Kebakaran Lahan di Poso Hanguskan 10 Hektare, Warga dan TNI Bergerak

Journalist Independent
Ilustrasi kebakaran lahan.

POSO – Kebakaran lahan di Desa Runde, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menghanguskan sekitar 10 hektare area milik warga pada Selasa (1/9/2026). Api melalap perkebunan cokelat, padang rumput, dan semak belukar sebelum personel TNI, kepolisian, serta masyarakat berhasil memadamkannya sekitar pukul 16.50 Wita.

Kebakaran terjadi di kawasan Poraigoa hingga Tawiri sekitar pukul 14.30 Wita. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar ke area sekitarnya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memadamkan api secara manual untuk mencegah kobaran meluas ke lahan lain dan mendekati permukiman.

Dari perkiraan luas lahan yang terbakar, sekitar 2 hektare merupakan perkebunan tanaman cokelat, sedangkan 8 hektare lainnya berupa padang rumput dan semak belukar. Kebakaran tersebut tidak hanya mengancam vegetasi di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas warga yang menggantungkan penghidupan pada lahan perkebunan.

Setelah menerima laporan, Komandan Kodim 1307/Poso memerintahkan Danramil 1307-03/Bada Kapten Inf Sunarno mengerahkan personel untuk membantu masyarakat menangani kebakaran. Personel TNI kemudian bergabung dengan anggota kepolisian dan warga untuk memadamkan api serta membatasi pergerakannya.

Petugas dan masyarakat melakukan pemadaman secara manual. Mereka juga membuat sekat untuk menghambat penjalaran api ke area lain. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terutama ketika api bergerak cepat di tengah kondisi lahan yang mengering.

Upaya bersama itu berlangsung selama lebih dari dua jam. Setelah berjibaku di lokasi, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan kobaran sekitar pukul 16.50 Wita. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Lahan Kering Mempercepat Penjalaran Api

Kondisi vegetasi yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menjalar. Rumput dan semak belukar yang mengering dapat menjadi bahan bakar bagi api, terutama ketika kebakaran bermula di area terbuka dan belum segera terkendali.

Baca Juga  Resmob Polda Sulsel Tangkap Pria yang Diduga Produksi dan Jual Busur di Makassar

Dalam kondisi seperti itu, pemadaman perlu dilakukan secepat mungkin sebelum api menjangkau area yang lebih luas. Warga yang pertama kali melihat kebakaran berupaya menahan pergerakan api sambil menunggu bantuan personel. Kehadiran aparat kemudian memperkuat upaya pemadaman dan penyekatan di sekitar lokasi.

Meski api berhasil dipadamkan pada sore hari, penanganan tidak langsung berakhir. Personel TNI bersama masyarakat tetap memantau kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala. Langkah ini penting karena bagian lahan yang masih panas dapat memicu kebakaran ulang apabila kondisi sekitarnya tetap kering.

Pemantauan pascapemadaman juga membantu petugas mengenali area yang masih berisiko. Warga perlu menghindari lokasi yang masih mengeluarkan asap atau menunjukkan tanda pembakaran karena bara dapat kembali memicu api, terutama ketika angin membawa percikan ke vegetasi kering.

Selain memastikan api tidak kembali menyala, masyarakat perlu memperhatikan keselamatan saat berada di sekitar area bekas kebakaran. Warga sebaiknya tidak mendekati titik yang masih berasap dan segera melaporkan jika menemukan api baru kepada aparat setempat.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Pihak terkait belum memastikan penyebab kebakaran di kawasan Poraigoa hingga Tawiri. Dugaan awal mengarah pada puntung rokok yang dibuang sembarangan, tetapi dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman dan belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti.

Penentuan penyebab kebakaran membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi awal api serta keterangan dari pihak yang mengetahui kejadian. Karena itu, masyarakat perlu membedakan dugaan awal dari hasil penyelidikan yang telah terkonfirmasi.

Jika puntung rokok memang menjadi pemicu, kejadian tersebut menunjukkan bagaimana tindakan sederhana dapat menimbulkan dampak luas ketika dilakukan di area yang rawan terbakar. Puntung rokok yang belum benar-benar padam berpotensi menyulut rumput atau semak kering, kemudian memicu api yang sulit dikendalikan.

Baca Juga  MK Bacakan Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Malam Ini

Namun, tanpa hasil pemeriksaan yang memastikan sumber api, tidak tepat menyimpulkan bahwa tindakan tersebut menjadi penyebab kebakaran di Desa Runde. Pihak berwenang masih perlu memastikan faktor yang memicu kejadian sebelum menyampaikan kesimpulan.

Masyarakat di sekitar kawasan perkebunan juga perlu menghindari pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memunculkan percikan api di lahan kering. Apabila menemukan asap atau titik api, warga sebaiknya segera memberi tahu aparat desa, petugas pemadam, atau pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Kewaspadaan tersebut penting karena kebakaran lahan dapat merusak tanaman produktif, mengganggu kegiatan pertanian, serta mengancam area lain yang berada di sekitar titik api. Penanganan dini dapat membantu mengurangi dampak, meskipun keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi lokasi, ketersediaan peralatan, dan kecepatan respons.

Kewaspadaan Karhutla di Poso

Kebakaran di Desa Runde terjadi ketika sejumlah wilayah Kabupaten Poso menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan. Dalam laporan yang diterbitkan pada 8 September 2026, BPBD Poso menyebut sekitar 427 hektare lahan terdampak kebakaran selama Agustus hingga September. Data tersebut merupakan akumulasi kejadian di tingkat kabupaten, bukan luas kebakaran di Desa Runde saja.

Data itu memperlihatkan pentingnya koordinasi dalam penanganan kebakaran lahan di Poso. Pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, dan masyarakat perlu saling mendukung dalam pemantauan serta penanganan titik api, terutama ketika beberapa lokasi menghadapi risiko kebakaran dalam periode yang berdekatan.

Peran masyarakat menjadi penting karena warga sering kali menjadi pihak pertama yang melihat kemunculan api. Pelaporan cepat dapat membantu aparat menentukan langkah penanganan sebelum kobaran menjalar lebih luas. Di sisi lain, masyarakat perlu mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil risiko dengan mendekati api tanpa perlengkapan memadai.

Baca Juga  Demo di Bundaran HI Berakhir Tertib, Polisi Amankan 21 Orang Bawa Barang Berbahaya

Untuk mencegah kejadian serupa, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga perlu menjaga area perkebunan tetap aman serta segera melaporkan tanda-tanda kebakaran kepada aparat setempat.

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di Desa Runde akhirnya berhasil dipadamkan tanpa laporan korban jiwa. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Sementara penyebab kejadian masih didalami, kewaspadaan warga dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas di wilayah Lore Selatan.