NEWS  

Giring Hibur Siswa Sekolah Rakyat di Sulsel, Suasana Mendadak Meriah

Journalist Independent
Wamen Giring
Wamen Giring Ganesha saat menghibur siswa-siswi sekolah rakyat di Makassar. (Izza/JI)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menghibur siswa-siswi sekolah rakyat dalam acara peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda, di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Giring yang dulu vokalis Band Nidji bernanyi sejumlah lagu untuk para siswa, guru hingga orang tua di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026). Nyanyiannya diawali dengan lagu Laskar Pelangi yang diikuti semua hadirin.

Giring bahkan mempersiapkan lagu untuk sekolah rakyat yang saat ini masih dalam proses pembuatan. Ia diminta secara khusus oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Bahkan kedatangannya di GOR Sudiang ini adalah permintaan langsung oleh Gus Ipul sapaan akrab Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Giring datang dengan isterinya.

Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

Tak hanya penampilan Giring, penampilan para siswa sekolah rakyat ini juga menghibur para penonton. Bakat yang dimiliki siswa-siswi sekolah rakyat pun diakui dalam sejumlah perlombaan.

Kegiatan ini berjalan meriah, dengan berbagai penampilan dari siswa Sekolah Rakyat. Sebanyak 741 siswa datang dari berbagai penjuru Indonesia, dengan satu tujuan, yaitu menunjukan bahwa jika diberi kesempatan, anak-anak dari keluarga kurang mampu juga mampu berprestasi.

Ada penampilan tarian tradisional khas dari Aceh, Sulawesi, Papua, dan NTT, lalu ada penampilan karate, pencak silat, pramuka dan baris variasi. Suara hentakan kaki menggema memenuhi GOR Sudiang saat siswa mulai menampilkan baris variasi, para peserta di setiap sudut tribun bertepuk tangan terkagum.

Kemudian, ada juga penampilan drama teatrikal, para siswa menunjukan bakatnya dalam berakting, pembacaan puisi, hingga bernyayi, hingga pembacaan teks sumpah pemuda.

Sebanyak kurang lebih 7 ribu peserta hadir dalam kegiatan ini mulai dari siswa Sekolah Rakyat, orang tua siswa, para kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, SDM PKH, Tagana, TKSK, PSM, dan pilar-pilar sosial lainnya. Sementara itu, puluhan ribu lainnya mengikuti acara secara daring dari Sekolah Rakyat dan Sentra Kemensos di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Terungkap! Pramugari Florencia Wibosono Jadi Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Meski baru berjalan satu tahun, para siswa Sekolah Rakyat telah mencatatkan prestasi gemilang, di antaranya 11 prestasi internasional, lebih dari 200 prestasi nasional, serta lebih dari 1.100 siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, dan sains.

Dari lulusan tingkat SMA tahun ini, 12 anak telah mendapatkan kepastian masa depan: 7 siswa diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa penuh, dan 5 siswa langsung bekerja sesuai minat dan bakatnya.

Tidak Dibuka Pendaftaran

Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan berbasis penjangkauan. Berangkat dari data, para pendamping sosial mendatangi langsung anak-anak keluarga kurang mampu dari pintu ke pintu di 497 kabupaten/kota. Dari proses penjangkauan tersebut, ditemukan kenyataan menyentuh bahwa lebih dari 180 ribu anak usia sekolah ternyata sudah bekerja demi membantu ekonomi keluarga.

Setelah dijangkau, Gus Ipul menerangkan, langkah awal yang dilakukan mencakup Pemeriksaan Kesehatan dan Pemulihan Psikologis, Matrikulasi dan Pemetaan Bakat (Talent DNA). Hasilnya, dari 11 ribu anak yang telah dipetakan bakatnya, menunjukkan bahwa 4 dari 10 anak memiliki bakat kuat di bidang sains dan teknologi.

Saat ini, proses pengasuhan dan pembelajaran di Sekolah Rakyat didukung oleh hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama. Pendekatan yang diterapkan mencakup tiga perubahan utama, yakni fisik (gizi/kesehatan), mental (kepercayaan diri/karakter), dan akademik.

“Mereka bukan sekedar pendidik dan pengasuh. Mereka adalah ayah dan ibu kedua bagi anak-anak,” ucap Gus Ipul mengapresiasi guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat Tahap II Dibangun 100 Titik