17 Remaja Nongkrong hingga Subuh di Makassar Diamankan Polisi Cegah Tawuran

Journalist Independent
Polisi mengamankan 17 remaja yang berkumpul hingga dini hari di kawasan Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar.
Polisi mengamankan 17 remaja yang berkumpul hingga dini hari di kawasan Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar.

Journalist Independent, MAKASSAR – Aktivitas belasan remaja yang masih berkumpul hingga menjelang subuh di kawasan Jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berujung pemeriksaan polisi. Sebanyak 17 remaja diamankan dalam patroli dini hari untuk mengantisipasi potensi tawuran atau perang kelompok.

Petugas Polsek Bontoala mengamankan para remaja tersebut di depan sebuah warung kopi, tepatnya di samping SPBU Maccini, Jalan Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Bontoala, Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.

Kapolsek Bontoala, Kompol Abdul Samad, mengatakan penindakan bermula ketika personel melaksanakan patroli rutin di sekitar wilayah tersebut. Saat melintas, petugas mendapati sejumlah remaja yang masih berkumpul di depan warung kopi.

“Kemudian mendapati anak-anak di bawah umur berkumpul di depan warung kopi,” ujar Abdul Samad kepada wartawan, Minggu (8/11/2026).

Antisipasi Perang Kelompok

Abdul Samad menjelaskan, polisi mengambil langkah pencegahan karena waktu sudah memasuki dini hari. Aktivitas berkumpul hingga pukul 04.00 Wita dinilai perlu mendapat perhatian, terutama untuk mengantisipasi potensi terjadinya bentrokan antarkelompok.

“Jadi kita amankan ini karena sudah jam 4 pagi, seharusnya sudah istirahat tapi masih kumpul-kumpul di situ. Kami juga melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi perkelahian kelompok di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

Menurutnya, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada jam-jam rawan.

Tidak Ditemukan Barang Bukti

Setelah mengamankan 17 remaja tersebut, petugas membawa mereka ke Mapolsek Bontoala untuk menjalani pendataan dan pembinaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan barang bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Meski demikian, petugas tetap memberikan pembinaan sebagai langkah pencegahan agar para remaja tidak terlibat dalam aksi yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.

Baca Juga  Ditlantas Polda Sulsel Goes To School Minimalisir Grafik Laka Dikalangan Pelajar

“Setelah kami mendata, kami tidak mendapati barang bukti sama anak-anak ini. Jadi kami betul-betul membina, total ada 17 orang,” ungkap Abdul Samad.

Orang Tua Turut Dipanggil

Polsek Bontoala juga melibatkan keluarga dan pemerintah setempat dalam proses pembinaan. Polisi meminta para remaja membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi aktivitas serupa yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Orang tua masing-masing remaja dipanggil untuk mengetahui kejadian tersebut sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hingga dini hari.

“Kita ambil, kita bawa ke Polsek. Kita data dan kita lanjutkan buat pernyataan, dipanggil orang tuanya dan pemerintah setempat untuk sama-sama membina,” pungkasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah keterlibatan remaja dalam aksi tawuran maupun perang kelompok yang berisiko membahayakan diri sendiri dan masyarakat di Kota Makassar. (*)