Pawai Sumpah Pemuda Berujung Bentrok-Motor Terbakar di Makassar

Journalist Independent
Salah satu motor dibakar saat terjadi bentrok di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. (Dok. Istimewa)
Salah satu motor dibakar saat terjadi bentrok di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar peringatan sumpah pemuda. (Dok. Istimewa)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Konvoi sepeda motor dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda berujung bentrokan di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (28/10/2026). Keributan tersebut berakhir dengan terbakarnya sepeda motor.

Insiden itu bermula saat rombongan pengendara yang mengikuti kegiatan rolling melintas di kawasan tersebut sambil menggeber mesin kendaraan. Suara bising dari rombongan diduga memicu ketegangan dengan sejumlah orang yang berada di sekitar lorong Tamajene.

Situasi kemudian memanas setelah rombongan dihadang. Perselisihan yang awalnya terjadi di jalan itu berkembang menjadi bentrokan. Kedua pihak dilaporkan saling menyerang hingga melempar benda.

Di tengah keributan,  sepeda motor terbakar di depan lorong. Satu kendaraan lainnya berhasil diamankan dan diserahkan kepada polisi.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan bentrokan bermula ketika rombongan peserta pawai yang menggeber sepeda motor melintas di kawasan Lorong 1 Tamajene, Kelurahan Karuwisi Utara, sekitar pukul 16.15 Wita.

Rombongan pawai tersebut kemudian diserang oleh sekelompok pemuda dari Tamajene Pride. Penyerangan itu memicu perkelahian antara kedua kelompok yang menggunakan batu dan busur.

“Awalnya rombongan pemuda yang melakukan pawai melintas di Jalan Urip Sumoharjo, kemudian diserang oleh kelompok pemuda Tamajene Pride hingga terjadi perkelahian,” kata Jafar kepada wartawan.

Di tengah bentrokan, rombongan peserta pawai mengambil satu unit sepeda motor milik pemuda Tamajene Pride. Motor tersebut kemudian dibawa ke Jalan Urip Sumoharjo lalu dibakar di tengah jalan.

“Sepeda motor milik pemuda Tamajene Pride itu diambil oleh kelompok pemuda yang melakukan pawai saat terjadi perkelahian. Motor tersebut kemudian dibawa ke jalan Urip Sumoharjo dan dibakar,” jelasnya.

Polisi menyatakan belum menemukan adanya korban luka dalam insiden itu. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terdampak.

Baca Juga  Gempa Kepulauan Seribu M 6,5, Guncangan Menjangkau Jawa dan Sumatera

Polisi dan Brimob Turun ke Lokasi

Keributan akhirnya mereda setelah personel Patmor Sabhara Polrestabes Makassar dan Patmor Brimob Polda Sulawesi Selatan melintas di lokasi kejadian.

Petugas kemudian berupaya membubarkan kerumunan dan memisahkan kelompok yang terlibat agar bentrokan tidak berlanjut. Anggota polisi juga meminta massa menjauh dari lokasi.

Kehadiran personel gabungan membantu meredakan situasi. Meski demikian, aparat masih harus mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, terutama terkait pemicu bentrokan dan pembakaran kendaraan.

Polisi belum menyimpulkan apakah pembakaran tersebut dilakukan oleh anggota rombongan konvoi atau pihak lain. Dugaan yang berkembang masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi dan barang bukti.

Belum Ada Pelaku yang Diamankan

Hingga keterangan terakhir disampaikan, belum ada orang yang diamankan terkait bentrokan maupun pembakaran dua sepeda motor tersebut.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi untuk mengidentifikasi orang-orang yang terlibat. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui siapa yang pertama kali melakukan provokasi dan bagaimana perselisihan itu berujung pada pembakaran kendaraan.

Polisi juga masih mendalami seluruh keterangan yang diperoleh. Penyebab pasti bentrokan, pihak yang bertanggung jawab atas terbakarnya dua sepeda motor, serta peran masing-masing orang dalam kejadian itu belum dapat dipastikan.

Aparat pun mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban saat melakukan kegiatan konvoi di jalan raya agar perayaan tidak berakhir dengan keributan yang merugikan warga.

Pendemo Soroti Kebijakan Prabowo-Gibran