Dorongan agar penyandang disabilitas semakin mandiri juga menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Ketua BAZNAS Sulsel, Riswan Ilyas, mengatakan pihaknya selama ini telah menyalurkan berbagai bantuan bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut meliputi kursi roda, alat bantu dengar, hingga mushaf Al-Qur’an braille.
BAZNAS juga memberikan beasiswa pendidikan setiap tahun bagi penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
“Beasiswa itu setiap tahun diberikan untuk disabilitas,” kata Riswan.
Menurut Riswan, dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak semestinya berhenti pada bantuan konsumtif. Program pemberdayaan ekonomi perlu diperkuat agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup dan memperoleh penghasilan secara mandiri.
“Selain bantuan konsumtif, kami mendorong agar program-program kemandirian ekonomi lebih diprioritaskan. Harapannya, penerima manfaat bisa keluar dari mustahik menjadi muzaki,” katanya.
Mustahik merupakan orang yang berhak menerima zakat, sedangkan muzaki adalah orang yang menunaikan zakat. Perubahan dari mustahik menjadi muzaki menjadi gambaran kemandirian yang ingin didorong melalui pemberdayaan ekonomi.
Meski demikian, Riswan mengakui pendataan penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan masih menjadi pekerjaan rumah. BAZNAS belum memiliki data yang benar-benar akurat mengenai jumlah penyandang disabilitas yang menjadi sasaran program.
Selama ini, pelaksanaan sejumlah program dilakukan melalui koordinasi dengan BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, serta BAZNAS kabupaten/kota.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan lebih dari sekadar penyaluran bantuan. Akses layanan keuangan yang setara, edukasi yang berkelanjutan, perlindungan, pendidikan, dan kesempatan berusaha perlu berjalan beriringan. Sebab, kemandirian finansial bukan hanya tentang kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga tentang kesempatan untuk menentukan masa depan dan mengambil peran yang setara di tengah masyarakat. (na)






