Salah Paham soal Gaji Berujung Penikaman di Maros, Paman Tikam Keponakan Usai Pesta Ballo

Journalist Independent

Journalist Independent, MAROS – Persoalan upah kerja yang semestinya bisa diselesaikan lewat pembicaraan justru berakhir dengan aksi kekerasan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seorang pria berinisial UM (40) tega menikam keponakannya sendiri, HS, setelah keduanya mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Dusun Parigi, Desa Labbotengae, Kecamatan Cenrana, Maros, Kamis (5/11/2026) malam. Korban mengalami sejumlah luka tusukan di beberapa bagian tubuh hingga harus mendapatkan perawatan medis dalam kondisi kritis.

Kasus ini bermula ketika pelaku dan korban berkumpul di rumah UM setelah selesai bekerja membantu pembangunan pondasi rumah warga. Keduanya kemudian mengonsumsi ballo bersama sebelum terjadi kesalahpahaman yang memicu kemarahan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Muhammad Ridwan, mengatakan hubungan pelaku dan korban merupakan paman dan keponakan. Polisi juga telah mengamankan sebilah badik yang diduga digunakan dalam penikaman tersebut.

“Pelaku om, sedangkan korban ponakan,” kata Ridwan kepada wartawan, Sabtu (7/11/2026).

Salah Paham Pembicaraan Gaji Picu Kemarahan Pelaku

Ketegangan mulai muncul ketika orang tua HS datang dari wilayah Malawa. Korban kemudian pergi untuk menanyakan persoalan upah dari pekerjaan yang sebelumnya dilakukan di Kecamatan Mallawa.

Dalam pekerjaan tersebut, korban diketahui ikut membantu pembangunan pondasi rumah. Ayah korban juga terlibat dalam pekerjaan yang sama sehingga pembicaraan mengenai gaji diduga menjadi sumber kesalahpahaman.

Setelah sempat membicarakan persoalan upah, HS kembali ke tempat mereka sebelumnya mengonsumsi ballo. Lokasinya berada di rumah pelaku yang bersebelahan dengan rumah orang tua korban.

Namun, kedatangan HS justru disambut kemarahan UM. Pelaku diduga mengira keponakannya sedang mempermasalahkan pembayaran gaji dari pekerjaan membantu pembangunan pondasi rumah.

“Pelaku marah karena mengira korban membicarakan masalah gajinya,” jelas Ridwan.

Baca Juga  Mangkir dan Menghilang, Dosen UNM Terduga Pelecehan Seksual Resmi Masuk DPO

Situasi kemudian berubah menjadi aksi penyerangan. UM diduga mengambil badik dan menikam HS berulang kali hingga mengenai bagian dada, perut, dan kaki.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius. Keluarga yang mengetahui kejadian itu segera membawa HS ke Puskesmas Cenrana untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, polisi bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan penikaman. Petugas kemudian memperoleh informasi mengenai keberadaan UM yang masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Tim gabungan akhirnya mendatangi rumah pelaku pada Jumat (6/11/2026) dan berhasil menangkapnya tanpa harus melakukan pengejaran jauh.

Saat ini, UM telah diamankan di Polsek Camba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita sebilah badik sebagai barang bukti dalam perkara tersebut.

Kasus penikaman di Cenrana ini masih didalami penyidik, termasuk rangkaian kejadian yang mendahului penyerangan serta dugaan motif pelaku. (*)