Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menjelaskan dukungan pemerintah bagi anggota Tagana yang selama ini membantu penanganan bencana di berbagai daerah.
Ia menyebut lebih dari 30.000 anggota Tagana di seluruh Indonesia tercatat menerima insentif dari Kemensos sebesar Rp250.000 per bulan.
Gus Ipul menegaskan, dana tersebut merupakan insentif sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian anggota Tagana, bukan honorarium.
“Kita punya sekitar 30.000 lebih Tagana seluruh Indonesia yang tercatat, dan mendapatkan insentif dari Kementerian Sosial sebesar Rp250.000 per bulan,” jelasnya.
Selain insentif bulanan, anggota Tagana yang mendapat penugasan saat terjadi bencana juga memperoleh dukungan khusus sebesar Rp250.000 per hari selama bertugas.
Dukungan harian itu diberikan berdasarkan penugasan, sehingga tidak diterima secara otomatis oleh anggota yang tidak sedang menjalankan tugas penanganan bencana.
“Nanti beda lagi pada saat dia bertugas di saat bencana. Itu ada dukungan untuk Tagana yang bertugas. Ada dukungan khusus sebesar Rp250.000 per hari,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa dukungan tersebut hanya diberikan selama anggota Tagana menjalankan tugas sesuai penugasan.
“Jadi itu pada saat bencana dan pada saat dia bertugas. Kalau enggak bertugas, ya enggak,” pungkasnya.
Apel Santiaji Tagana tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, serta kepala dinas sosial dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. (iz)






