanya setelah terkena tembakan di utara kamp Nuseirat, Gaza tengah.
AFP melaporkan total sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam sejumlah serangan Israel pada Sabtu. Selain Basir dan anak perempuan tersebut, dua warga Palestina lainnya dilaporkan tewas dalam dua serangan terpisah di sekitar Kota Gaza. Beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Informasi mengenai korban tambahan tersebut berasal dari Rumah Sakit Al-Shifa dan Badan Pertahanan Sipil Gaza. Kedua lembaga tersebut beroperasi di wilayah yang dikuasai otoritas Hamas.
Israel Belum Beri Rincian Operasi
AFP melaporkan militer Israel belum memberikan tanggapan ketika dimintai komentar mengenai serangkaian serangan tersebut. Sementara itu, Reuters mencatat militer Israel mengatakan telah menyerang sejumlah militan di Gaza pada Sabtu, termasuk Basir al-Barsh.
Situasi tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan disepakati Israel pada Oktober 2025. Namun, serangan dan operasi militer masih terus berlangsung di Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan operasi terhadap Hamas akan terus dilakukan. Pemerintah Israel juga menyatakan tidak akan menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas menyerahkan seluruh persenjataannya.
Di sisi lain, laporan AFP menyebut serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.300 orang di Gaza sejak gencatan senjata diumumkan tahun lalu berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza. AFP mencatat data tersebut dinilai dapat diandalkan secara umum oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kematian Basir al-Barsh menambah daftar korban dalam rangkaian serangan terbaru di Gaza. Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan lebih rinci dari militer Israel mengenai serangan yang menewaskan putra pejabat kesehatan Gaza tersebut. (*)





