News  

Hujan Lebat Mengintai Aceh, Angin Kencang Berpotensi Melanda 9 Wilayah

Ilustrasi kondisi cuaca berawan dan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

JAKARTA โ€” Jangan buru-buru menganggap September sepenuhnya identik dengan cuaca kering. Pada Rabu (2/9/2026), sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Aceh sebagai wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara sejumlah daerah lain masuk kategori waspada karena berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Peringatan dini tersebut merupakan bagian dari prakiraan BMKG untuk periode 31 Agustus hingga 2 September 2026.

Untuk Rabu ini, tidak ada wilayah yang masuk kategori awas atau berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem. Namun, masyarakat di sejumlah daerah tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca, terutama wilayah yang berpotensi mengalami hujan deras dan angin kencang.

Berikut wilayah yang masuk dalam peringatan dini BMKG:

Hujan lebat hingga sangat lebat:

Aceh

Hujan sedang hingga lebat:

Sumatra Utara
Sumatra Barat
Riau
Bengkulu
Kalimantan Utara
Papua Pegunungan

Angin kencang:

Bali
Banten
Jawa Barat
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara

Meski hujan masih berpeluang turun di sejumlah wilayah, BMKG memprakirakan sebagian besar Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering. Memasuki dasarian III Agustus hingga dasarian II September 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.

Curah hujan rendah terutama diprakirakan mendominasi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Papua.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer yang masih berlangsung.

“Pola ini sejalan dengan masih kuatnya pengaruh El Niรฑo kategori sangat kuat dan IOD positif, yang secara umum membatasi suplai uap air dan mendukung bertahannya kondisi relatif kering di berbagai wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan periode 1-6 September 2026.

Namun, kondisi kering tidak berarti hujan sepenuhnya menghilang. Pertumbuhan awan dengan kategori sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara, Sulawesi bagian barat, hingga Papua bagian utara.

Sejumlah dinamika atmosfer turut mendukung pembentukan awan hujan. Madden-Julian Oscillation (MJO), misalnya, diprakirakan aktif di pesisir utara Aceh, Selat Malaka bagian utara, Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta sebagian Papua.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di pesisir timur Papua Selatan.

Pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi juga diprakirakan terjadi di sekitar Laut Andaman, Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, Papua, hingga Samudra Pasifik di sekitar Papua.

Kondisi tersebut dapat memicu pengumpulan dan pengangkatan massa udara yang kemudian menghasilkan pertumbuhan awan hujan.

Karena itu, hujan lokal masih berpeluang muncul di sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hanya saja, hujan tersebut diprakirakan cenderung sporadis dan berlangsung relatif singkat di tengah kondisi kering yang masih mendominasi. (*)

 

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis