NEWS  

Salah Baca Google Maps, Mobil Nekat Lawan Arah di Gerbang Tol Ciledug

Journalist Independent
kendaraan melawan arah di akses Gerbang Tol Ciledug 3, Jakarta Selatan, setelah pengemudi diduga salah membaca Google Maps.
Kendaraan melawan arah di akses Gerbang Tol Ciledug 3, Jakarta Selatan, setelah pengemudi diduga salah membaca Google Maps.

Jorunalist Independent.com, JAKARTA – Aksi pengendara mobil yang melawan arah di pintu masuk Gerbang Tol Ciledug 3, Jakarta Selatan, nyaris berujung kecelakaan. Pengemudi tersebut diduga salah membaca petunjuk navigasi Google Maps saat hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Mobil tersebut melaju berlawanan dengan arus kendaraan di sekitar akses masuk gerbang tol sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Brata Manggala, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, petugas kepolisian telah meminta keterangan dari petugas keamanan gerbang tol untuk mengetahui kronologi peristiwa.

“Petugas PJR melakukan upaya dengan cara berkoordinasi dengan pengelola Tol Jasa Marga. Kami memanggil sekuriti yang sedang berdinas karena kejadian tersebut tidak dilaporkan kepada petugas PJR,” kata Rieki kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).

Pengemudi Mengaku Salah Membaca Google Maps

Berdasarkan keterangan petugas keamanan, pengemudi mobil tersebut mengaku melawan arah karena mengikuti petunjuk Google Maps yang mengarahkannya menuju Bandara Soetta.

Namun, pengemudi diduga salah mengambil jalur. Situasi semakin mendesak karena ia mengaku sedang mengejar waktu untuk sampai ke tujuan.

Rieki menjelaskan, petugas keamanan sempat menghampiri pengemudi untuk mencegah kendaraan tersebut terus melaju melawan arah.

“Sekuriti menghampiri untuk menghalau agar pengemudi tidak melawan arah. Pengemudi kemudian mengatakan bahwa dirinya mengikuti aplikasi Google Maps untuk menuju Bandara Soetta, tetapi salah jalan dan meminta kembali ke jalan arteri karena dikejar waktu,” jelasnya.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu keterangan yang diperoleh petugas dalam menelusuri kejadian. Meski demikian, alasan salah membaca navigasi tidak menghilangkan kewajiban pengemudi untuk memperhatikan rambu dan kondisi lalu lintas.

Baca Juga  Polisi Ungkap Peredaran 62,5 Kilogram Ganja di Petamburan, Dua Pria Ditangkap

Sekuriti Arahkan Pengemudi Kembali ke Jalur Normal

Setelah mengetahui pengemudi salah mengambil jalur, petugas keamanan memberikan arahan agar kendaraan tersebut tidak meneruskan perjalanan melawan arus.

Sekuriti kemudian mengarahkan pengemudi untuk tetap mengikuti jalur normal menuju Gerbang Tol Ciledug 3. Pengemudi diminta melakukan transaksi tol dan keluar melalui gerbang berikutnya untuk mengambil jalur yang sesuai menuju Bandara Soetta.

“Namun, sekuriti tetap mengarahkan agar pengemudi berada di jalur normal menuju Gerbang Tol Ciledug 3, melakukan transaksi tol, kemudian keluar melalui gerbang di depan untuk mengambil jalur menuju Bandara Soetta,” tutur Rieki.

Petugas keamanan juga menjelaskan alasan tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada Sat PJR maupun pihak Jasa Marga. Saat peristiwa berlangsung, kondisi lalu lintas di sekitar gerbang tol sedang padat sehingga petugas lebih dahulu melakukan pengaturan dan mengarahkan kendaraan.

Polisi Evaluasi Penanganan Kejadian

Pihak kepolisian turut menyoroti tidak adanya laporan awal dari petugas keamanan mengenai kendaraan yang melawan arah tersebut. Karena itu, koordinasi dengan pengelola jalan tol dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai penanganan di lapangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengendara agar tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi navigasi ketika berkendara. Petunjuk digital dapat membantu menentukan rute perjalanan, tetapi pengemudi tetap harus memperhatikan rambu lalu lintas, marka jalan, serta arahan petugas.

Apabila petunjuk aplikasi mengarahkan kendaraan ke jalur yang tidak sesuai, pengemudi sebaiknya tidak mengambil keputusan secara terburu-buru, terlebih dengan melawan arus. Pengendara perlu mencari jalur alternatif yang aman dan sesuai aturan.

Terlebih, akses gerbang tol memiliki arus kendaraan yang harus dijaga agar tetap tertib. Kesalahan mengambil jalur dapat membahayakan pengemudi sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Baca Juga  Kapal Tanzania Dicegat, BNN Ungkap 2,6 Ton Sabu Cair dari Malaysia

Hingga keterangan yang disampaikan kepolisian tersebut, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pengemudi maupun sanksi yang diberikan atas kejadian tersebut. (*)