NEWS  

Unggahan Doakan Pegawai IT Bank Viral, di Tengah 350 Ribu Ancaman Serangan Siber ke Indonesia

Journalist Independent
Postingan dukungan kepada IT perbankan. (dok. realmrbert)

Journalist Independent.com, JAKARTA – Sebuah unggahan di Instagram yang berisi ajakan mendoakan pegawai teknologi informasi (IT) perbankan mendadak menyita perhatian publik. Di tengah meningkatnya ancaman serangan siber, para pekerja IT bank disebut tengah bekerja ekstra keras untuk menjaga keamanan sistem dan uang nasabah.

Unggahan akun Instagram @realmrbert itu memperlihatkan pesan yang ditujukan kepada seluruh pegawai IT bank di Indonesia.

“Doakan pegawai IT bank-bank di Indonesia saat ini. Mereka sedang menjaga uang kalian mati-matian. Tolong kasih apresiasi. Banyak dari mereka yang tidak tidur. Mereka perang beneran saat ini,” demikian tulisan dalam unggahan tersebut, dikutip Minggu (8/11/2026).

Dalam poster yang dibagikan, pemilik akun juga mengingatkan masyarakat agar memberikan apresiasi kepada para pekerja IT yang berada di balik keamanan layanan perbankan.

“Bank pelat merah dan biru. Sehat terus kalian semua,” tulisnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian warganet. Sebagian besar masyarakat selama ini mengenal layanan perbankan dari aplikasi mobile banking, mesin ATM, hingga transaksi digital. Namun, di balik layanan yang digunakan setiap hari, terdapat tim IT yang bertugas memastikan sistem tetap berjalan dan terlindungi dari berbagai ancaman.

Perhatian terhadap pekerjaan mereka muncul di tengah tingginya aktivitas ancaman siber yang terdeteksi menyasar Indonesia.

Berdasarkan data dasbor ancaman siber FortiGuard Labs pada Sabtu (7/11/2026), tercatat sekitar 350.600 aktivitas serangan siber yang menyasar berbagai sektor di Indonesia dalam kurun waktu 24 jam.

Sektor perbankan, keuangan, dan asuransi menjadi sasaran terbesar dengan sekitar 214.000 aktivitas. Sementara sektor pemerintahan dan infrastruktur vital berada di urutan berikutnya dengan sekitar 79.000 aktivitas.

Angka tersebut merupakan aktivitas ancaman yang terdeteksi, termasuk percobaan serangan dan lalu lintas mencurigakan. Data itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh upaya tersebut berhasil menembus sistem perbankan.

Baca Juga  Aktivis Desak Polda Sulsel Selidiki Brand Skincare Illegal, SS GLOW Masuk Daftar Hitam

Ancaman Ransomware hingga Malware Mobile Banking

Ancaman terhadap sektor keuangan juga datang dari berbagai jenis perangkat lunak berbahaya.

Salah satunya malware Android bernama Hirudo yang menjadi perhatian peneliti keamanan siber. Berdasarkan laporan ThreatFabric yang dipublikasikan pada Oktober 2026, malware tersebut menargetkan delapan aplikasi mobile banking dari tujuh bank di Indonesia.

Hirudo memiliki kemampuan mencuri informasi login dan PIN, memantau aktivitas perangkat, hingga mencoba mengganti aplikasi perbankan resmi dengan versi yang telah dimodifikasi.

Malware ini dapat menyebar melalui aplikasi yang menyamar sebagai layanan belanja maupun hiburan. Pengguna yang memasang aplikasi tersebut berisiko memberikan akses sensitif kepada pelaku kejahatan siber.

Kondisi ini membuat keamanan layanan digital perbankan tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun institusi keuangan, tetapi juga kewaspadaan nasabah dalam menggunakan perangkat dan aplikasi.

Di sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur kewajiban pelaporan dini atas insiden teknologi informasi yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan atau mengganggu operasional bank. Laporan awal tersebut wajib disampaikan paling lambat 24 jam setelah insiden diketahui.

Di tengah ancaman yang terus berkembang, pekerjaan tim IT perbankan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan keuangan digital.

Unggahan @realmrbert pun mengingatkan bahwa di balik kemudahan transaksi yang dinikmati nasabah, ada pekerja yang bertugas menjaga sistem tetap beroperasi dan melindungi data serta dana masyarakat.

Apresiasi kepada mereka bukan hanya soal ucapan terima kasih, tetapi juga kesadaran untuk ikut menjaga keamanan transaksi digital, salah satunya dengan tidak sembarangan mengunduh aplikasi maupun mengakses tautan mencurigakan. (bu)