Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi dikabarkan membatalkan langkahnya untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
Informasi tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Takalar, Zulkarnain Arif. Ia mengaku telah menerima penyampaian langsung dari Appi.
“Iya, itu yang diungkapkan ke saya kemarin,” kata Zulkarnain, Rabu, 15 Juli 2026.
Kata Zulkarnain, Appi tidak hanya membatalkan rencana mengembalikan formulir pencalonan.
Ia juga dipastikan tidak menghadiri Musda Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Claro Makassar pada 18 Juli mendatang. Zulkarnaen menyebut Appi memilih berangkat menunaikan ibadah umrah pada waktu yang bersamaan.
“Beliau tidak hadir di Musda karena memilih berangkat umrah,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Zulkarnain, dalam perbincangan terakhir yang mereka lakukan, Appi juga menyampaikan rencananya untuk keluar dari Partai Golkar sepulang dari Tanah Suci.
“Rencananya pamit dari Golkar sekembalinya dari umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya,” katanya. Batalnya Appi mengembalikan formulir pencalonan berkaitan dengan salah satu persyaratan administrasi yang dinilai tidak dapat dipenuhi.
Dari 13 syarat yang ditetapkan Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Sulsel, terdapat satu poin yang menjadi kendala bagi Appi.
Pada poin ke tujuh disebutkan kewajiban melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam pendidikan dan pelatihan yang diterbitkan Partai Golkar.
“Appi tidak mengembalikan formulir karena ada satu poin yang tidak dimiliki. Itu syarat pada poin tujuh mengenai sertifikat atau piagam yang diterbitkan Golkar,” beber Zulkarnaen.
Meski demikian, Zulkarnain mengaku tidak mengetahui apakah ketentuan tersebut merupakan syarat tambahan yang ditetapkan panitia atau memang mengacu pada aturan organisasi partai.
IAS Lebih Dulu Ambil Formulir
IAS sebelumnya telah mengambil formulir pencalonan dan mengklaim memperoleh dukungan mayoritas pemilik suara pada Musda.
IAS sendiri mengaklaim telah mengantongi dukungan dari 22 DPD kabupaten/kota setelah mendapat diskresi dari Ketua Golkar, Bahlil Lahadalia. Appi dan IAS sama-sama mengambil formulir pendaftaran pada Senin, 13 Juli 2026 meski keduanya diwakili oleh tim masing-masing.
IAS sendiri sudah mengembalikan formulir sehari setelahnya atau Selasa, 14 Juli 2026 lalu.
Munafri Arifuddin sendiri bukan sosok baru di Partai Golkar. Pada 2021, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar dan memimpin partai berlambang pohon beringin itu hingga sekarang.
Musda XI Partai Golkar Sulsel dijadwalkan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Hotel Claro Makassar dan dihadiri langsung Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Forum tersebut akan menentukan nahkoda baru Partai Golkar Sulsel untuk masa bakti 2025-2030 sekaligus menjadi momentum konsolidasi partai menjelang agenda politik berikutnya.
IAS Sebentar Lagi Dilantik Bahlil
Pelantikan Ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025–2030 akan digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pesta rakyat untuk memperingati HUT ke-62 Partai Golkar di pelataran Pipo Makassar.
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, mengatakan kedua agenda tersebut disiapkan untuk memperkuat konsolidasi kader sekaligus melibatkan masyarakat dalam perayaan ulang tahun partai.
“Terkait dua agenda besar Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pelantikan pengurus periode 2025-2030,” katanya di Kantor DPD I Partai Golkar Sulsel, Jumat 23 Oktober 2026.
Pelantikan, kata dia, dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 Wita, setelah prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pesta rakyat yang menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Ilham mengatakan panitia memperkirakan sekitar 3.000 hingga 4.000 kader akan menghadiri pelantikan. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
“Karena kenapa, dipelantikan begitu banyak yang ingin hadir dari teman-teman, kader-kader kita dari daerah,” ucapnya.
Tingginya antusiasme kader terlihat dari rencana kedatangan rombongan dari daerah. Menurut Ilham, sejumlah pengurus daerah berencana membawa puluhan hingga seratus orang untuk mengikuti pelantikan tersebut.
“Karena memang teman-teman daerah sangat merindukan dan ingin berikan beliau hadir, sehingga Hampir rata-rata daerah membawa rombongan 50-100 orang,” ungkapnya.
Namun, kapasitas gedung tempat pelantikan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan panitia. Kata IAS, tempat yang disiapkan dengan pengaturan kursi hanya mampu menampung sekitar 2.500 orang.
“Kami sudah sampaikan bahwa kapasitas daya tampung gedung yang ada yang disiapkan kursi itu cuman kurang lebih 2.500 orang,” tuturnya. (sya)






