NEWS  

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar di Indonesia

Journalist Independent
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP
Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. (dok. Carl De Souza/AFP)

Journalist Independent.com, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan keputusan Pemerintah Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap memberikan izin penyelenggaraan konser penyanyi Andrea Bocelli, di Candi Borobudur dan Jakarta.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menilai keputusan tersebut tidak konsisten dan bertentangan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji, untuk menghormati dan mengikuti sepenuhnya keputusan serta Arahan MUI mengenai konser Andrea Bocelli.

“Saya sangat menyesalkan keputusan pemerintah yang ternyata tidak ‘tegak lurus’ (istilah yang disebut pejabat Kementerian Pariwisata usai pertemuan dengan MUI) dengan sikap dan pernyataan resmi MUI serta aspirasi masyarakat,” kata Prof Sudarnoto dikutip dari mui digital, Kamis (28/10/2026).

Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI telah menyampaikan masukan dan pesan resmi kepada pemerintah terkait rekam jejak Bocelli.

Berdasarkan sumber kelompok zionis di Amerika Serikat, Bocelli tercatat pernah tampil dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel (IDF) pada tahun 2010.

Dia menyebut Tentara Israel (IDF) dengan sangat nyata, dan semua orang tahu, adalah pelaku kejahatan yang sangat brutal dan sadis, yaitu genosida yang berlangsung sampai hari ini.

“Bocelli memang bukan zionis dan lirik-lirik lagunya bagus, melainkan tindakannya tampil bernyanyi di acara penggalangan dana FIDF membuktikan dukungannya kepada mesin pembunuh zionis,” ujar Prof Sudarnoto.

Prof Sudarnoto menegaskan, sebagai penyanyi internasional, Bocelli meyakini paham siapa IDF saat menyanggupi tampil dalam acara tersebut.

Oleh karena itu, persetujuan MUI dan elemen masyarakat didasarkan pada alasan kemanusiaan dan penolakan terhadap penjajahan, bukan alasan lainnya.

“Saya sungguh heran Indonesia bisa dijadikan tempat konser bagi seseorang yang nyata telah memberikan dukungan kepada pasukan penjajah,” tutur dia.

Baca Juga  Terinspirasi Ayat Alquran, Pemuda Muslim Ini Terobos Bus Tak Terkendali dan Selamatkan 19 Siswa

Padahal, kata dia, amanat Pembukaan UUD 1945 sangat jelas. Seharusnya pemerintah menunjukkan komitmen sungguh-sungguh untuk menghapuskan penjajahan, bukan malah menerima seseorang yang nyata mendukung tentara penjajah.

Terkait adanya informasi mengenai bantuan 100 ribu pasang sepatu yang dikaitkan dengan kedatangan penyanyi tersebut, Prof Sudarnoto menilai hal itu tidak relevan dan tidak sebanding dengan kejahatan kemanusiaan di Palestina.

Dia menyebutkan soal sumbangan 100 ribu pasang sepatu, itu tidak relevan dikaitkan dengan persetujuan MUI dan masyarakat, apalagi jika sumbangan itu berasal dari promotor.

“Dan 100 ribu pasang sepatu sama sekali tidak sebanding dengan kebrutalan IDF yang membunuhi penduduk Gaza,” tuturnya.

MUI Masih Berharap Konser Dibatalkan

Meski pelaksanaan konser tinggal menghitung hari, MUI masih berharap pemerintah mau meninjau kembali izin yang telah dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto demi kemaslahatan umum dan keadilan bagi bangsa Palestina.

Di sisi lain, Prof Sudarnoto juga menyampaikan pesan langsung kepada Bocelli dan tim manajemennya untuk menunjukkan iktikad baik secara terbuka. Dia mengingatkan Jika Bocelli sekarang benar-benar cinta kemanusiaan, tolong tunjukkan tidak hanya dari lagu-lagunya. Buatlah pernyataan penyesalan atas keikutsertaannya dalam penggalangan dana untuk IDF, meskipun itu kesalahan masa lalu.

“Semoga Bocelli dan manajemennya bisa mempertimbangkan hal ini dengan baik,” tutur dia.

Konser Tetap Berlangsung di Jakarta dan Borobudur