SULSEL  

Hujan Diprediksi Terjadi di Sejumlah Daerah Sulsel, Udara Panas dan Polusi PM2.5 Masih Mengintai

Journalist Independent
Cuaca di Makassar
Kondisi cuaca di Sulsel. (dok. Journalist Independent)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) diminta mewaspadai potensi angin kencang dan udara panas pada Kamis, 29 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga potensi angin kencang di Jeneponto, sementara sejumlah daerah lainnya masuk kategori waspada.

Peringatan tersebut berdasarkan prakiraan cuaca wilayah Sulsel yang dikeluarkan Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada Kamis (29/10/2026) pukul 06.30 WITA.

Selain angin kencang, BMKG juga mengingatkan potensi udara panas di sejumlah kabupaten dan kota. Di sisi lain, konsentrasi partikel polusi udara PM2.5 tercatat berada pada kisaran 55,5–67,4 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang dan paparan udara panas.

Jeneponto Siaga Angin Kencang

Dalam peringatan dini BMKG, Jeneponto menjadi wilayah yang berstatus siaga terhadap potensi angin kencang.

Sementara itu, status waspada diberlakukan di Bantaeng, Takalar, Sidenreng Rappang (Sidrap), Pinrang, Parepare, Barru, dan Soppeng.

Masyarakat di wilayah tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika melintasi kawasan terbuka atau berkendara menggunakan kendaraan roda dua.

Angin kencang juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama jika disertai kondisi cuaca yang berubah. Warga diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG.

Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Daerah

Dari sisi cuaca harian, sebagian besar wilayah Sulsel diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan.

Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara. Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Enrekang, Luwu, dan Pinrang.

Baca Juga  Meresahkan, Polisi Gadungan Dibekuk Satreskrim Polrestabes Makassar

Sementara pada malam hari, kondisi cuaca secara umum diprakirakan berawan.

Memasuki dini hari, hujan ringan kembali berpotensi terjadi di sebagian wilayah Luwu Utara.

BMKG mencatat suhu udara di Sulsel berkisar 18–36 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 45–95 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

Perbedaan kondisi cuaca di setiap daerah membuat masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan prakiraan setempat. Warga yang bepergian, khususnya ke wilayah yang berpotensi hujan, diimbau menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.

Udara Panas Mengintai 14 Daerah

Selain potensi angin kencang, BMKG mengeluarkan peringatan waspada udara panas untuk 14 kabupaten dan kota di Sulsel.

Wilayah tersebut meliputi Barru, Bantaeng, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Palopo, Parepare, Pinrang, dan Takalar.

Potensi udara panas perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang bekerja di luar ruangan dalam waktu lama. Aktivitas di bawah terik matahari dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung dari sinar matahari, serta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan apabila kondisi terasa sangat panas.

Pekerja lapangan dan pengendara juga perlu memperhatikan kondisi tubuh selama beraktivitas, terutama pada siang hari ketika paparan panas dapat terasa lebih menyengat.

Konsentrasi PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat

Perhatian lainnya adalah kondisi kualitas udara. Dalam laporan yang sama, konsentrasi PM2.5 di Sulsel tercatat berada pada kisaran 55,5–67,4 mikrogram per meter kubik dengan kategori tidak sehat.

PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini dapat menjadi perhatian, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Jakarta 19 September, Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari

Masyarakat disarankan mengurangi paparan polusi apabila kualitas udara di wilayahnya memburuk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat dipertimbangkan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan.

Warga juga perlu memperhatikan informasi kualitas udara yang diperbarui melalui kanal resmi pemerintah sebelum merencanakan aktivitas luar ruangan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini. Informasi terbaru dapat diakses melalui situs resmi BMKG di **www.bmkg.go.id**.

Dengan memperhatikan potensi angin kencang, udara panas, hujan lokal, dan kondisi kualitas udara, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas serta mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca hari ini.

Kualitas Udara Makassar Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar Rabu (14/10/2029) pada pagi hari mencapai 156,5 µg/m3, masuk kategori sangat tidak sehat.

Angka itu terus meningkat. Sejak dini hari tadi, Rabu (14/10/2026), mencapai 127,7 µg/m3, meningkat pada pagi hari 158,7 µg/m3.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan bahwa kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

“Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat,” ucapnya, Rabu (14/10/2026).

Udara Makassar Tidak Sehat