Mutasi Ke Korlantas, Faizal Sukses Pimpin Ditlantas Polda Sulsel

Journalist Independent

SULSEL – Kombes Pol Faizal S.IK., MH., masuk dalam daftar mutasi jabatan yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Juni 2023. Putra daerah Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), tersebut mendapat penugasan baru sebagai Kasubditwal dan PJR Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri.

Mutasi itu tertuang dalam Telegram Kapolri Nomor ST/1394/IV/KEP/2023 tertanggal 26 Juni 2023. Perubahan jabatan tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi Polri sekaligus penempatan personel untuk menjalankan tugas di lingkungan kepolisian.

Faizal menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama bertugas di Sulsel. Ia mengapresiasi kerja sama dan bantuan yang diterimanya selama menjalankan tanggung jawab di daerah tersebut.

“Terima kasih banyak, alhamdulillah, terima kasih atas kerjasama dan bantuannya, “kata KBP. Faizal S. Ik, MH, kepada Journalist Independent. Com.

Dalam penugasan barunya, Faizal akan mengemban tanggung jawab di bidang pengawalan dan patroli jalan raya pada Ditgakkum Korlantas Polri. Sementara itu, jabatan yang ditinggalkannya akan diambil alih Kombes Pol I Made Agus Prasatya S.IK., M.Hum., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag TIK Korlantas Polri.

Perpindahan tersebut menandai berakhirnya masa tugas Faizal di Sulsel, tempat ia menjalankan berbagai agenda pengamanan dan pelayanan lalu lintas. Selama bertugas, sejumlah langkah yang dilakukan jajarannya berkaitan dengan kelancaran perjalanan masyarakat, khususnya pada periode mudik Lebaran dan ketika bencana mengganggu arus kendaraan.

Atur Kendaraan Besar saat Arus Mudik Lebaran

Salah satu upaya yang menjadi perhatian selama Faizal memimpin jajaran Ditlantas Polda Sulsel adalah pengaturan lalu lintas pada masa mudik dan arus balik Idul Fitri. Pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran, ia mengeluarkan atensi terkait aktivitas truk bermuatan besar serta pengamanan jalur Camba-Bone.

Baca Juga  Kapolrestabes Makassar Minta Warga Putus Rantai Tawuran Antarkelompok di Mariso

Pengaturan tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan selama musim mudik. Jalur Camba-Bone menjadi salah satu ruas yang mendapat perhatian dalam pengamanan arus lalu lintas di wilayah Sulsel.

Pembatasan atau pengaturan operasional kendaraan berat pada periode tertentu merupakan salah satu langkah yang dapat digunakan untuk mengurangi potensi hambatan perjalanan, terutama ketika volume kendaraan meningkat. Pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan ketentuan yang berlaku, kondisi jalan, serta kebutuhan distribusi barang.

Faizal menyebut langkah yang dilakukan jajarannya bertujuan memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan selama Lebaran.

“Alhamdulillah, hal tersebut kita kerjakan untuk kenyamanan, keamanan dan keselamatan para pemudik, “tambah KBP. Faizal S. Ik, MH.

Pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada pengaturan kendaraan di jalan. Petugas juga perlu memantau titik rawan kemacetan, mengantisipasi kecelakaan, serta memastikan pengguna jalan memperoleh informasi ketika terjadi perubahan kondisi lalu lintas.

Koordinasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas tersebut. Dengan pengaturan yang terencana, kepolisian dapat membantu mengurangi gangguan perjalanan dan menjaga arus kendaraan tetap terkendali selama periode dengan mobilitas tinggi.

Turun Langsung Saat Banjir Melanda Maros

Selain mengawal arus mudik, Faizal juga disebut turun langsung membantu pengamanan lalu lintas ketika banjir melanda Kabupaten Maros. Dalam situasi tersebut, ia menjalankan tugas di lapangan dengan bertelanjang kaki saat membantu mengatur kendaraan.

Kehadiran petugas di lokasi bencana menjadi penting karena genangan air dapat mengganggu kelancaran perjalanan dan meningkatkan risiko bagi pengendara. Kondisi jalan yang terdampak banjir juga membutuhkan pemantauan agar pengguna jalan dapat menghindari bagian yang berbahaya.

Petugas lalu lintas biasanya berperan mengatur pergerakan kendaraan, mengarahkan pengendara ke jalur yang lebih aman apabila tersedia, serta berkoordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan kondisi darurat. Informasi mengenai keadaan jalan juga membantu masyarakat menentukan perjalanan dengan mempertimbangkan keselamatan.

Baca Juga  Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 71 Orang, Nagekeo Catat Korban Baru

Aksi Faizal di Maros menggambarkan keterlibatan langsung pimpinan dalam pelaksanaan tugas lapangan. Namun, informasi mengenai waktu kejadian, lokasi banjir secara terperinci, serta dampak yang ditimbulkan tidak dijelaskan lebih lanjut dalam bahan keterangan yang tersedia.

Perkuat Pendataan Kendaraan Bermotor di Sulsel

Di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, Faizal bekerja sama dengan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel AKBP Satya S.IK. serta Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel AKBP Restu Wijayanto S.IK.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengelolaan data kendaraan bermotor melalui sistem Electronic Registration and Identification (ERI). Sistem ini berkaitan dengan registrasi dan identifikasi kendaraan, sehingga data kendaraan yang beroperasi dapat dikelola secara lebih tertib.

Faizal menjelaskan bahwa pengelolaan ERI di Sulsel juga melibatkan koordinasi dengan pemerintah kota dan pemerintah provinsi. Kerja sama lintas instansi diperlukan agar administrasi kendaraan dapat terintegrasi dengan kebutuhan pelayanan publik dan pengelolaan data yang relevan.

“Di Sulsel, kita manage dengan baik terkait Elektric Registration Identification (ERI) kendaraan, tujuannya agar kendaraan yang beroperasi di Sulsel terdata dengan baik semua, “lanjutnya.

Pendataan kendaraan memiliki sejumlah manfaat dalam penyelenggaraan administrasi lalu lintas. Data yang tertata dapat membantu proses identifikasi kendaraan, mendukung pelayanan registrasi, serta menjadi bagian dari pengelolaan informasi kendaraan bermotor oleh instansi berwenang.

Meski demikian, efektivitas sistem tetap bergantung pada ketepatan data, pembaruan informasi, serta koordinasi antarinstansi. Karena itu, kerja sama kepolisian dengan pemerintah daerah menjadi unsur penting untuk menjaga kualitas administrasi kendaraan di wilayah Sulsel.

Penugasan Baru di Korlantas Polri

Faizal mulai menjabat di Sulsel setelah menggantikan Kombes Pol Frans Sentoe S.IK. pada 4 Januari 2022. Selama bertugas, ia menangani berbagai agenda lalu lintas yang mencakup pengamanan perjalanan masyarakat, penanganan situasi darurat di jalan, dan koordinasi terkait registrasi kendaraan bermotor.

Baca Juga  Lagi Asyik Makan, Pemuda di Makassar Tiba-tiba Jadi Sasaran Busur Geng Motor

Mutasi ke Korlantas Polri akan membawa Faizal menjalankan tugas baru sebagai Kasubditwal dan PJR Ditgakkum. Jabatan tersebut berkaitan dengan fungsi pengawalan dan patroli jalan raya dalam struktur penegakan hukum lalu lintas.

Perubahan penugasan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Setiap pejabat yang mendapat penempatan baru diharapkan dapat melanjutkan pelaksanaan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab jabatan yang diemban.

Bagi masyarakat Sulsel, perpindahan Faizal menjadi penanda pergantian personel dalam kepemimpinan lalu lintas. Sementara itu, berbagai program pengamanan dan pelayanan yang telah berjalan membutuhkan kesinambungan agar masyarakat tetap memperoleh layanan yang baik.

Pengalaman Faizal selama bertugas di daerah asalnya menjadi bagian dari perjalanan kariernya di kepolisian. Penugasan berikutnya di Korlantas Polri akan menempatkannya pada lingkup kerja yang berbeda, dengan tanggung jawab baru dalam mendukung pelaksanaan fungsi pengawalan, patroli, dan penegakan hukum lalu lintas.