Journalistindependent.com, MERAUKE – Misteri kematian AN (25) di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Papua Selatan, mulai terungkap. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban ternyata sempat diantar dua orang tidak dikenal (OTK) yang kemudian meninggalkannya di depan gerbang rumah sakit.
Polisi kini memburu kedua orang tersebut untuk mengungkap penyebab kematian korban sekaligus menelusuri peristiwa yang terjadi sebelum jenazah ditemukan.
Kaur Ident Polres Merauke Aipda Syamsir mengatakan, keberadaan dua OTK itu diketahui dari keterangan saksi yang sedang bertugas menjaga portal keluar masuk kendaraan RSUD Merauke.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Kedua orang itu datang membawa korban, kemudian meletakkannya di depan pintu gerbang keluar kendaraan rumah sakit sebelum meninggalkan lokasi.
“Kedua orang tersebut meletakkan korban di depan pintu gerbang keluar kendaraan RSUD Merauke dan meninggalkan lokasi,” ujar Aipda Syamsir dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Saksi Temukan Korban Sudah Meninggal
Setelah melihat korban tergeletak, saksi kemudian memeriksa kondisinya. Namun, saat diperiksa, korban ternyata sudah tidak bernyawa.
Saksi selanjutnya menghubungi petugas keamanan rumah sakit untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
“Setelah mengetahui korban dalam kondisi tidak bernyawa, saksi segera menghubungi pihak keamanan rumah sakit yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” beber Syamsir.
Petugas Polres Merauke menerima laporan tersebut dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 06.30 WIT. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan jenazah.
Ditemukan Sejumlah Luka, Termasuk Luka Tusuk
Jenazah AN selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Merauke untuk menjalani pemeriksaan luar.
Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Salah satunya berupa luka tusuk yang kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian AN.
“Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk luka tusuk,” ungkap Syamsir.
Polisi masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan mendalami rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Penyidik juga berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memperoleh informasi tambahan terkait aktivitas AN sebelum peristiwa tersebut.
“Pihak kepolisian juga terus mendalami identitas dua orang yang membawa korban ke lokasi,” ujar Syamsir.
Hingga kini, polisi masih menelusuri keberadaan kedua OTK tersebut. Identitas dan keterlibatan mereka dalam peristiwa kematian AN masih didalami penyidik. (*)






