Panen Sindiran Usai Harry Kane Menang Ballon d’Or 2026, Legenda Real Madrid hingga Paman Yamal

Journalist Independent
Harry Kane. (Foto: Goal)

Journalist Independent, London – Kemenangan Harry Kane dalam perebutan Ballon d’Or 2026 menuai kritik dari sejumlah tokoh sepak bola. Legenda Real Madrid Guti Hernandez, mantan gelandang Prancis Samir Nasri, hingga paman Lamine Yamal, Abdul Abdellaoui, mempertanyakan kelayakan striker Bayern Munich itu meraih penghargaan tersebut.

“Sungguh kebetulan bahwa mereka membawa Ballon d’Or edisi ke-70 ke London dan seseorang dari London memenangkannya. Kebetulan sekali, bukan? Ini kebetulan yang luar biasa,” kata Guti, dilansir dari AS Diario, Rabu (29/10/2026).

Kane dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026 setelah mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal dalam pemungutan suara. Penyerang berusia 33 tahun itu mencatatkan 73 gol dalam 65 pertandingan sepanjang musim 2025/2026 bersama Bayern Munich dan Timnas Inggris.

Guti Pertanyakan Gala Ballon d’Or Dipindah ke London

Guti, yang membela Real Madrid pada periode 1995-2010, mempertanyakan keputusan panitia memindahkan malam gala penghargaan dari Paris ke London. Menurutnya, Mbappe atau Yamal lebih pantas mendapatkan trofi tersebut.

“Lamine dan Mbappe lebih pantas mendapatkannya. Anda mesti melihat wajah Kane ketika namanya dipanggil. Dia tidak pernah membayangkan akan memenangkan Ballon d’Or,” ujar Guti.

“Dia pikir Lamine dan Mbappe akan mengunggulinya. Anda tidak akan membuat ekspresi seperti itu jika Anda memenangkan Ballon d’Or dan berpikir Anda pantas mendapatkannya. Dia bahkan tidak tahu cara mengenakan jasnya,” lanjutnya soal Kane.

Nasri Nilai 73 Gol Kane Belum Cukup

Kritik terhadap kemenangan Kane juga datang dari Samir Nasri. Mantan pemain Arsenal dan Manchester City itu menilai statistik gol yang tinggi tidak otomatis membuat seorang pemain layak menjadi pemenang Ballon d’Or.

“Harry Kane, Ballon d’Or… Oke, statistik memang berpengaruh dan dia pemain hebat. Namun dia tidak pernah memimpin timnya untuk memenangkan sesuatu yang penting,” sebut Nasri.

Baca Juga  Juventus Hancurkan NEC 5-0, Bournemouth Curi Kemenangan di Spanyol

Kane meraih sejumlah gelar bersama Bayern Munich pada musim 2025/2026. Dia membantu klub Jerman tersebut menjuarai Bundesliga, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman, sedangkan bersama Timnas Inggris dia meraih medali perunggu Piala Dunia 2026.

Namun, Nasri menyoroti kontribusi Kane dalam pertandingan besar. Menurutnya, seorang pemain yang meraih penghargaan individu tertinggi harus mampu menjadi pembeda ketika timnya menghadapi laga-laga penting.

“Dia juga tidak menjadi penentu kemenangan mereka dalam pertandingan yang benar-benar penting. Ini tidak membuat saya bersemangat, saya tidak peduli sama sekali,” ketusnya.

Paman Yamal Kecewa Keponakannya Gagal Menang

Sementara itu, Abdul Abdellaoui menyampaikan kekecewaannya karena keponakannya, Lamine Yamal, tidak keluar sebagai pemenang. Dia menilai pemain Barcelona tersebut lebih pantas mendapatkan penghargaan berdasarkan penampilannya di lapangan.

“Sejujurnya, ini sangat menyedihkan. Saya merasa sangat kecewa. Keponakan saya tampil luar biasa, dia adalah pemain terbaik di dunia dan semua orang mengetahuinya. Jika Anda menyukai sepak bola, Anda datang untuk melihat Lamine, bukan Harry Kane,” ungkap Abdellaoui dalam wawancara dengan El Larguero, mengutip Metro.

Abdellaoui mengakui Kane merupakan pencetak gol hebat, tetapi dia menilai permainan Yamal memiliki daya tarik tersendiri. Dia juga meyakini keponakannya masih memiliki kesempatan untuk memenangkan Ballon d’Or pada tahun-tahun mendatang.

“Harry Kane adalah pencetak gol yang hebat, tetapi Lamine adalah pemain terbaik yang bersinar di lapangan. Jika kali ini dia belum beruntung, masih ada tahun depan,” sebut Abdellaoui.

Paman Yamal itu juga menyinggung usia keponakannya yang masih muda. Menurutnya, anggapan bahwa Yamal masih memiliki banyak kesempatan justru menjadi alasan pemain tersebut belum mendapatkan penghargaan utama tahun ini.

“Karena Lamine masih muda, mereka selalu mengatakan dia masih punya waktu. Usianya 19 tahun, dan itulah mengapa mereka tidak memberikannya penghargaan tersebut. Sementara Harry, ketika kariernya sudah mendekati akhir, mereka mengatakan, ‘Ayo, kita berikan penghargaan ini kepadanya’,” sindir Abdellaoui.

Baca Juga  Brentford Hancurkan Chelsea 3-0 dan Melompat ke Peringkat Ketiga Liga Inggris

Meski kecewa, Abdellaoui tetap optimistis Yamal akan meraih Ballon d’Or pada masa mendatang. Dia bahkan memperkirakan keponakannya dapat memenangkan lebih dari satu trofi tersebut.

“Lamine akan memenangkan lebih dari satu penghargaan ini, tetapi kesedihan itu akan berlalu dalam tiga hari. Dalam beberapa hari, dia akan baik-baik saja,” lanjutnya Abdellaoui.

Yamal Finis Ketiga, Mbappe Tempati Posisi Kedua

Yamal tetap membawa pulang penghargaan Young Talent of the Year untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, dalam pemungutan suara Ballon d’Or 2026, dia menempati posisi ketiga di bawah Kane dan Mbappe.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari akun Instagram resmi Ballon d’Or (@ballondorofficial), Mbappe menempati posisi kedua. Sementara itu, editor France Football, Vincent Garcia, menyebut persaingan berlangsung ketat antara Kane dan Mbappe.

“Saya memantau hasilnya secara langsung selama bulan pemungutan suara. Kylian Mbappe memimpin persaingan untuk waktu yang lama, tetapi Harry Kane kembali masuk ke dalam persaingan. Pada akhirnya, semuanya ditentukan oleh selisih poin yang sangat, sangat tipis,” beber Garcia, mengutip Mirror. (*)