Kemenhub Kerahkan Tiga Kapal Negara Perkuat Operasi SAR KMP Virgo Hari ke-14

Journalist Independent
Kapal Negara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub
(Dok: Kemenhub)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan tiga Kapal Negara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan korban KMP Virgo Transport 8 yang memasuki hari ke-14.

Ketiga kapal tersebut yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar. Ketiganya bergabung bersama tim SAR gabungan yang mengerahkan unsur laut, udara, serta personel penyelam dari sejumlah instansi.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro mengatakan operasi pencarian masih difokuskan pada penyelaman di badan KMP Virgo Transport 8, pencarian dan evakuasi korban, serta pemutakhiran data secara terintegrasi.

“Dari unsur laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit dan KN Miang Besar untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR,” kata Hary, dikutip dari Antara, Minggu (27/9/2026).

Dukungan operasi juga diperkuat dengan fasilitas penampungan sementara jenazah. KN Kunyit telah berada di area operasi dan disiapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1.

Kapal tersebut dilengkapi reefer container yang dapat digunakan sebagai fasilitas penampungan sementara jenazah apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah banyak.

“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” jelas Hary.

Sementara itu, KN Miang Besar pada Sabtu (26/9) telah bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memuat reefer container. Setelah pemasangan dan persiapan selesai, kapal tersebut akan bergabung dalam operasi pencarian.

Dengan demikian, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang disiapkan dengan fasilitas reefer container, yakni KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda.

“Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” ujar Hary.

Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak Capt. Rusmanu mengatakan KN Grantin P.211 tetap berada di area operasi untuk mendukung pelaksanaan SAR gabungan.

Ketiga kapal negara tersebut menjalankan fungsi sesuai kebutuhan operasi, mulai dari dukungan keselamatan navigasi, pencarian dan penyisiran, mobilisasi, hingga membantu proses evakuasi korban.

“Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” kata Rusmanu.

Ketiga kapal juga bersinergi dengan sejumlah unsur SAR lainnya, di antaranya KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, serta unsur laut lainnya.

Selain unsur laut, tim SAR gabungan juga memaksimalkan dukungan udara dengan mengerahkan helikopter milik Basarnas dan TNI Angkatan Laut.

Seluruh proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, arus laut, serta hasil penilaian keselamatan di lokasi operasi.

Keselamatan personel, khususnya tim penyelam yang bekerja di sekitar badan kapal, menjadi salah satu prioritas dalam setiap tahapan pencarian.

Berdasarkan data Basarnas pada Sabtu (26/9) pukul 19.00 WITA, dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KMP Virgo Transport 8, sebanyak 172 korban telah ditemukan.

Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara itu, 71 korban lainnya masih dalam pencarian.

Operasi SAR gabungan akan terus dilakukan dengan mengutamakan koordinasi antarlembaga, efektivitas pencarian dan evakuasi, serta keselamatan seluruh personel hingga operasi dinyatakan selesai. (bas)