Hingga saat ini, Sekolah Rakyat terus berkembang, mencakup pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat Permanen, 93 titik di antaranya sudah beroperasi dan 7 titik lainnya dalam proses pembangunan. Saat ini juga terdapat 82 Sekolah Rakyat Rintisan, sehingga total ada 182 titik sekolah yang melayani 44 ribu siswa.
Tidak hanya membina anak, negara juga melakukan pemberdayaan menyeluruh terhadap keluarga siswa. Seluruh keluarga siswa dipastikan menerima bantuan sosial (bansos) lengkap dan lebih dari 10.000 rumah orang tua siswa telah diperbaiki (bedah rumah). Selain itu, lebih dari 11.000 orang tua menerima bantuan modal usaha dan lebih dari 9.000 orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI.
Sekolah Rakyat Kurangi Kemiskinan
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh Kementerian/Lembaga yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat.
Sudirman menuturkan tidak sedikit anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat diwilayahnya.
“Maka kami apresiasi, atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, selaku Gubernur, mengucapkan terima kasih, Kepada Pak Presiden Prabowo Subianto, beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi, melaksanakan program ini, untuk generasi emas kita 2045,” kata Sudirman.
Menurut Andi Sudirman, Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita.
Ia berharap program tersebut dapat melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan Indonesia pada masa mendatang.
“Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari SR,” tuturnya.
Saat ini, Sulawesi Selatan telah memiliki sembilan Sekolah Rakyat yang beroperasi, sementara tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pengembangan program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Andi Sudirman menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus mendukung pelaksanaan dan pengembangan Sekolah Rakyat melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Founder ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.
Kemudian, hadir Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kemensos, para staf khusus menteri, tenaga ahli menteri sosial, serta pejabat terkait lainnya. (iz)






