PSM Makassar Catat Clean Sheet Beruntun, Stefan Jevtoski Soroti Perkembangan Pertahanan Juku Eja

Journalist Independent
Bhayangkara FC vs PSM Makassar
Bhayangkara FC vs PSM Makassar

Journalist Independent, MAKASSAR – PSM Makassar mulai menemukan kembali kestabilan di lini belakang. Setelah menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0, Juku Eja kembali menjaga gawangnya tetap bersih saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027.

Hasil imbang tanpa gol itu menjadi sinyal positif bagi tim asuhan PSM untuk membangun konsistensi setelah melewati periode sulit.

Gelandang PSM Makassar, Stefan Jevtoski, menilai timnya menunjukkan perkembangan dalam menjaga pertahanan dan mengurangi kesalahan selama pertandingan.

Meski gagal membawa pulang tiga poin, ia melihat hasil di Bandar Lampung sebagai modal penting untuk menghadapi laga berikutnya.

“Kami menunjukkan peningkatan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kali ini kami tidak kebobolan dan mampu meminimalkan kesalahan. Kami harus melanjutkan hal ini pada pertandingan berikutnya,” ujar Jevtoski, Selasa, 27 Oktober 2026.

PSM menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (26/10) malam. Kedua tim berusaha mencari gol kemenangan, tetapi pertahanan masing-masing mampu menggagalkan peluang yang muncul sepanjang pertandingan.

Bagi PSM, hasil 0-0 tersebut bukan sekadar tambahan satu poin. Tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu juga mencatatkan clean sheet kedua secara beruntun di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.

Pertahanan PSM Mulai Menunjukkan Konsistensi

Bhayangkara Presisi Lampung FC memberikan tekanan dengan melepaskan delapan percobaan tembakan. Namun, hanya dua di antaranya yang mengarah ke gawang PSM. Angka tersebut menggambarkan kemampuan lini belakang Juku Eja membatasi ancaman lawan, meski tim tuan rumah terus berupaya menciptakan peluang.

Jevt oski menilai perkembangan tersebut lahir dari usaha tim yang terus memperbaiki permainan. Ia menegaskan, menjaga gawang tanpa kebobolan menjadi salah satu aspek yang perlu dipertahankan ketika PSM melanjutkan perjalanan di kompetisi.

Baca Juga  Prabowo Subianto Puji Perjuangan Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup

“Kami selalu melakukan peningkatan-peningkatan, berprogres. Salah satunya pada malam ini kami tidak kebobolan. Kami melanjutkan tren dari sebelumnya dan kami tidak kemasukan,” ungkap Stefan Jevtoski.

Catatan dua pertandingan tanpa kebobolan memberi PSM alasan untuk membangun kepercayaan diri. Sebelum menahan Bhayangkara, mereka lebih dahulu mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0 pada pekan sebelumnya.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10), PSM mampu mengamankan kemenangan sekaligus menggagalkan sejumlah peluang Persebaya. Hasil itu mengakhiri rangkaian empat pertandingan tanpa kemenangan yang sebelumnya membayangi perjalanan Juku Eja.

Keberhasilan menjaga gawang tetap aman dalam dua laga berturut-turut menjadi perkembangan penting bagi tim. PSM tidak hanya membutuhkan produktivitas lini depan untuk meraih kemenangan, tetapi juga pertahanan yang mampu menjaga keunggulan ketika mereka berhasil mencetak gol.

Jevtoski Apresiasi Semangat Rekan Setim

Selain menyoroti pertahanan, Jevtoski mengapresiasi kerja keras seluruh pemain PSM selama pertandingan melawan Bhayangkara. Menurutnya, semangat kolektif menjadi faktor penting ketika tim menghadapi laga ketat dan kesulitan menemukan gol.

Ia juga memberikan perhatian kepada pemain pengganti yang tetap berusaha membantu tim hingga pertandingan berakhir. Bagi Jevtoski, kontribusi setiap pemain diperlukan untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.

PSM memang gagal mengubah peluang menjadi gol di Bandar Lampung. Namun, kemampuan mempertahankan konsentrasi hingga peluit akhir memberi gambaran bahwa tim mulai memperbaiki sejumlah aspek yang sebelumnya menjadi pekerjaan rumah.

Jevt oski menekankan bahwa perkembangan tersebut tidak boleh berhenti pada dua pertandingan saja. PSM perlu menjaga disiplin, mengurangi kesalahan sendiri, dan mempertahankan intensitas permainan ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Hasil imbang juga memperlihatkan bahwa peningkatan pertahanan belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan tim. PSM masih perlu memperbaiki efektivitas serangan agar mampu mengubah peluang menjadi gol dan mengamankan kemenangan, bukan hanya berbagi poin.

Baca Juga  PSM Makassar Dua Kali Tertinggal, Persita Ditahan Imbang 2-2

Gawang PSM Sempat Kebobolan 12 Gol

Sebelum mencatatkan dua clean sheet beruntun, pertahanan PSM sempat menghadapi tekanan besar pada awal kompetisi. Dalam tujuh pertandingan yang telah dijalani, gawang yang dijaga Muh. Ardiansyah tercatat kebobolan 12 gol.

Sebagian besar gol tersebut masuk sebelum PSM mengakhiri periode empat pertandingan tanpa kemenangan. Gol terakhir yang bersarang di gawang Juku Eja terjadi saat mereka menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10).

Dalam pertandingan itu, PSM berhasil bangkit dan menang 2-1. Kemenangan tersebut menjadi titik penting dalam upaya tim memperbaiki performa, sebelum mereka melanjutkan tren positif melalui kemenangan atas Persebaya dan hasil imbang melawan Bhayangkara.

Dua laga tanpa kebobolan kini memberi PSM kesempatan memperkuat fondasi permainan. Meski demikian, tim tetap perlu mengevaluasi koordinasi pertahanan dan penyelesaian akhir agar peningkatan di satu sektor berjalan seimbang dengan kebutuhan di sektor lainnya.

PSM Dituntut Menjaga Tren Positif

Bagi Jevtoski, hasil melawan Bhayangkara harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih baik, bukan alasan untuk berpuas diri. Konsistensi akan menentukan apakah perkembangan pertahanan PSM mampu bertahan dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Juku Eja perlu menjaga komunikasi antarpemain, menutup ruang tembak lawan, serta mengurangi kesalahan yang bisa membuka peluang bagi lawan.

Pada saat bersamaan, lini serang harus meningkatkan ketajaman agar dominasi atau peluang yang tercipta menghasilkan gol.

Hasil 0-0 di Bandar Lampung memang belum memberikan kemenangan tambahan bagi PSM. Namun, dua clean sheet beruntun menunjukkan kemajuan yang bisa menjadi modal penting untuk memperbaiki posisi dan menjaga persaingan di BRI Super League 2026/2027.

PSM kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa pertahanan yang semakin solid dapat berjalan beriringan dengan serangan yang lebih efektif.

Baca Juga  PSM Makassar Hadapi Persebaya yang Lebih Mahal Rp31 Miliar, Duel di Parepare Jadi Ujian Juku Eja

Jika mampu mempertahankan disiplin sekaligus meningkatkan produktivitas gol,

Juku Eja memiliki peluang lebih besar untuk mengubah hasil imbang menjadi kemenangan pada pertandingan berikutnya. (*)