JAKARTA – Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menggandeng Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) untuk memperluas akses layanan keuangan syariah berbasis komunitas. Kolaborasi tersebut menghadirkan KTA co-branding Bank BSN-IARMI yang terhubung dengan berbagai layanan perbankan digital.
Kerja sama Bank BSN dan IARMI ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) co-branding di Jakarta, Sabtu, 26 September 2026.
Kartu tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor kepada Sekretaris Jenderal DPN IARMI sekaligus Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria. Prosesi itu disaksikan Ketua Umum DPN IARMI sekaligus Komisaris Utama Bank BSN Bahrullah Akbar.
KTA IARMI Terhubung Layanan Bank BSN
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas layanan perbankan syariah melalui jaringan komunitas.
“Kami hadir untuk memberikan layanan perbankan berbasis prinsip syariah yang mampu menjadi mitra tumbuh dan membangun kemanfaatan bersama,” kata Alex.
Menurut dia, kemitraan dengan IARMI diwujudkan melalui penerbitan kartu anggota yang terhubung langsung dengan sistem perbankan syariah.
KTA co-branding tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kartu identitas anggota. Bank BSN menyematkan sejumlah fungsi transaksi di dalamnya, termasuk kartu debit, ATM, dan uang elektronik.
Anggota IARMI juga dapat membuka rekening tabungan syariah serta memanfaatkan layanan transaksi digital melalui Virtual Account (VA) dan QRIS.
Selain layanan transaksi, kerja sama tersebut mencakup fasilitas proteksi syariah, program literasi keuangan, serta integrasi data untuk mendukung proses verifikasi keanggotaan.
Terhubung dengan Bale Syariah
KTA IARMI juga terintegrasi dengan aplikasi Bale Syariah by BSN. Melalui aplikasi tersebut, anggota dapat menggunakan sejumlah layanan perbankan digital dalam aktivitas sehari-hari.
Layanan yang tersedia mencakup transfer, pembayaran tagihan, pembelian, hingga pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.
Alex mengatakan Bank BSN ingin menjadikan KTA tersebut sebagai kartu yang memiliki fungsi lebih luas dibandingkan kartu identitas biasa.
“Kami ingin KTA IARMI bukan sekadar kartu identitas yang tersimpan di dalam dompet, melainkan kartu fungsional yang memberi manfaat nyata dalam aktivitas harian anggota,” ujar Alex.
Hingga Agustus 2026, Bale Syariah tercatat memiliki hampir 239 ribu pengguna aktif. Frekuensi transaksi melalui layanan tersebut mencapai lebih dari 3,29 juta transaksi, dengan volume sekitar Rp6,57 triliun.
Kinerja Bank BSN Tumbuh
Ekspansi layanan digital dan ekosistem komunitas tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja Bank BSN.
Hingga akhir Agustus 2026, total aset Bank BSN mencapai Rp81,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 20,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Penyaluran pembiayaan juga meningkat. Bank BSN mencatat pembiayaan sebesar Rp63,2 triliun, atau tumbuh 26,12 persen YoY.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp64 triliun, dengan pertumbuhan 13,19 persen YoY.
Pada periode yang sama, Bank BSN membukukan laba sebesar Rp721 miliar. Angka tersebut meningkat 36,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kerja sama dengan IARMI menjadi salah satu langkah Bank BSN dalam memperluas ekosistem layanan keuangan syariah melalui komunitas. Melalui integrasi KTA, rekening, dan layanan digital, anggota IARMI dapat mengakses sejumlah fasilitas perbankan dalam satu ekosistem. (*)






