PSM Makassar Tantang Bhayangkara FC di Bandar Lampung, Rekor Tak Terkalahkan The Guardians Jadi Target

Journalist Independent
Sesi latihan PSM Makassar.
Sesi latihan PSM Makassar.

Journalist Independent, MAKASSAR — PSM Makassar punya peluang melanjutkan tren kemenangan sekaligus merusak catatan impresif Bhayangkara Lampung FC di Super League 2026/2027.

Namun, misi Pasukan Ramang tidak akan mudah karena tuan rumah belum tersentuh kekalahan dan membutuhkan poin penuh untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen.

Kedua tim akan bertemu pada pekan ketujuh Super League di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin, 26 Oktober 2026, pukul 20.00 Wita.

Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi PSM yang tengah membangun momentum setelah meraih dua kemenangan beruntun.

Bhayangkara FC merupakan satu dari tiga tim yang belum menelan kekalahan pada musim ini. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi The Guardians sekaligus menjadi tantangan bagi tim asuhan Darije Kalezic yang ingin memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Meski demikian, PSM memiliki bekal berharga. Tim berjuluk Juku Eja itu baru saja menumbangkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis, 22 Oktober 2026.

Kemenangan tersebut terasa penting karena Persebaya juga sempat mempertahankan rekor tanpa kekalahan sebelum menghadapi PSM. Hasil di Parepare memperlihatkan bahwa Juku Eja mampu menghentikan laju positif lawan, termasuk ketika menghadapi tim yang sedang tampil konsisten.

Kini, PSM berpeluang mengulangi pencapaian serupa saat menghadapi Bhayangkara FC di kandangnya sendiri.

Modal Dua Kemenangan dan Rekor Pertemuan Berpihak kepada PSM

PSM Makassar datang ke Bandar Lampung dengan kepercayaan diri yang meningkat. Sebelum mengalahkan Persebaya, tim asal Sulawesi Selatan itu juga berhasil menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam pertandingan tandang.

Dua hasil positif secara beruntun menjadi modal untuk menghadapi tekanan suporter tuan rumah. Selain itu, catatan lima pertemuan terakhir kedua tim juga memberikan alasan bagi PSM untuk optimistis.

Baca Juga  Marc Márquez Juara MotoGP Jepang 2026

Dalam lima pertemuan tersebut, PSM tidak pernah kalah dari Bhayangkara FC. Juku Eja mencatat dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Rekor itu menjadi bekal psikologis, meskipun kondisi dan kekuatan masing-masing tim pada musim ini bisa berbeda.

Saat ini, PSM menempati peringkat ke-10 dengan koleksi delapan poin. Kemenangan atas Bhayangkara FC akan membuka peluang bagi tim asuhan Darije Kalezic untuk naik ke posisi keenam atau ketujuh, bergantung pada hasil pertandingan tim pesaing di atasnya.

PSM membutuhkan tambahan tiga poin untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga jarak dari persaingan papan atas. Namun, mereka harus tampil disiplin karena Bhayangkara FC juga memiliki kepentingan besar dalam pertandingan ini.

The Guardians berada di peringkat keenam dengan sepuluh poin, terpaut lima angka dari Persija Jakarta yang memimpin klasemen sementara. Kemenangan akan membantu mereka menjaga persaingan dalam perebutan posisi teratas.

Bermain di hadapan pendukung sendiri juga menjadi keuntungan bagi Bhayangkara FC. Tim besutan Oscar Bruzon itu tentu ingin mempertahankan rekor tak terkalahkan sekaligus memperbaiki catatan pertemuan melawan PSM.

Assegaf Razak Soroti Mentalitas dan Disiplin Pemain PSM

Pengamat sepak bola Assegaf Razak menilai mentalitas menjadi faktor penting bagi PSM Makassar jika ingin membawa pulang hasil maksimal dari Bandar Lampung.

Menurut mantan pelatih PSM tersebut, dua kemenangan terakhir menunjukkan perkembangan kepercayaan diri pemain. PSM bahkan mampu mempertahankan hasil positif dalam pertandingan ketika harus bermain dengan sepuluh pemain.

“Kuncinya di mental, apalagi bermain di luar. Dua laga bisa menang itu karena mentalitas yang berbicara. Mental pemain PSM Makassar semakin meningkat,” kata Assegaf pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Meski mengapresiasi perkembangan tersebut, Assegaf mengingatkan PSM agar tidak cepat puas. Tim pelatih perlu mengevaluasi sejumlah kelemahan yang berpotensi merugikan tim saat menghadapi lawan dengan kualitas serangan berbeda.

Baca Juga  Ardiansyah Gagalkan Dua Penalti Persebaya, Kiper PSM Makassar Persembahkan Kemenangan untuk Ibu

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah pelanggaran di area terlarang. Dalam dua pertandingan terakhir, PSM sama-sama menghadapi situasi yang melibatkan kartu merah dan hukuman penalti.

Kesalahan seperti itu bisa menjadi masalah besar ketika menghadapi Bhayangkara FC yang memiliki sejumlah pemain berbahaya di lini depan. PSM harus menjaga konsentrasi, menghindari pelanggaran yang tidak perlu, serta mengatur emosi ketika berada di bawah tekanan.

Assegaf juga mengingatkan bahwa setiap lawan memiliki karakter permainan berbeda. Karena itu, PSM tidak bisa hanya mengandalkan keberhasilan pada dua pertandingan sebelumnya.

“Persiapan yang perlu, ada evaluasi terhadap kekurangan tim sendiri,” tutur Assegaf.

Ia meyakini tim kepelatihan PSM sudah mempelajari kekuatan dan kelemahan Bhayangkara FC. Evaluasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi strategi yang tepat ketika pertandingan berlangsung.

Trisula Moussa Sidibe Jadi Ancaman

Selain menjaga disiplin, PSM Makassar perlu mengantisipasi ketajaman lini depan Bhayangkara FC. Tiga pemain yang patut mendapat perhatian khusus ialah Moussa Sidibe, Allano, dan Milan Ristovski.

Ketiganya menjadi bagian penting dari produktivitas serangan The Guardians. Trio tersebut tercatat berkontribusi dalam lima gol dan tujuh assist, sehingga pergerakan mereka berpotensi merepotkan pertahanan PSM.

PSM perlu membatasi ruang gerak ketiga pemain tersebut sekaligus memutus aliran bola menuju area berbahaya. Koordinasi antarpemain belakang dan gelandang bertahan juga akan menentukan kemampuan Juku Eja meredam serangan tuan rumah.

Assegaf menilai lini pertahanan PSM menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa pertandingan terakhir. Jumlah gol yang bersarang di gawang Juku Eja menurun dari tiga gol menjadi satu gol, sebelum mereka mencatatkan nirbobol atau clean sheet saat mengalahkan Persebaya.

Perkembangan itu menjadi modal penting, tetapi PSM tetap harus membuktikan konsistensinya menghadapi lini serang Bhayangkara FC.

Baca Juga  PSM Makassar Selamat dari Penalti, Bungkam Persebaya 1-0 dan Merangkak ke Posisi 10

“Pelatih sudah tahu pasti bagaimana antisipasi penyerang Bhayangkara FC,” ucap Assegaf.

Pertandingan di Bandar Lampung pun menjadi ujian bagi mentalitas, disiplin, dan organisasi permainan PSM.

Jika mampu mempertahankan tren kemenangan sekaligus meredam trisula tuan rumah, Juku Eja berpeluang membawa pulang tiga poin dan mengakhiri rekor tak terkalahkan Bhayangkara FC. (*)