NEWS  

Warga Jakarta Menyambut Jalur Baru LRT hingga Manggarai

Antrean Mengular di Stasiun LRT Manggarai, Jakpro Sebut Penumpang Melonjak
LRT Jakarta, LRT Manggarai, Transportasi Jakarta.

JAKARTA โ€” Pintu kereta terbuka di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan. Beberapa penumpang segera bergerak keluar, sementara calon penumpang lain berdiri menunggu giliran masuk. Bunyi mesin tap bersahut-sahutan dengan langkah kaki warga yang datang dan pergi.

Pemandangan itu terlihat pada Jumat (18/9/2026), dua hari setelah layanan LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading mulai melayani masyarakat. Stasiun Manggarai tampak ramai. Sebagian penumpang terlihat sudah memahami arah perjalanan, sementara lainnya masih membaca petunjuk atau bertanya kepada petugas.

Sejumlah petugas berjaga di titik-titik stasiun. Mereka membantu penumpang yang hendak naik, turun, maupun mencari akses menuju peron.

Jalur baru ini perlahan mulai dikenal warga. Bagi sebagian penumpang, kehadiran rute Manggarai-Kelapa Gading bukan sekadar tambahan jalur transportasi, tetapi juga membuka pilihan baru untuk memangkas waktu perjalanan.

Mahasiswa Menjajal Jalur Baru

Iwan, mahasiswa BSI berusia 22 tahun, menjadi salah satu warga yang mencoba langsung perjalanan tersebut. Kampusnya berada di kawasan Rawamangun, wilayah yang kini terhubung dengan jalur LRT melalui Stasiun Velodrome.

โ€œExperience saya tentang tujuan Manggarai dan Kelapa Gading ini menurut saya bagus banget. Apalagi saya seorang mahasiswa yang kampusnya itu berada di daerah Rawamangun dan kebetulan banget rute ini melewati daerah Rawamangun yaitu pemberhentian Velodrome,โ€ ujar Iwan.

Menurut dia, perjalanan menggunakan LRT terasa nyaman. Waktu tempuh juga menjadi salah satu alasan ia melihat jalur tersebut dapat membantu aktivitas sehari-hari.

Iwan kemudian mencoba perjalanan langsung dari Manggarai menuju Kelapa Gading. Ia memperkirakan perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 30 menit.

โ€œSaya dari Manggarai coba langsung ke Kelapa Gading jaraknya itu sekitar 30 menit-an dan itu bagus banget buat mempersingkat waktu saya saat sedang ingin menuju ke kampus,โ€ katanya.

Ia juga menilai waktu perjalanan antarstasiun relatif singkat.

โ€œTiap rute itu 5 menit sampai 7 menit waktu tempuhnya, nggak lama-lama dan tiap pemberhentiannya berhenti sebentar langsung jalan lagi,โ€ ujarnya.

Namun, pengalaman itu tidak sepenuhnya tanpa kendala. Iwan menyoroti akses menuju stasiun yang menurutnya masih perlu diperbaiki.

โ€œSaya merasa akses dari Manggarai ke Kelapa Gading itu masih sulit karena JPO-nya itu belum disambung. Jadinya dari parkiran motor sampai dengan stasiun LRT-nya itu sangat jauh,โ€ ungkapnya.

Selain akses, persoalan lain muncul pada proses tap in dan tap out. Menurut Iwan, kendala pada kartu milik sejumlah penumpang membuat antrean di pintu masuk dan keluar menjadi lebih panjang.

โ€œAda antrean panjang di pintu masuk LRT, jadi ketika ingin tap in dan tap out, ada beberapa orang yang bermasalah dengan kartunya yang memperlambat proses masuk dan keluar di pintu LRT,โ€ katanya.

Bukan Hanya untuk Mahasiswa

LRT tidak hanya menarik perhatian mahasiswa. Bagi pekerja yang setiap hari bepergian menuju pusat Jakarta, jalur baru tersebut memberikan alternatif perjalanan dari kawasan Rawamangun menuju Manggarai.

Bondan Prakoso Wijaya, 33 tahun, merupakan salah satu pekerja yang tinggal di Rawamangun. Setiap hari ia bergerak menuju kawasan pusat Jakarta untuk bekerja. Kehadiran stasiun di sekitar Rawamangun dan jalur yang tersambung hingga Manggarai membuat LRT menjadi salah satu pilihan perjalanan rutinnya.

โ€œKalau dari Rawamangun ke Manggarai menurut saya cukup membantu ya, apalagi buat yang setiap hari kerja ke arah pusat kota. Jadi nggak perlu terlalu lama di jalan dan waktunya juga sudah jelas,โ€ kata Bondan.

Bagi pekerja yang setiap hari harus memperhitungkan waktu berangkat dan tiba, kepastian perjalanan menjadi pertimbangan penting. Kondisi lalu lintas Jakarta dapat berubah sepanjang hari, sedangkan kereta bergerak pada jalurnya sendiri dengan waktu perjalanan yang lebih mudah diperkirakan.

Namun, kecepatan perjalanan di dalam kereta tetap berkaitan dengan akses menuju stasiun. Warga membutuhkan jalur yang praktis dari rumah menuju stasiun dan dari stasiun menuju tempat tujuan.

โ€œKalau akses dari rumah ke stasiunnya gampang, menurut saya LRT ini bisa jadi pilihan buat perjalanan sehari-hari. Tapi kalau harus muter atau pindah kendaraan terlalu banyak, manfaat cepatnya di dalam kereta bisa jadi berkurang,โ€ ungkapnya.

Jalur Baru dan Lima Stasiun

Perpanjangan LRT Jakarta menuju Manggarai menambah jalur sepanjang 6,4 kilometer dari Velodrome. Jalur tersebut menghadirkan lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Sebelumnya, LRT Jakarta melayani rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang sekitar 5 kilometer sejak 2019. Setelah diperpanjang, total panjang jalur Kelapa Gading hingga Manggarai mencapai 12,2 kilometer.

Pembangunan jalur dari Velodrome menuju Manggarai dilakukan PT Waskita Karya. Sementara itu, operasional LRT Jakarta berada di bawah PT Jakarta Propertindo atau Jakpro.

Stasiun Manggarai menjadi titik penting dalam jaringan tersebut karena terhubung dengan sejumlah moda transportasi lain. Dari stasiun ini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line, TransJakarta, maupun kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Kehadiran koneksi antarmoda itu membuat jalur LRT tidak hanya menghubungkan Kelapa Gading dan Manggarai. Jalur tersebut juga membuka pilihan perpindahan perjalanan bagi warga yang menuju berbagai kawasan di Jakarta.

Pemerintah Targetkan 80 Ribu Penumpang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai dilakukan sepenuhnya oleh Jakpro sebagai BUMD. Proyek tersebut menggunakan pendanaan dari APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan nilai investasi mencapai Rp12,1 triliun.

โ€œLRT dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai ini panjangnya 12,2 km, investasinya Rp12,1 triliun dalam satu trainset 270 penumpang,โ€ kata Pramono.

Pemerintah menargetkan layanan tersebut dapat mengangkut sekitar 80 ribu penumpang setiap hari. Target itu menunjukkan bahwa masa awal pengoperasian menjadi tahap untuk memperkenalkan layanan sekaligus membentuk kebiasaan baru dalam menggunakan transportasi publik.

โ€œBapak Presiden kalau ini sudah dijalankan maka hariannya kurang lebih 80 ribu penumpang setiap harinya,โ€ ujar Pramono.

Untuk menarik masyarakat mencoba layanan tersebut, pemerintah memberikan tarif khusus selama masa sosialisasi. Selama delapan hari pertama, warga dapat menggunakan LRT dengan tarif Rp8.

โ€œSelama 8 hari kami menyampaikan bagi warga Jakarta yang akan menggunakan selama 8 hari tarifnya Rp8 perak. Saya yakin sosialisasi selama 8 hari ini masyarakat akan merasakan kenyamanan menggunakan LRT Jakarta ini,โ€ jelasnya.

Tarif khusus itu memberi kesempatan kepada warga yang sebelumnya belum pernah menggunakan LRT untuk mencoba jalur baru tersebut. Mereka dapat merasakan langsung perjalanan dari satu kawasan ke kawasan lain, sekaligus menilai kemudahan akses, waktu tempuh, dan perpindahan antarmoda.

Di Stasiun Manggarai, perjalanan itu mulai terlihat sebagai bagian dari rutinitas baru. Ada mahasiswa yang mengejar waktu kuliah, pekerja yang menuju pusat Jakarta, dan warga yang sekadar mencoba jalur baru.

Bagi mereka, perjalanan dengan LRT bukan hanya soal seberapa cepat kereta bergerak. Pengalaman perjalanan juga ditentukan oleh seberapa mudah penumpang mencapai stasiun, melakukan perpindahan moda, hingga melanjutkan perjalanan setelah turun dari kereta.

Jalur Manggarai-Kelapa Gading kini telah terbuka. Tantangan berikutnya adalah bagaimana jalur tersebut menjadi pilihan yang benar-benar mudah dijangkau dan digunakan dalam keseharian warga Jakarta. (*)