NEWS  

Naik Motor hingga Jalan Kaki, Cara Wapres Gibran Tembus Akses Terputus di Sulbar

Journalist Independent
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka naik sepeda motor untuk mencapai lokasi peninjauan ke wilayah pelosok Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). (Foto: Sekretariat Wakil Presiden)

Journalist Independent, Mamuju – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tetap melanjutkan kunjungan ke wilayah pelosok Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), meski hujan deras dan akses jalan terhambat jembatan putus. Dia menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi peninjauan, bahkan berjalan kaki di titik yang tidak dapat dilalui kendaraan demi menemui warga.

“Pembangunan harap juga memperhatikan sisi sanitasi dan kesehatan sehingga bantuan bedah rumah ini bisa jadi salah satu bentuk intervensi untuk mencegah stunting,” kata Gibran saat meninjau program bedah rumah di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Senin (2/11/2026). Pesan itu disampaikan ketika dia melihat langsung kondisi hunian penerima bantuan di tengah akses menuju lokasi yang terputus.

Tembus Akses Terputus Temui Warga

Kunjungan Gibran ke Desa Bebanga dilakukan untuk memeriksa pelaksanaan program bedah rumah sekaligus melihat kondisi fasilitas pendidikan, termasuk SD Negeri di kawasan tersebut. Hujan deras dan jembatan yang terputus membuat kendaraan roda empat tidak dapat mencapai lokasi peninjauan.

Kondisi itu membuat perjalanan menuju warga harus dilanjutkan dengan kendaraan roda dua. Gibran tetap mendatangi lokasi untuk melihat hasil perbaikan rumah dan mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam peninjauan tersebut, Gibran mengingatkan agar perbaikan rumah tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan. Ketersediaan sanitasi dan aspek kesehatan keluarga juga perlu diperhatikan agar bantuan hunian dapat mendukung upaya pencegahan stunting.

Pemerintah melalui program bedah rumah berupaya meningkatkan kelayakan tempat tinggal masyarakat. Namun, menurut arahan Gibran, kualitas hunian juga perlu dilihat dari lingkungan yang sehat bagi penghuninya.

Aspirasi Jalan hingga Tenaga Pengajar

Agenda Gibran di Mamuju berlanjut dengan menghadiri peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang di Tamalea, Desa Bonehau. Perayaan satu abad tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah pusat dan masyarakat untuk membicarakan kebutuhan pembangunan di wilayah Kalumpang.

Baca Juga  Kasus Ijazah Gibran Berlanjut, Feri Amsari Adukan KPU-Bawaslu, Minta Dipecat

Sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari keterbatasan tenaga pengajar, kondisi jalan, akses internet, hingga kebutuhan fasilitas kesehatan. Pemerintah Kabupaten Mamuju juga mencatat aspirasi mengenai peningkatan status jalan penghubung Bonehau-Kalumpang yang saat ini berstatus jalan provinsi menjadi jalan nasional.

Gibran menyatakan akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah untuk membahas persoalan di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Penanganannya, menurut keterangan pemerintah daerah, perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal masing-masing wilayah.

Selain membahas pembangunan, Gibran menyampaikan pesan mengenai kerukunan antarumat beragama dan pelestarian budaya lokal. Ia mengapresiasi masyarakat Kalumpang yang menjaga tradisi, keimanan, serta warisan budaya di tengah perubahan zaman.

Petani Kakao Keluhkan Pupuk Subsidi dan Harga Jual

Di lokasi berbeda, Gibran berdialog dengan petani kakao di Sentra Pembibitan Kakao Mamunyu, Lingkungan Tambi, Kelurahan Mamunyu, Mamuju. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 300 ketua dan anggota kelompok tani yang menyampaikan persoalan dalam kegiatan pertanian.

Salah satu keluhan berkaitan dengan distribusi pupuk subsidi yang dinilai belum sesuai kebutuhan petani. Ketidaksesuaian data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dengan kuota pupuk di tingkat penyalur membuat sebagian petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

Petani juga menyampaikan persoalan harga jual kakao yang berfluktuasi serta kebutuhan alat pertanian untuk mendukung kegiatan di kebun. Kondisi jalan yang belum memadai turut menjadi perhatian karena menyulitkan pengangkutan hasil panen menuju pasar.

Gibran menyatakan akan mengoordinasikan persoalan pupuk subsidi dengan Kementerian Pertanian. Ia juga menerima masukan mengenai kebutuhan pompa air, tandon, alat pemotong, serta penyemprot elektrik untuk membantu perawatan tanaman.

“Satu per satu kita tangani permasalahannya. Mulai dari pupuk, pompanisasi, hingga pembangunan infrastruktur pendukung,” ujar Gibran.

Baca Juga  MK Tolak Permintaan Hadirkan Gibran dalam Sidang Syarat Pendidikan, Ini Alasannya

Dalam pertemuan itu, Gibran turut menyerahkan bantuan alat pompanisasi secara simbolis kepada kelompok tani. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan pengairan dan produktivitas lahan pertanian.

Kunjungan Berlanjut ke Sejumlah Wilayah

Rangkaian agenda di Mamuju memperlihatkan sejumlah kebutuhan warga yang berkaitan langsung dengan layanan dasar dan kegiatan ekonomi. Persoalan rumah layak huni, pendidikan, infrastruktur, distribusi pupuk, serta harga komoditas menjadi aspirasi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.

Kunjungan kerja Gibran di Sulawesi Barat juga mencakup Kabupaten Mamasa. Di wilayah itu, Wapres dijadwalkan meninjau fasilitas pendidikan dan kesehatan, termasuk SMAN 1 Mamasa serta RSUD Kondosapata.

Berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari peninjauan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program dan kondisi layanan masyarakat di daerah. Aspirasi yang dihimpun dari warga dan kelompok tani selanjutnya memerlukan koordinasi dengan kementerian serta pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti. (*)