Kader Golkar Sulsel Diminta Melek Medsos, IAS: Jangan Cuma Kerja di Lapangan tapi Bisu

Journalist Independent
Ketua Golkar Sulsel IAS
Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). (dok. HO)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader dan pengurus partai tidak gagap menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat di era digital. Ia menilai, kerja politik saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pertemuan langsung dan aktivitas di lapangan. Kader juga harus aktif membangun komunikasi melalui media sosial.

Pesan itu disampaikan IAS saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Media dan Semiloka Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).

Menurut IAS, media sosial kini menjadi salah satu ruang utama masyarakat untuk mencari informasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus membicarakan persoalan sehari-hari. Karena itu, partai politik harus menyesuaikan diri agar tidak kehilangan kedekatan dengan konstituennya.

Ia secara khusus meminta jajaran Golkar Sulsel, mulai dari tingkat provinsi hingga desa, lebih aktif memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan program dan kerja nyata partai kepada masyarakat.

“Politik itu dasarnya soal perasaan dan kepercayaan masyarakat. Pengurus Golkar di Sulsel, dari tingkat provinsi sampai desa, jangan cuma kerja di lapangan tapi bisu di medsos. Kita harus makin aktif memakai media sosial dan teknologi baru untuk memperlihatkan kerja nyata Golkar kepada warga,” ujar IAS.

Bagi IAS, kehadiran kader di ruang digital bukan semata-mata untuk meningkatkan popularitas atau meramaikan akun media sosial. Lebih dari itu, media sosial harus menjadi sarana untuk membaca persoalan yang sedang dihadapi masyarakat dan meresponsnya dengan tepat.

Ia mencontohkan, ketika warga mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan atau kenaikan harga kebutuhan pokok, pesan politik yang disampaikan kader seharusnya berangkat dari persoalan tersebut. Bukan sekadar mengunggah kegiatan seremonial partai.

Baca Juga  Pengurus Golkar Sulsel Temui Bahlil Bahas Pelantikan di Makassar

“Peka terhadap suara rakyat itu kuncinya. Kalau masyarakat sedang mengeluh susah mencari kerja atau harga bahan pokok naik, narasi kita harus ke sana. Kita dengar dulu apa maunya rakyat, baru kita bantu mencari jalannya,” tegasnya.

IAS juga mengingatkan pentingnya peran kader dalam menangkal hoaks dan informasi menyesatkan yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurut dia, pengurus yang memiliki kecakapan media dan digital akan lebih cepat memberikan penjelasan ketika muncul persoalan di daerah.

“Pengurus yang melek media saya yakini bisa tanggap memberikan penjelasan yang jujur dan terang kepada masyarakat setiap ada masalah di daerah,” katanya.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode, 2004–2014, itu menilai pendekatan komunikasi digital juga penting untuk menjangkau generasi muda. Kelompok ini, menurutnya, cenderung lebih tertarik pada informasi yang dikemas secara kreatif, jujur, dan mudah diakses melalui telepon genggam.

Karena itu, IAS mendorong kader Golkar Sulsel lebih kreatif dalam memproduksi konten digital, terutama untuk memperkenalkan kegiatan positif dan kontribusi partai di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, IAS didampingi Ketua Harian Golkar Sulsel Supriansa dan Sekretaris DPD Golkar Sulsel Rahman Pina. DPD Golkar Sulsel mengutus empat delegasi untuk mengikuti rangkaian agenda nasional tersebut.

Rakornas Media, Digital, dan Semiloka AI itu diselenggarakan Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji. (man)