Journalist Independent, MAKASSAR – Kualitas udara di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini masih dalam katergori tidak sehat. Sejauh ini, sejumlah daerah masuk dalam kategori ini, kecuali Sulsel bagian Utara. Penurunan kualitas udara ini terjadi terutama pada pagi hingga menjelang siang hari.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulsel, Rizky Yudha, menyatakan penyebaran partikulat hampir merata di setiap Kabupaten/Kota di Sulsel yang berbeda-beda nilai PM2.5 nya.
“Secara penyebaran partikulatnya hampir merata Se Sulsel, kecuali Sulsel bagian Utara. Tapi untuk melihat nilai masing-masing kabupaten perlu dicek juga datanya di Dinkes atau DLH,” kata Rizky kepada wartawan, Senin (12/10/20206).
Rizky mengatakan, saat ini, kualitas udara berada pada konsentrasi PM2.5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, tercatat mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m3) dengan kategori tidak sehat.
“Partikulatnya, sampai hari ini PM2.5 dan untuk hari ini, masih menunjukkan kategori Tidak Sehat. Potensinya seperti itu, tapi hal ini juga bergantung dari sumber polutannya dan arah anginnya. Jika sumbernya berkurang atau anginnya berubah, kualitas udaranya bisa lebih membaik,” jelasnya.
Disebabkan Asap Karhutla-Pergerakan Angin
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pergerakan angin menjadi faktor utama yang patut diwaspadai masyarakat.
“Kabut asap bukan sekadar membuat langit terlihat suram. Di balik udara yang tampak biasa, terdapat partikel polutan berukuran sangat kecil yang berpotensi masuk jauh ke dalam paru-paru dan mengancam kesehatan,” tegasnya.
Fadli mengingatkan warga khususnya di Makassar, agar tidak menyepelekan kondisi ini dan mengambil langkah perlindungan sejak dini.
Fadli membeberkan berdasarkan informasi menyebutkan bahwa kualitas udara di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya berpotensi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat sampai sekitar 13 Oktober 2026, terutama pada pagi hingga menjelang siang.
Namun, Kondisi aktual dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan sumber emisi sehingga masyarakat perlu mengikuti pembaruan terbaru dari BMKG.
“Jangan menunggu sampai mengalami sesak napas untuk mulai melindungi diri. Ketika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang sesuai jika harus keluar, dan lindungi anak-anak serta anggota keluarga yang rentan,” ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, bahwa penurunan kualitas udara ini dapat bersumber dari karhutla di Kalimantan yang terbawa angin menuju Sulsel. Selain itu, pergerakan angin dari arah timur juga memungkinkan asap dari kawasan Papua dan Maluku sampai ke wilayah Sulawesi Selatan, disamping kontribusi dari kebakaran lahan lokal.
Namun, Fadli mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sumber asap hanya dari penglihatan visual semata, melainkan tetap mengacu pada analisis resmi BMKG.
“Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan asal kabut asap hanya berdasarkan penampakan visual. Pemantauan kualitas udara, arah angin, dan informasi kebakaran dari instansi berwenang tetap menjadi acuan utama,” tukasnya.
Gubernur Imbau Jaga Kesehatan
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang memburuk.
“Jadi, saya mengimbau karena kondisi udara di Sulawesi Selatan ini terdapat kiriman-kiriman dari barat maupun dari timur sehingga nilai polutannya pada ambang yang kemudian menjadi perhatian di bidang kesehatan,” ujar Andi Sudirman.
Andi Sudirman berharap, warga yang beraktivitas di luar ruangan dalam durasi cukup lama dapat secara disiplin mengoperasikan perlindungan diri.
“Kita berharap ketika warga kami tercinta bekerja di luar untuk waktu-waktu yang durasi lama atau kurun waktu tertentu, dapat menggunakan masker dalam aktivitas kesehariannya,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga imunitas dan menerapkan protokol kesehatan jika mulai merasakan gejala gangguan kesehatan.
“Jika ada yang terdampak seperti mungkin flu dan sebagainya, agar memperhatikan asupan nutrisi serta menjalankan protap-protap kesehatan. Yang paling penting, semua masyarakat memperhatikan imbauan resmi dan menyesuaikan diri,” tutup Andi Sudirman.
BMKG Prediksi 2 Daerah di Sulsel Berpotensi Hujan Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi akan terjadi hujan di dua daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin 12 Oktober 2026. Kabar itu tentu menjadi hal positif, karena hujan sejak lama dinanti masyarakat Sulsel.
Dua daerah itu, yakni Kabupaten Luwu Utara dan Pinrang. Keduanya berbeda waktu hujan, Luwu Utara pada pagi hari dan Pinrang pada sore hari. Itu berdasarkan data BMKG, Minggu 11 Oktober 2026.
Selain itu, daerah lain masih mengalami udara panas, termasuk Kota Makassar. Angin kencang juga diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah Sulsel. Peringatan itu dalam kategori waspada.
“Waspada potensi angin kencang di wilayah Bantaeng, Jeneponto, Gowa, dan Takalar,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin, (12/10/2026).
Berikut prakiraan cuaca BMKG, Senin 12 Oktober 2026:
• Pagi Hari: Cerah Berawan. Berpotensi Hujan Ringan di sebagian wilayah Luwu Utara.
• Siang/Sore Hari: Cerah Berawan. Berpotensi Hujan Ringan di sebagian wilayah Pinrang.
• Malam Hari: Berawan.
• Dini Hari: Berawan.
• Suhu Udara: 18 – 38 °C.
• Kelembapan Udara: 51 – 100 %.
• Angin: Utara – Timur / 10 – 40 km/jam.
• Peringatan Dini: Waspada potensi angin kencang di wilayah Bantaeng, Jeneponto, Gowa, dan Takalar. Waspada potensi udara panas di wilayah Luwu, Pinrang, Barru, Soppeng, Bone, Pangkep, Maros, Makassar, Takalar, Bulukumba, dan Kep. Selayar. Siaga potensi udara panas di wilayah Gowa, Luwu Timur, Luwu Utara, Sidrap, Parepare, dan Wajo.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini
BMKG Wilayah IV Makassar juga sempat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah Sulsel, Senin (12/10/2026). Peringatan dini tersebut ditujukan untuk wilayah bagian utara Sulsel yang berpotensi mengalami kondisi cuaca tersebut.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama selama periode peringatan berlangsung. BMKG menyampaikan bahwa potensi hujan yang disertai kilat dan angin kencang tersebut juga dapat meluas ke wilayah Kabupaten Luwu, khususnya di sebagian wilayahnya.
Peringatan dini ini berlaku selama dua jam, yakni mulai pukul 01.20 hingga 03.20 WITA, Senin, 12 Oktober 2026. Keluarnya peringatan tersebut menjadi informasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca, terutama ketika hujan turun disertai kilat dan angin kencang.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak diharapkan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG. Meski periode peringatan dini tersebut telah ditentukan, perkembangan kondisi cuaca di Sulsel tetap perlu dipantau melalui pembaruan informasi resmi BMKG. (iz)






