Ancam Orang Tua Pakai Pisau Saat Mabuk, Pemuda di Makassar Diamankan

Journalist Independent
Pelaku saat diamankan polisi.

Journalist Independent, MAKASSAR – Persoalan konsumsi minuman keras yang berujung pada konflik dalam keluarga kembali menjadi perhatian. Di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, seorang pemuda diamankan personel kepolisian setelah diduga mengancam dan bersikap kasar terhadap kedua orang tuanya. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/10/2026), menyusul laporan keluarga yang merasa resah dengan perilaku anaknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua orang tua pemuda tersebut telah merasa terganggu dengan kebiasaan anaknya yang kerap mengonsumsi minuman keras. Kebiasaan itu disebut berulang kali memicu keributan di rumah, sehingga keluarga akhirnya meminta bantuan kepolisian untuk mencegah situasi berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KA SPKT Aiptu Mustafa bersama personel piket fungsi Polsek Manggala segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan keadaan sekaligus memberikan perlindungan kepada pihak-pihak yang berada di lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati pemuda tersebut masih melontarkan kata-kata kasar kepada kedua orang tuanya. Ia juga diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dan disebut mengancam orang tuanya menggunakan sebilah pisau.

Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan secara hati-hati. Keberadaan benda tajam dalam situasi konflik keluarga berpotensi meningkatkan risiko cedera, terutama apabila pihak yang terlibat sedang berada dalam kondisi emosi yang tidak terkendali.

Petugas kemudian berupaya mengamankan pemuda tersebut agar situasi tidak semakin memburuk. Namun, ketika hendak diamankan, pemuda itu sempat melakukan perlawanan dan menolak tindakan personel kepolisian.

Meski menghadapi penolakan, petugas tetap mengedepankan penanganan secara terukur dengan pendekatan persuasif. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan situasi tanpa memicu konflik lanjutan, sekaligus memastikan keselamatan keluarga dan petugas di lokasi.

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., menjelaskan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan, khususnya ketika terdapat potensi ancaman terhadap keselamatan anggota keluarga.

“Kami mengutamakan keselamatan semua pihak dalam menangani setiap persoalan di masyarakat. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif agar situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan permasalahan baru,” ujar Kompol Semuel To’longan.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian dalam situasi seperti ini tidak hanya bertujuan mengamankan pihak yang diduga melakukan tindakan mengancam, tetapi juga mencegah konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Respons yang cepat diperlukan ketika laporan masyarakat menunjukkan adanya potensi kekerasan atau ancaman keselamatan.

Setelah dilakukan edukasi dan diberikan nasihat, situasi di lokasi berangsur kondusif. Ketegangan yang sebelumnya terjadi di dalam rumah dapat dikendalikan sehingga tidak berlanjut menjadi keributan yang lebih besar.

Kedua orang tua pemuda tersebut kemudian menyatakan mencabut tuntutannya. Mereka berharap anaknya dapat memperbaiki perilaku, menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman keras, serta tidak lagi melakukan tindakan yang meresahkan keluarga.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa keluarga masih berharap adanya perubahan perilaku dari anaknya. Namun, persoalan yang terjadi juga menjadi pengingat bahwa konflik dalam rumah tangga perlu ditangani secara serius, terutama apabila telah disertai ancaman menggunakan benda yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Konsumsi Minuman Keras dan Risiko Konflik Keluarga

Secara umum, konsumsi minuman beralkohol dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, mengendalikan impuls, dan menilai risiko. Dampaknya dapat berbeda pada setiap individu, bergantung pada jumlah alkohol yang dikonsumsi, kondisi fisik, serta faktor lain yang menyertai.

Dalam situasi konflik, penurunan kemampuan mengendalikan diri dapat memperburuk pertengkaran dan meningkatkan kemungkinan munculnya tindakan agresif. Meski demikian, konsumsi minuman keras tidak serta-merta menjadi satu-satunya penyebab kekerasan. Perilaku mengancam tetap perlu dipandang sebagai persoalan keselamatan yang membutuhkan penanganan tepat.

Pada tingkat keluarga, kebiasaan konsumsi alkohol yang disertai pertengkaran berulang dapat menimbulkan tekanan emosional, rasa takut, serta ketidaknyamanan bagi anggota rumah tangga lainnya. Situasi tersebut juga dapat mengganggu hubungan antara orang tua dan anak apabila tidak disertai upaya penyelesaian yang memadai.

Karena itu, keluarga perlu memperhatikan perubahan perilaku yang berulang, terutama apabila mulai muncul ancaman, tindakan kasar, atau perilaku yang membahayakan orang lain. Komunikasi yang baik dapat menjadi salah satu langkah pencegahan, tetapi keselamatan anggota keluarga harus tetap menjadi prioritas ketika situasi sudah mengarah pada kekerasan.

Apabila kebiasaan mengonsumsi minuman keras sulit dihentikan atau telah menimbulkan masalah berulang, dukungan profesional juga dapat dipertimbangkan. Pendampingan yang sesuai dapat membantu seseorang mengevaluasi pola konsumsi dan mengembangkan cara yang lebih sehat untuk mengelola emosi maupun menyelesaikan persoalan.

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Ragu Melapor

Kapolsek Manggala turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila menghadapi persoalan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tambahnya.

Imbauan tersebut menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk melapor ketika menghadapi situasi yang berisiko. Laporan sejak dini dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum persoalan berkembang menjadi tindakan yang menimbulkan korban atau kerugian lebih besar.

Masyarakat yang menghadapi ancaman langsung, terlebih ketika terdapat senjata tajam atau benda berbahaya, disarankan mengutamakan keselamatan dengan menjauh dari sumber ancaman apabila memungkinkan. Warga juga sebaiknya tidak memaksakan diri menghadapi orang yang sedang agresif seorang diri dan segera meminta bantuan petugas kepolisian.

Di sisi lain, pencegahan konflik keluarga memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga dapat berperan melalui komunikasi dan pengawasan yang proporsional, sedangkan lingkungan sekitar dapat membantu dengan memberikan dukungan serta melaporkan situasi berbahaya tanpa memperkeruh keadaan.

Peristiwa di Kecamatan Manggala ini menjadi pengingat bahwa persoalan konsumsi minuman keras tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan pribadi, tetapi juga dapat berdampak terhadap rasa aman orang-orang di sekitarnya apabila disertai perilaku mengancam.

Polsek Manggala mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mengalami situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui respons cepat, pendekatan persuasif, serta kepedulian keluarga dan lingkungan, diharapkan konflik serupa dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi kekerasan yang membahayakan keselamatan bersama.