1.936 Personel Gabungan Bersiaga Amankan 36 Titik Aksi Sumpah Pemuda di Makassar

Journalist Independent
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memimpin apel pengamanan aksi unjuk rasa Hari Sumpah Pemuda.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memimpin apel pengamanan aksi unjuk rasa Hari Sumpah Pemuda.

JournalistIndependent, MAKASSAR – Sebanyak 1.936 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di 36 titik wilayah Kota Makassar, Rabu, 28 Oktober 2026. Pengamanan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana memimpin apel kesiapan pengamanan yang berlangsung di bawah Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Apel tersebut menjadi bagian dari persiapan aparat sebelum menjalankan tugas di sejumlah lokasi aksi.

Ribuan personel yang dilibatkan berasal dari berbagai instansi, meliputi Polda Sulawesi Selatan, Polrestabes Makassar, TNI AD, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan Kota Makassar, serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Pelibatan personel lintas instansi tersebut bertujuan mendukung kelancaran pengamanan di seluruh titik aksi. Koordinasi antarpersonel juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Apel kesiapan tersebut turut dihadiri Karo Ops Polda Sulsel Djoko Purnomo, Dir Samapta Kombes Pol. Heri Sasangka, Dir Pamobvit Kombes Pol. Minarto, dan Dir Intelkam Kombes Pol. Dulfi Muis.

Hadir pula Dir Lantas Kombes Pol. Dr. Pria Budi, Dir Polairud Kombes Pol. Donny Charles dan para pejabat utama Polrestabes Makassar, para Kapolsek jajaran, perwira penanggung jawab, serta personel dari masing-masing instansi terkait.

Arya Tekankan Pengamanan Humanis

Dalam arahannya, Arya Perdana menegaskan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Aparat diminta memberikan ruang bagi peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara aman, tertib, dan lancar.

“Kita berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami berharap seluruh rangkaian aksi hari ini dapat berlangsung dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujar Kombes Pol. Arya Perdana.

Baca Juga  Aksi Nekat "Gerandong" Rampok Mahasiswi di Indekos Makassar, Todong Pisau Diringkus Polisi

Dikatakan Arya, pendekatan persuasif dan humanis menjadi prinsip utama dalam menghadapi massa aksi. Seluruh personel diminta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi selama penyampaian pendapat berlangsung.

Ia menekankan bahwa setiap tindakan pengamanan harus dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur. Personel juga wajib memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Laksanakan pengamanan secara persuasif. Tidak boleh ada tindakan represif, kecuali sudah mengancam keselamatan anggota maupun masyarakat,” tegasnya.

Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa pengamanan aksi tidak semata-mata berorientasi pada pengendalian massa. Aparat juga harus memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap terlindungi.

Di sisi lain, personel diminta mampu membaca perkembangan situasi di setiap lokasi pengamanan. Langkah antisipasi diperlukan agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi persoalan yang menghambat aktivitas masyarakat.

Personel Dilarang Membawa Senjata

Selain menekankan pendekatan humanis, Arya mengingatkan seluruh personel agar memastikan kesiapan sebelum melaksanakan tugas. Pemeriksaan kelengkapan anggota menjadi salah satu tahapan yang harus dilakukan sebelum mereka menempati lokasi pengamanan.

Ia secara khusus meminta agar tidak ada anggota yang membawa senjata selama menjalankan pengamanan aksi unjuk rasa. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pelaksanaan tugas tetap profesional dan menghindari tindakan yang tidak sesuai prosedur.

Pemeriksaan kesiapan personel juga diperlukan untuk memastikan setiap anggota memahami tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, pelaksanaan pengamanan dapat berlangsung sesuai arahan pimpinan dan pembagian tugas yang telah ditetapkan.

Setiap personel diharapkan menjalankan tugas dengan mengedepankan pengendalian diri. Sikap profesional diperlukan untuk menghadapi beragam situasi yang mungkin muncul selama aksi berlangsung di berbagai lokasi.

Pengamanan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda juga memiliki konteks tersendiri. Momentum tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat.

Baca Juga  Karhutla di Sejumlah Daerah, Polri Sebut Pembukaan Lahan Jadi Motif

Arya mengingatkan bahwa semangat kebangsaan harus tetap menjadi landasan bagi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, peserta aksi diharapkan saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Aksi Diminta Berakhir Pukul 18.00 WITA

Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Makassar juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. Peserta aksi diminta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Arya mengimbau massa agar tidak membakar ban maupun menutup jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Peserta aksi juga diminta tidak menggelar demonstrasi di depan objek vital.

Selain itu, seluruh rangkaian aksi unjuk rasa diharapkan berakhir pada pukul 18.00 WITA. Imbauan tersebut disampaikan agar kegiatan penyampaian pendapat tetap berjalan tertib tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lainnya.

Pengaturan waktu dan lokasi aksi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara hak menyampaikan pendapat dan kelancaran aktivitas warga. Karena itu, peserta aksi diharapkan mematuhi imbauan yang telah disampaikan aparat keamanan.

Dengan pengamanan yang tersebar di 36 titik, koordinasi seluruh unsur yang terlibat menjadi faktor penting selama pelaksanaan kegiatan. Setiap perkembangan situasi di lapangan perlu ditangani sesuai prosedur dan tanggung jawab masing-masing personel.

Tactical Wall Game Atur Penempatan Personel

Setelah apel kesiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Wall Game (TWG) yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar. Kegiatan tersebut difokuskan pada pematangan teknis pengamanan sebelum personel diterjunkan ke lokasi masing-masing.

Dalam TWG, personel mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan tugas, pembagian tanggung jawab, serta penentuan titik penempatan atau ploting di lokasi pengamanan.

Melalui pengarahan tersebut, setiap anggota diharapkan mengetahui posisi dan tanggung jawabnya secara jelas. Pemahaman terhadap pembagian tugas diperlukan untuk mencegah tumpang tindih penanganan serta memperkuat koordinasi antarpersonel.

Baca Juga  Kapolri dan Panglima TNI Bahas Narkotika Hingga Tambang Ilegal, Suyudi: Kita Ini Keluarga Besar

Penentuan titik penempatan juga menjadi bagian dari upaya memastikan pengamanan berlangsung terarah. Dengan pembagian tugas yang jelas, personel diharapkan dapat merespons perkembangan situasi sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Pengamanan aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta petugas kesehatan. Sinergi seluruh instansi tersebut diharapkan mendukung kelancaran penyampaian aspirasi masyarakat di Kota Makassar.

Polrestabes Makassar menekankan pentingnya pelaksanaan pengamanan yang profesional, terukur, dan mengedepankan pendekatan humanis. Seluruh personel diharapkan menjalankan arahan pimpinan agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dengan persiapan melalui apel dan TWG, aparat diharapkan mampu menjalankan pengamanan secara terkoordinasi di seluruh titik aksi. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus memastikan penyampaian aspirasi berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. (MA)